Alasan Kenapa Ibu Harus Mulai Belajar Tentang Psikologi Anak

psikologi anak
Ibu dan Balita

Jika selama ini ibu mengisi waktu luang dengan menonton TV atau browsing hal-hal yang rasanya tidak begitu penting, mungkin ibu sekarang sudah harus memikirkan untuk mengisi waktu luang dengan cara belajar seputar psikologi.

Lihat perkembangan si kecil. Apakah ibu yakin perkembangannya baik? Apakah kriteria baik hanya terlihat dari fisiknya saja?

Tentu saja ada hal lain yang tak kalah penting, yaitu mengenai psikologi. Itulah mengapa ibu mulai sekarang harus belajar tentang psikologi.

Banyak sekali hal yang harus dipelajari. Akan tetapi, setidaknya ibu mulai belajar hal yang paling mendasar seputar psikologi balita.

Rasa Ingin Tahu

Pernahkah ibu melihat anak ibu pergi ke dapur dan mengambil beberapa peralatan memasak? Atau mungkin anak ibu suka keluar rumah dan mengambil beberapa benda di sekitar rumah lalu membawanya ke dalam rumah?

Saat balita sudah bisa berjalan, ibu harus bersiap untuk meladeni atau melayani semua kelakukan lucunya. Rasa ingin tahunya sangat tinggi sehingga ia akan berjalan kemana saja rasa ingin tahu menuntunnya.

Lalu, apa yang harus ibu lakukan? Di sinilah peran ibu diperlukan. Dengan memahami psikologi balita ini, ibu bisa melihat sebenarnya apa ketertarikan si kecil. Catat dan pahami apa saja yang membuat anak tertarik.

Bukan tidak mungkin dari situlah ibu akan menemukan bakat si kecil. Bukankah lebih baik mengasah bakat anak sejak dini?

Kebanyakan anak hebat itu dididik mulai kecil. Tentu saja tidak secara dipaksa. Orang tua mereka lah yang aktif mencari bakat anak sehingga bakat tersebtu bisa diasah sejak dini.

Tertarik untuk memahami hal ini? Itulah mengapa ibu harus banyak mengerti seperti psikologi anak.

Ketika Anak Lebih Aktif

Ada yang bilang balita yang baru bisa berjalan cenderung lebih aktif. Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar.

Memang kelihatannya balita lebih aktif saat ia baru bisa berjalan. Hal ini dikarenakan sebelumnya sang buah hati hanya bisa merangkak saja. Saat ia berjalan, maka ia akan bergerak ke semua sudut rumah.

Akan tetapi, saat usia balita 3 tahun lah si kecil lebih banyak aktif. Tidak hanya aktif bermain saja, tapi juga aktif mempelajari hal-hal yang baru.

Mungkin ibu harus siap seisi rumah akan berantakan. Atau akan ada banyak benda atau perabotan di rumah yang rusak.

Saat itulah sebenarnya balita berkembang. Usia 3 tahun disebut dengan golden moment. Jika ibu bisa memanfaatkan kondisi ini, maka balita ibu akan berkembang sangat baik.

Salah satu yang perlu ibu lakukan adalah memfasilitasi sang buah hati. Apa yang ia sukai, maka ibu harus berikan benda atau apapun yang dibutuhkan.

Akan lebih baik jika ibu mengarahkan kepada hal yang positif seperti belajar memainkan alat musik, belajar menggambar, dan lain sebagainya. Sehingga ia belajar dengan rasa senang. Ia tidak akan merasa jika ia dalam proses belajar.

Memahami psikologi balita itu sangat penting bagi orang tua. Dengan memahami hal tersebut, ibu sebagai orang tua bisa mengarahkan si kecil ke arah yang lebih positif.

Ibu harus menyadari keluarga adalah sekolah pertama bagi balita. Jadi, ibu juga berperan sebagai guru. Untuk itu, ibu harus tahu bagaimana cara mendidik anak yang benar, kan? Hal tersebut bisa ibu lakukan jika ibu mengerti mengenai psikologi balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *