4 Hal yang Sering Dilakukan Oleh Seorang Ibu Ketika Kesehatan Balita Terganggu

kesehatan balita
Ibu dan Balita

Katanya, menjadi seorang ibu itu sangat berat. Lebih berat daripada menjadi seorang wanita yang menjadi pimpinan sebuah perusahaan besar. Padahal, saat menjadi seorang ibu, ia hanya menghadapi satu dua anak saja. Sementara itu, ketika berada di puncuk pimpinan sebuah perusahaan, mungkin ratusan hingga ribuan orang harus ia perhatikan.

Itulah mengapa banyak orang yang bilang menjadi ibu rumah tangga itu susah sekali. Selain tidak digaji, beban pekerjaanya sangat berat. Apalagi jika masih memiliki anak balita. Siap-siap ia harus mempertaruhkan apapun untuk menjaga sang buah hati.

Terutama ketika kesehatan balita terganggu, pastinya seorang ibu akan melakukan apapun. Kalaupun ia juga seorang wanita karir, 4 hal ini bisa saja ia lakukan.

Ijin Tidak Masuk Kerja

Sering kali sebuah perusahaan tidak mentolelir ijin yang sifatnya mendadak. Padahal, balita bisa sakit kapan saja. Hal inilah yang membuat seorang ibu rela mengajukan ijin walaupun konsekuensinya ia akan kena marah. Apalagi posisinya sangat strategis di mana kinerja perusahaan akan sedikit pincang saat ia tidak berada di kantor.

Namun, naluri seorang ibu tidak bisa dibohongi. Ia akan melakukan apapun jika balita mengalami masalah kesehatan, tak terkecuali mengajukan ijin kerja mendadak. Sekalipun ia akan dimarahi atasannya, hal tersebut lebih ringan daripada meninggalkan balita sakit di rumah.

Resign

Tidak sedikit seorang ibu yang akhirnya resign atau berhenti dari tempat bekerja. Alasannya sangat klasik. Ia tidak ingin mengorbankan balitanya. Bagi dia, kesehatan anak itu lebih penting.

Ia bisa saja menyerahkan urusan perawatan anak kepada baby sitter yang sudah di training secara professional. Namun, apakah ada yang bisa memberikan kasih sayang setulus seorang ibu kandung sendiri?

Ada juga yang mengajukan surat pengunduran diri hanya karena ingin memastikan balita mendapatkan ASI eksklusif hingga usia 2 tahun. Mereka sadar beban kerja yang tinggi bisa meningkatkan resiko kesehatan menurun. Akibatnya kualitas serta kuantitas ASI pun menurun. Hal inilah yang tidak ingin terjadi sehingga ada yang rela resign.

Waktu Tidur Kurang

Ini bukan hal yang luar biasa. Saat kesehatan anak menurun, seorang ibu akan rela memberikan semua waktunya untuk merawat sang buah hati sekalipun ia hanya memiliki waktu tidur yang sedikit.

Terkadang ibu harus tidur sembari memeluk dan menggedong anak yang sedang terlelap. Hal ini dikarenakan anak tidak mau ditaruh di atas ranjang sendiri saat ia sakit. Jadi, ibu harus rela tidur dalam posisi duduk dengan anak berada di pelukan.

Bisnis Sampingan

Fenomena sekarang ini adalah seorang ibu yang menjalankan bisnis sampingan. Tidak sedikit wanita yang berpendidikan tinggi yang menjalankan bisnis sampingan. Padahal, saat mereka menempuh jenjang pendidikan yang tingg, tujuannya tidak lain agar mendapatkan karir yang cemerlang entah di instansi pemerintahan atau di perusahaan besar.

Namun, karena kondisi tertentu, banyak yang akhirnya keluar dari pekerjaan mereka dan lebih memilih menjalankan bisnis sampingan. Jadi, di rumah, mereka menjadi ibu rumah tangga sembari merawat balita. Di sela waktu, mereka menjalankan bisnis sampingan. Artinya, ijasah yang ia dapatkan bisa dikatakan tidak terpakai lagi.

Apapun pasti akan dipertaruhkan oleh seorang ibu jika untuk kepentingan balita sekalipun pekerjaan atau karir yang harus ia tanggalkan. Jadi, hargailah seorang ibu.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *