5 Tips Bersikap saat Si Kecil Sakit

cara-merawat-anak-730x430

Bagi orangtua, khususnya seorang Ibu, saat sang buah hati sakit dapat mempersulit kehidupan Anda. Perasaan khawatir, serba salah, dan mood swing sering kali menghantui. Oleh karena itu, terkadang seorang Ibu yang juga merangkap seorang pekerja sering kali mengajukan permohonan cuti saat anaknya sakit. Namun, kadang kala perasaan-perasaan tersebut juga tidak hilang saat Anda fokus merawat si kecil yang sedang sakit. Padahal, ketenangan hati dan kejernihan pikiran sangat dibutuhkan saat merawat anak Anda yang sedang sakit. Bagaimanakah cara menenangkan hati dan menjernihkan pikiran saat merawat sang buah hati?

Mengetahui penyebab sakit anak

Anda dapat mengetahui penyebab sakit anak dengan mengetahui gejala penyakit anak. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mempersiapkan diri sebelum anak jatuh sakit, misalnya dengan membaca buku mengenai penyakit yang umumnya menyerang anak-anak. Ibu dengan persiapan diri yang baik akan jauh lebih tenang menyikapi gejala penyakit anak dibandingkan dengan Ibu yang datang tanpa persiapan. Dengan mengetahui penyebab sakit anak, maka Anda dapat menentukan hal-hal selanjutnya yang dapat Anda lakukan, contohnya pemberian oralit dengan campuran air, garam, dan gula saat sang buah hati mengalami gejala diare. Apabila langkah penanganan yang Ibu yakini tidak membuahkan hasil positif, sebaiknya segeralah memeriksakan anak ke dokter.

Kuasailah ekspresi muka dan sikap Anda

Percayalah, sikap tenang itu menular. Setidaknya sikap tenang yang terlihat. Saat merawat anak yang sedang sakit, kadang kala Ibu membutuhkan bantuan, entah dari suami, orangtua, teman, maupun suster. Saat Anda tidak dapat berpura-pura tenang di hadapan mereka, Anda hanya akan membuat pihak yang mencoba membantu Anda ‘ikut’ panik, terutama apabila mereka merupakan orang yang mudah terbawa arus.

Jagalah perkataan dan emosi Anda saat berhadapan dengan anak yang sedang sakit

Si kecil yang sedang sakit sudah pasti rewel karena merasa tidak nyaman dan tidak dapat mengutarakan dengan jelas rasa tidak nyaman tersebut. Sudah selayaknya, Ibu sebagai orangtua dan lebih dewasa daripada si kecil yang membuat mereka merasa lebih nyaman saat sakit. Jangan memarahi atau bersungut-sungut karena si kecil sakit di depan mereka karena berpotensi melukai perasaan anak. Dampaknya dapat beragam, misalnya memperlambat proses penyembuhan anak. Jika sudah seperti itu, Ibu juga yang repot bukan?

Buat alarm pengingat waktu minum obat anak

Tidak semua jenis obat dapat dikonsumsi di sembarang waktu. Biasanya dokter akan memberitahu Anda apabila terdapat jenis obat seperti itu dalam resep obat. Untuk menghindari faktor lupa, sebaiknya Anda membuat reminder untuk mengingatkan dan membantu si kecil dalam mengonsumsi jenis obat seperti ini. Ada baiknya jika Ibu memasang reminder tersebut disesuaikan dengan sikap anak saat disodori obat. Apabila anak Anda merupakan tipe yang sulit diberi obat, pasanglah alarm lebih awal karena Anda butuh waktu untuk membujuk anak agar mau meminum obatnya.

Jagalah kesehatan diri sendiri

Ibu, saat merawat anak yang sedang sakit, jangan lupa Anda juga perlu menjaga kesehatan diri sendiri. Apabila Anda juga jatuh sakit saat anak sakit, bagaimana Anda dapat merawat sang buah hati? Oleh karena itu, usahakan makan teratur (jangan lupa makan atau memundurkan waktu makan terlalu lama) dan konsumsilah makanan yang sehat, misalnya sup akan jauh lebih baik dibandingankan dengan mie instan.

Semoga kelima tips di atas dapat membantu Anda bersikap saat si kecil jatuh sakit.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *