6 Tips Dorong Aktivitas Olahraga Anak Obesitas

konsultasi perkembangan balita
www.ibudanbalita.com

Era modern tingkat obesitas kian meninggi. Canggihnya alat elektronik jaman sekarang buat mayoritas anak kecil lebih memilih diam di rumah. Apalagi tingkat olahraga anak terus menurun, belum lagi kebencian aneh yang timbul. Masalah kian pelik bila obesitas sudah serang buah hati ayah bunda. Tak perlu khawatir, dengan 6 tips olahraga dibawah ini, anak akan lebih baik dalam menerima olahraga:

  1. Temukan alasan dibalik kebencian anak

Benci merupakan salah satu kategori perasaan kuat selain rasa cinta. Penelitian menunjukkan ada beban berat yang ditekankan pada tubuh untuk membenci atau mencintai sesuatu. Menimbang fakta tersebut, pasti terdapat sebab khusus mengapa anak membenci sesuatu, termasuk benci terhadap olah raga.

Kejadian masa lalu, atau peristiwa yang terlintas di depan mata si kecil bisa membentuk presepsi terhadap sesuatu. Ayah bunda sebagai orang terdekat si kecil, harusnya mampu sadari apa gerangan hal yang menganggu buah hatinya. Usahakan jalin komunikasi dengan anak guna temukan apa penghambat anak untuk melakukan olah tubuh.

Namanya rasa benci pada anak, kadang tidak harus didasari sesuatu yang berat. Kadang, bisa saja anak benci olah raga karena tidak senang dengan keringat dan panas. Nah, jika orang tua sudah temukan sebab kebencian anak, pencarian solusi jauh lebih mudah. Misalkan, bagi anak yang benci olah raga karena panas dan keringat, mungkin bisa didaftarkan tari balet yang lebih sering dalam ruangan.

  1. Sedikit tapi pasti

Anak yang biasanya ogah olah tubuh, tiba-tiba berminat mulai gerakan-gerakan kecil seperti berlari. Biasanya, orang tua keburu senang duluan dan menganggap si kecil siap dilatih. Padahal, kerap kali anak hanya dalam mood mencoba, serta tidak niat seratus persen untuk menjadikan olah raga sebagai jalan hidup.

Pemaksaan tidak pernah berakhir indah. Segala sesuatu yang tidak didasari kemauan dari diri sendiri selalu jadi buah simalakama. Inilah kenapa, tahan nafsu ayah bunda untuk mengajak anak olahraga satu jam tanpa henti, layaknya saran ahli kesehatan. Biarkan anak olah tubuh semaunya dalam durasi sesuai mood si kecil. Ingat, jauh lebih baik olah raga lima belas menit tanpa paksaan dibanding satu jam tapi hati anak terus merenggut.

  1. Pahami kemampuan tubuh si kecil

Apa olahraga pada sudut pandang orang dewasa?
Lari di treadmill tiga puluh menit, atau angkat beban dua puluh kilo gram keatas mungkin?

Terdapat beragam definisi olahraga di kalangan orang dewasa. Bagi orang tua dengan latar belakang atlet, olah raga tiga puluh menit hanya pemanasan, lain cerita dengan mereka yang lebih suka berdiam diri di rumah.

Anak-anak punya definisi olah raga tersendiri. Mengingat kemampuan tubuh anak tidak bisa diberi tepuk tangan meriah, maka olah raga baginya sangat ringan di mata orang dewasa. Sepuluh menit lari-lari saja, bisa jadi dianggap olah tubuh level berat bagi si kecil. Usahakan untuk memahami kapasitas tubuh anak sebelum memaksanya menetapi jadwal olah raga yang telah orang tua sediakan.

  1. Buat aktivitas menyenangkan
    Pusat kebugaran merupakan dasar dari semua jenis olah raga. Tapi, jangan lupakan fakta bahwa sekedar gerak tubuh dalam waktu lama bisa sangat membosankan. Kadangkala, butuh tantangan baru, dengan varian yang bisa buat gerak tubuh sangat menyenangkan. Hal inilah yang mendorong keberadaan permainan olah fisik yang digemari baik pelaku maupun penonton.

    Basket, sepak bola, badminton, atau voli merupakan contoh modifikasi beragam gerakan olah raga. Penggemar olah raga tertentu pasti tak bosan melakukan atau sekedar menonton, maka dari itu terapkan saja cara ini pada anak. Alih-alih dorong anak untuk berlari tanpa tujuan, malah buat mood anak cepat turun, lebih baik ajak si kecil olah raga sambil bermain.

  2. Jadikan waktu keluarga
    Keluarga merupakan anugrah tersendiri bagi seorang anak. Luapan cinta yang diberikan anggota keluarga buat si kecil merasa aman, dan bahagia. Tak jarang, anak sengaja mencontek perilaku anggota keluarga sebagai satu-satunya idola yang ia miliki. Ada baiknya manfaatkan pola pikir anak yang serba meniru.

    Target olah raga tidak melulu harus anak sendirian dengan orang tua yang berperan sebagai pelatih pribadi. Dibanding biarkan si kecil berjuang membuang kalori berlebih, lebih baik ajak keluarga untuk hidup sehat bersama. Jalan pagi di komplek bersama ayah dan ibu bisa jadi jauh lebih efisien dan efektif dibanding olah tubuh sendiri, dorongan kebersamaan bagi anak akan buat perbedaan signifikan.

  3. Bahas manfaatnya

Kunci olah raga pada dasarnya adalah motivasi. Tanpa adanya ‘api membara’ dalam diri anak, maka kemungkinan besar rutinitas olah tubuh tidak akan berlangsung lama. Memperkuat alasan untuk berolah raga justru bisa jadi bentuk pendorong motivasi. Tanpa alasan, manusia akan kesulitan melakukan apapun, sama halnya dengan olahraga bagi anak.

Manfaat besar tentu saja tak bisa dirasakan langsung, namun hargai hal-hal kecil yang buat olahraga berarti. Nafas yang lebih segar, atau pikiran lebih jernih adalah contoh kecil manfaat olah tubuh. Mengatakan betapa enaknya usai tubuh bergerak rutin pada anak bisa memberi pengertian tersendiri di benak si kecil.

Nah, paragraf sebelumnya telah membahas mengenai tips penting untuk mendorong keinginan berolahraga si kecil. Kini, bagaimana orang tua eksekusi cara-cara diatas akan kembali pada diri masing-masing. Bisa jadi, strategi pilihan orang tua akan berbeda yang paling penting tujuan pelaksanan olahraga anak sukses.(HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *