10 Langkah Menuju Target Kesehatan Ibu Hamil

info kesehatan ibu hamil
Source: The Nest

Kesehatan ibu hamil harusnya jadi prioritas utama dalam hidup. Pasalnya, setiap perempuan mengandung calon-calon manusia penerus generasi bangsa. Tak perlu heran, bila banyak sekali kebijakan yang menitik beratkan perempuan ‘berbadan dua’. Tentunya, bunda dan ayah harus sadar diri dengan kemurahan hati orang sekitar dengan memperhatikan kondisi ibu hamil secara sungguh-sungguh.

Namanya berusaha, akan sia-sia apabila tidak disertai ilmu pengetahuan mumpuni. Ibarat mengejar buruan, tidak akan pernah tertangkap apabila pemburu tidak tahu rute dan strategi yang pantas. Begitu pula dengan kandungan, diperlukan strategi menjaga kesehatan ibu hamil. Apa sajakah?

  1. Rencana matang

Masa depan adalah sesuatu yang nyata. Tidak pernah sekalipun waktu bertanya kesiapan seseorang menghadapi masa mendatang. Karenanya, demi memanfaatkan waktu yang telah diberikan tuhan, ada baiknya seseorang merencanakan segala sesuatu, termasuk dalam konteks hamil.

Persiapan rencana tidak sebatas mempersiapkan nama, toh pada penghujung hari, hal tersebut dapat dipikirkan sesaat. Madsud dari rencana adalah memperhitungkan dimana bayi sebaiknya dilahirkan, atau mungkin kepada dokter siapa perkembangan kehamilan akan diperiksakan. Mulai memikirkan kebutuhan bayi kelak, lengkap dengan kepada siapa akan meminta bantuan merupakan pilihan bijak.

  1. Lingkar pergaulan yang baik

Dukungan secara sosial jelas berpengaruh pada kesehatan emosional bunda. Orang bijak mengatakan ‘bergaul dengan tukang besi akan membuat tubuhmu bau, sedangkan mengelilingi diri dengan penjual wewangian dan dirimu akan senantiasa harum’. Kalimat tersebut menunjukkan betapa pentingnya kualitas teman.

Teman seperjuangan bisa sangat bermanfaat di kondisi yang menantang seperti kehamilan. Perbincangan dengan bunda lain yang sedang menanti kehadiran buah hati dalam kandungan akan menjadi sesi ngobrol yang bermanfaat. Meski bunda dikelilingi orang tidak hamil sekalipun, selama orang-orang tersebut tidak memberikan aura atau pikiran negatif, maka lingkup pertemanan terbilang baik.

  1. Cari solusi stress

Alasan pentinganya dukungan dari lingkup pertemanan, salah satunya adalah stress di kala hamil. Sindrom baby blue atau perasaan dimana bunda merasa tidak mampu merawat buah hati kelak bisa saja muncul entah darimana. Bahkan, tekanan untuk menjadi orang tua sempurna sangat mungkin muncul meski pengalaman membesarkan anak sudah tingkat ahli.

Ada banyak cara mengatasi stress, dan setiap orang berbeda-beda. Entah bagaimana, yang jelas bunda sebaiknya mulai memikirkan metode macam apa untuk meminimalisir dampak stress. Toh, pada akhirnya, orang tua sempurna tidaklah ada, tinggal bagaimana bunda dan ayah meyakinkan diri bahwa melakukan kesalahan bukanlah hal yang terbilang aib atau buruk.

  1. Temukan dokter impian

Dokter tersebar dimana-mana dengan karateristik yang beragam. Harga atau biaya pemeriksaan sangatlah variatif tergantung tipe dokter itu sendiri. Apabila masalah dompet bukanlah halangan, ada baiknya bunda bergantung pada dokter yang memang cocok dengan pribadi ibunda.

  1. Kenali bahaya lebih awal

Keguguran merupakan resiko nyata yang tidak dapat dipungkiri. Meski bunda telah berusaha sekeras apapun, terkadang nasib berbicara lebih keras dibanding usaha. Alangkah baiknya bila bunda memahami tanda-tanda kehamilan sedang terganggu.

Mengatasi di saat kondisi tidak terlalu parah jauh lebih mudah dibanding mencoba memerangi masalah yang pelik. Karenanya, mengetahui bahwa ada yang tidak beres dengan kehamilan akan sangat baik bagi keselamatan janin dan bunda.

  1. Olahraga

Olahraga sebetulnya sangat penting meski diremehkan. Komunitas kesehatan Amerika bernama American Congress of Obstetricians and Gynecologists (AOG) sangat menyarankan ibu hamil meluangkan setidaknya 30 menit hanya olahraga saja. Resiko berolah raga memang ada tapi dengan ilmu pengetahuan yang cukup, manfaat olahraga untuk ibu hamil seperti kemudahan bersalin, rasa mual berkurang, sangat mungkin didapat.

      7. Sadar diri
Janin akan menghirup oksigen, mengambil jatah kalsium, sehingga menyita sebagian besar energi ibunda. Alhasil bunda akan merasa cepat lelah dan letih. Sayangnya, banyak bunda merasa hal tersebut bukanlah masalah sehingga menghiraukan sinyal tubuh yang meminta waktu istirahat. Masa beristirahat sudah selayaknya menjadi hak bunda. Jangan sampai gengsi bunda yang tinggi membuat waktu istirahat berkurang. Sudah selayaknya bila bunda tidak terlalu memaksakan diri dan menggunakan waktu istirahat se-optimal mungkin. Toh, ketika bayi lahir, bunda tidak lagi mampu merasakan indahnya waktu senggang secara rutin.

  1. Sayangi alam semesta

Alam telah memberikan yang terbaik bagi manusia, hanya masalah apakah seorang individu mampu meraih kenikmatan yang diberikan. Mendekatkan diri pada alam tidak hanya mempermudah kinerja tubuh, namun keberadaan perasaan aman. Ingat, pada akhir hari, sangatlah penting menghindarkan diri dari hiruk pikuk kota meski hanya sesaat.

  1. Perhatikan berat badan

Jaman dahulu kala, perempuan justru dipaksa makan banyak supaya badan membesar. Semakin timbangan meningkat berarti semakin sejahtera perempuan tersebut. Pemahaman satu ini memang sedikit aneh dan salah besar. Tingkat kegagalan hingga merenggut jiwa disebabkan oleh tradisi penggemukkan badan itu sendiri.

Dunia modern mulai beradaptapsi dengan fakta dibanding firasat. Penelitian demi penelitian dilakukan guna menemukan korelasi antar obesitas dan janin. Hasilnya cukup memprihatinkan. Tidak hanya obesitas bisa menyebabkan keguguran, namun obesitas juga memicu cacat pada bayi, suatu hal yang pasti tidak diinginkan siapa saja.

  1. Makan bergizi

Makanan termasuk hal yang menentukan arah kehamilan. Pasalnya, makanan yang tidak tepat mengurangi kualitas kehamilan, sampai dengan janin tumbuh kurang baik atau malah berhenti. Mulai menyusun makanan berdasarkan kebutuhan gizi bunda tentu pilihan yang tepat sebagai salah satu langkah menjaga kesehatan ibu hamil.(HN)

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *