5 Persiapan Sebelum Senam Hamil

senam hamil
Source: WebMD

Kesadaran akan olah tubuh sehari-hari merupakan hal bagus yang wajib dihargai. Rasanya, semua orang di dunia ini harus sadar betapa pentingnya kegiatan olah tubuh, termasuk perempuan mengandung. Apalagi, akses olahraga sudah semakin mudah, sampai terbukanya kelas senam hamil yang khusus ditujukkan untuk bunda.

Beberapa orang bersikap skeptis terhadap senam hamil. Anggapan bahwa bunda sudah cukup berat membawa janin kesana kemari, menurunkan semangat untuk terus bergerak. Padahal, jika dipikir kembali, senam memang menguras tenaga namun manfaat senam hamil berdampak besar di hari persalinan kelak.

Usia kehamilan yang terus bertambah sejatinya meningkatkan terjadinya konstruksi dalam tubuh. Salah satu perubahan besar yang tidak nampak secara eksternal adalah pelonggaran sendi demi mempersiapkan kelahiran calon buah hati. Otomatis, bunda akan merasa ingin buang air kecil, ataupun rasa nyeri di berbagai belahan tubuh. Perempuan yang gemar senam hamil cenderung terhindarkan dari masalah kehamilan tua.

Saat senam, tidak hanya membuat tubuh berkeringat, sejatinya sendi sedang dilatih. Mengingat akan datang masa sendi melonggar dengan sendirinya, tentu fleksibilitas akan memudahkan proses tersebut. Ibarat karet yang baru saja dibuka, karet yang longgar dan elastis akan jauh lebih mudah digunakan dibanding yang masih kaku dan keras. Logika inilah yang menjadi alasan kuat kenapa bunda harus melakukan senam.

Gerakan yang baik tidak akan mengeluarkan hasil yang maksimal tanpa persiapan senam hamil yang matang. Inilah kenapa, perencanaan termasuk sebelum semangat olah tubuh harus dilakukan. Meskipun bunda atlet yang pengalaman sekalipun, tidak ada salahnya untuk ekstra hati-hati di kala mengandung, terlebih anak pertama. Setidaknya lakukan 8 langkah sebelum senam hamil berikut ini:

  1. Pilih baju yang pantas

Kehamilan merubah bentuk badan bunda tentu hal ini sudah sangat jelas. Tidak hanya penampilan luar namun bagian dalam pula. Sport bra, kaos, legging, atau semacamnya tidak lagi terasa nyaman di badan. Jangan salah sangka, meskipun muat sekalipun, belum tentu bunda merasa kualitas pakaian sama.

Untung saja, perempuan cenderung dianugrahi kesenangan dalam berbelanja. Inilah saat yang tepat untuk pergi memanjakan diri dengan melihat barang dan pakaian baru. Kalau memang tidak ingin mengeluarkan uang, dengan sedikit kreativitas modifikasi baju bisa dilakukan. Manapun jalan yang dipilih usahakan hadir dalam kelas dengan pakaian yang pratikal serta nyaman.

  1. Kenali pelatih pribadi atau kelas senam

Pelatih baik publik atau pribadi merupakan orang terpenting dalam proses senam. Memang, brosur sudah menyatakan kualitas dan pengalaman sang pelatih, namun sebagai manusia tidak ada salahnya mengenal karakter pelatih. Bukan mau curiga atau apa, dengan mengenal pelatih, bunda akan jauh merasa lebih nyaman untuk menyampaikan aspirasi dan keraguan.

Apabila bunda memilih kelas umum, ada baiknya pula mengenali ruang kelas. Usahakan memperhatikan segala aspek mulai dari ruang kelas, sampai dengan jadwal. Misalkan saja, kelas yang bau hanya memicu mual dan muntah di kala hamil dan merusak sesi olahraga. Karenanya, pastikan bunda yakin betul kelas dan pelatih yang akan dipilih memang terasa tepat di hati.

  1. Jangan malu minta trial

Tidak semua orang langsung mau membayar biaya bergabung untuk jangka waktu lama, mungkin bunda termasuk anggota orang yang ogah diminta komitmen secara langsung. Tidak ada salahnya untuk menolak masa bergabung dalam waktu panjang, toh memang bunda punya hak.

Keberadaan trial memang disediakan demi memberi waktu jeda supaya seseorang lebih merasa aman sebelum melakukan sesuatu. Kendati demikian, jangan buang kesempatan trial, rasakan betul apa manfaat yang diperoleh setelah masa uji coba. Namun, jangan membohongi diri sendiri dengan alasan tidak enak hati menolak karena sudah diberi trial.

  1. Ajak teman untuk senam bersama

Manusia merupakan mahluk sosial, terutama kaum hawa yang senang berceloteh. Guna meningkatkan semangat olahraga, tidak ada salahnya membawa teman. Dengan keberadaan teman terlebih yang seperjuangan, semangat untuk rutin olah tubuh akan mudah dikorbarkan. Apalagi, bila bunda tergolong orang yang gugup saat bertemu orang baru.

  1. Pemanasan

Gerakan senam tidak selalu lemah gemulai, tanpa tenaga. Bagi praktisi pasti paham betul bagaimana instruktur meminta bunda gerakkan badan jauh dari yang dibayangkan. Meskipun banyak orang bilang pemanasan tidak akan berbuat banyak, sejatinya pada kasus ini, pemanasan lebih baik dilakukan.

Sendi dan tulang memang mampu berolahraga tanpa melakukan pemanasan. Namun dengan pemanasan setidaknya lima belas menit, sendi akan lebih lemas. Pada akhirnya, bunda yang melakukan pemanasan akan lebih mudah dalam ikuti agenda senam.

  1. Jangan malu bertanya

Usai melakukan masa percobaan senam, ataupun telah mendaftar sebagai anggota tetap, rasa penasaran bisa saja muncul. Angkat tangan dengan percaya diri dan tanyakan saja, toh itu hak ibunda.

  1. Nikmati

Kelas dan pelatih sudah dikenal, bunda juga telah mendapat teman-teman baru untuk berolahraga bersama. Kini, satu-satunya pola pikir yang ditanamkan adalah nikmati proses tersebut. Rasa senang untuk senam akan sangat membantu proses kehamilan dibanding sekedar memaksakan diri muncul di kelas, jadi tersenyum lebar, dan lakukan tiap gerakan dengan semangat.

Perlu diingat untuk tetap perhatikan kemampuan diri sendiri. Janin menghirup sebagian besar oksigen bunda. Tak perlu heran apabila baru setengah jalan bunda merasa begitu letih dan lelah. Padahal, bunda tergolong perempuan atletik nan independen. Sejatinya, tidak ada hubungan antara atletis dengan kehamilan, bila merasa lelah, akui saja dan istirahat. Toh, senam hamil bukan ajang unjuk diri.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *