3 Hal yang Harus Orang Tua Lakukan untuk Kebaikan Perkembangan Psikologi Anak

psikologi anak
Ibu dan Balita

Jika ibu ingin sekali sang buah hati tumbuh menjadi anak yang baik, maka bersiap-siaplah untuk berbuat sesuatu yang sebenarnya mudah namun kadang susah bagi kebanyakan orang tua yang melakukannya.

Saat orang tua mengeluh kenapa anaknya malas belajar atau kenapa anaknya nakal, sebenarnya ia sedang mengeluh tentang masa yang tidak betul-betul dipergunakan sebaik mungkin.

Mengamati perkembangan anak itu sekali seumur hidup. Maka sekali salah dalam menerapkan mendidik anak, maka fatal jadinya. Pada awalnya ibu tidak sadar. Ibu baru sadar bawasannya anak mengalami masalah dengan perkembangannya.

Terutama yang harus ibu lakukan adalah bagaimana agar psikologi anak berkembang baik. Ini kunci apakah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik atau sebaliknya.

Untuk itulah perhatikan tiga hal berikut ini.

Memberikan Contoh

Banyak orang tua yang hanya bisa meminta, menyuruh, dan bahkan membentak anak mereka. Hal ini mereka lakukan agar anak melakukan suatu hal.

Contohnya saja menyuruh anak untuk belajar. Jika tidak segera bergegas dan belajar, maka orang tua tidak segan untuk meninggikan nada suara.

Semoga ibu tidak termasuk orang tua yang melakukan hal tersebut. Selain tidak baik bagi psikologi si kecil, cara tersebut juga tidak efektif.

Jika ibu ingin didengar oleh si kecil, maka lakukan dulu. Berikan contoh kepada si kecil. Ibu juga harus membaca jika ingin anak ibu suka belajar dan membaca. Ibu harus rajin membersihkan rumah jika ibu ingin anak juga mau membersihkan tempat tidurnya.

Begitu seterusnya. Jadi, minimalisir penggunaan ucapan apalagi dengan nada yang tinggi. Berikan saja contoh maka anak akan mengerti apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan.

Mengajak Anak Di Setiap Kesempatan

Ini yang sepertinya sangat penting untuk ibu ketahui jika ingin psikologi si kecil berkembang baik, yaitu selalu mengajak anak di setiap kegiatan.

Mungkin ibu sering berkunjung ke rumah tetangga. Maka ibu bisa ajak si kecil juga. Ini menjadi ajang agar anak terbiasa bersosialisasi dengan orang lain.

Saat ibu memasak, ibu juga bisa melibatkan anak ibu seolah menjadi asisten pribadi ibu di dapur lho. Bahkan, cara ini juga bisa ibu gunakan untuk melihat potensi anak. Barangkali anak ibu memiliki bakat di bidang memasak. Who knows?

Berdoa

Pernah dengar seorang anak yang super nakal namun akhirnya bertaubat dan menjadi anak yang sangat baik? Tidak sedikit cerita nyata tersebut terjadi dikarenakan doa dari ibu sebagai orang tua.

Ada yang bilang “surga ada di telapak kaki ibu”. Selain berarti anak harus patuh kepada ibu, ini juga berarti seorang ibu sangat istimewa sehingga sangat berpengaruh terhadap anaknya.

Setelah ibu memberikan contoh yang baik serta mengajak melakukan hal-hal yang baik, kini saatnya ibu berdoa. Ikhtiar sudah, dan kini tinggal berdoa.

Selalu sebut nama anak ibu di setiap doa dan doakan untuk segala kebaikannya. Doa ini juga ternyata akan memberikan energi positif agar ibu bisa selalu sabar dan memberikan yang terbaik untuk sang buah hati.

Rasanya aneh jika ada orang tua yang anaknya nakal kemudian menyerahkan urusan kenakalan tersebut kepada sekolah. Karena tidak jarang anak yang nakal akhirnya diserahkan kepada guru akan dibimbing dan dibina sehingga menjadi anak yang baik.

Padahal bukan itu intinya. Menjaga perkembangan psikologi si kecil menjadi kunci apakah anak tumbuh menjadi pribadi yang baik atau sebaliknya. Dan ini tugas ibu, bukan orang lain termasuk guru.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *