Alasan Kenapa Peran Suami Penting dalam Proses Perkembangan Psikologi Anak

psikologi anak
Ibu dan Balita

Setiap orang tua yang memiliki anak yang sedang tumbuh dewasa wajib mempelajari tentang psikologi anak. Ini merupakan bekal bagi mereka agar mampu mendidik anak dengan baik.

Kenapa banyak anak yang tidak mau menurut kepada orang tua? Salah satu kemungkinan adalah karena kesalahan dalam mengasuh dan membesarkan anak. Orang tua tidak memahami bagaimana perkembangan psikologi sang buah hati sehingga mereka tidak bisa menerapkan cara mendidik anak dengan baik.

Lalu, siapa yang disalahkan? Tentu saja orang tua. Dalam hal ini, bukan ibu saja yang harus bertanggungjawab ya. Suami ibu juga bertanggungjawab.

Itulah mengapa perlu sekali bagi ibu untuk mengajak suami ibu memahami seputar psikologi anak.

Apa Saja yang Harus Ibu dan Suami Pelajari

Banyak sekali. Mungkin ibu harus ikut kursus intensive seputar parenting. Namun, ibu tidak perlu khawatir. Ada beberapa hal yang paling penting yang perlu ibu dan suami ketahui seputar psikologi. Setidaknya dengan memahami hal tersebut, ibu dan suami ibu bisa menerapkan cara mendidik anak dengan baik.

Ada satu kunci utama dalam mendidik anak, yaitu berbagi peran. Ada peran ibu yang berbeda dengan peran seorang ayah. Dan dampak terhadap perkembangan psikologi anak juga sangat berbeda. Itulah mengapa ada anak yang hanya dididik oleh seorang ibu saja di mana saat ia dewasa sedikit lebih berbeda dengan anak yang dididik oleh kedua orang tua lengkap. Tidak bisa dipungkiri jika anak yang dewasa di lingkungan keluarga broker home memilki masalah terhadap perkembangannya.

Oleh sebab itu, jika ibu mampu berbagi peran dan suami maka ibu akan sangat yakin anak bisa berkembang dengan optimal.

Peran Seorang Ayah dan Ibu

Walaupun ibu yang memiliki waktu lebih banyak bersama anak, ibu juga tetap membutuhkan peran suami ibu untuk mendidik anak ya. Dalam hal psikologi, cara mendidik seorang ayah itu berbeda dengan seorang ibu.

Menurut penelitian, seorang ibu sangat berperan saat anak baru mulai belajar bicara. Saat anak memasuki usia 3 tahun, ia sudah mulai bisa mengucapkan satu dua patah kata. Dan untuk menyempurnakannya, ibu harus hadir dan memberikan perhatian sepenuhnya untuk membuat proses belajar bicara anak lebih cepat.

Lain hal dengan peran suami ibu. Seorang ayah mampu memotivasi anak untuk mendapatkan apa yang si kecil inginkan saat dewasa nanti. Suami ibu bisa mengenalkan beberapa jenis pekerjaan yang si kecil ingin dapatkan nanti ketika dewasa.

Dari contoh kecil tersebut di atas, jelas sudah bawasannya ibu itu berperan dalam perkembangan psikologi yang bersifat soft. Sementara itu suami ibu berperan untuk mengembangkan hal-hal yang bersifat hard. Jika anak ingin bermain, maka libatkan suami ibu. Jika anak sedang bersedih dan kecewa, maka tugas ibu menenangkannya.

Dengan berbagi peran tersebut di atas, ibu bisa memastikan perkembangan psikologi anak baik. Ia akan tumbuh menjadi anak yang patuh dengan orang tua, menemukan mimpinya yang ingin di raih, dan tentu saja rajin dalam segala hal. Saat ia masuk sekolah nanti, ia tahu mana hak dan tanggungjawabnya sebagai siswa. Bukankah itu yang terpenting di dalam mendidik anak?

Tentunya masih banyak yang harus ibu ketahui seputar psikologi anak. Namun, yang terpenting adalah ibu bisa berbagi peran dengan suami dalam mengasuh dan mendidik anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *