Alasan Kenapa TV Bisa Berpengaruh Buruk Terhadap Tumbuh Kembang Balita

tumbuh kembang balita
Friso Indonesia

Tumbuh kembang balita bisa dipengaruhi hal yang sangat sepele. Saking sepelenya, ibu pasti tidak menyangkan jika TV bisa juga mempengaruhi tumbuh kembangnya. Tidak percaya?

Anehnya, kebanyakan orang tua selalu menggunakan TV sebagai senjata yang ampuh untuk menenangkan si kecil. Jika balitanya sedang rewel, maka mereka mencoba membuatnya tenang dengan cara mengajak menonton TV. Tentu hal ini tidak salah. Akan tetapi, ibu harus tahu efek buruk yang mungkin terjadi terhadap perkembangan balita.

Speech Delay

Speech Delay merupakan istilah yang sering digunakan oleh akademisi untuk menyatakan balita yang mengalami masalah keterlambatan dalam belajar bicara. Jika ibu memiliki balita usia 2 atau 3 tahun namun belum ada tanda-tanda akan mulai belajar bicara, ada kemungkinan balita ibu mengalami speech delay.

Tentu banyak faktor yang bisa menyebabkan hal tersebut. Namun, coba ibu ingat-ingat kembali kegiatan yang dilakukan balita ibu setiap hari. Seberapa sering si kecil nongkrong di depan TV? Jika sering, maka sangat wajar jika si kecil mengalami speech delay.,

Masalah yang satu ini jelas berkaitan dengan tumbuh kembang balita. TV memang cenderung membuat balita pasif. Ia hanya mendengar kalimat namun tidak ada atau sedikit sekali kesempatan untuk menirukannya. Hal ini berbeda jika ibu mengajak berkomunikasi. Ada komunikasi dua arah di mana ibu berbicara dan mengajak si kecil untuk berkomunikasi.

Keterlambatan berbicara akan semakin parah jika ibu tidak mempunya waktu luang untuk berbicara dengan si kecil. Sementara itu, balita seolah memiliki unlimited time untuk menonton TV setiap hari.

Balita Peniru yang Handal

Perkembangan balita berhubungan dengan tingkah laku. Jika ibu memiliki balita usia 3 tahun, maka bersiaplah ibu untuk lebih kerepotan. Pada usia tersebut, si kecil sudah bisa sangat aktif sekali. Ia akan mulai menirukan bagaimana ibu memasak, bagaimana ibu membersihkan rumah, dan lain sebagainya. Balita usia 3 tahun merupakan peniru yang handal.

Sayang sekali jika pada usia tersebut si kecil menirukan adegan yang tidak baik dari TV seperti perkelahian. Akan lebih buruk lagi dampaknya jika justru ia menirukan suara atau kalimat yang kasar.

Menjadi Anak yang Pasif

Dampak yang harus paling diantisipasi adalah sikap pasif balita. TV itu seperti gadget, yaitu membuat anak pasif. Ia lebih suka berada di depan TV dan menonton acara yang ia sukai. Ketika ibu memanggil, maka ia tidak akan merespon karena sudah asyik dengan tontonannya tersebut.

Hal ini akan berakibat lebih buruk jika balita ibu menjadi susah sekali diajak bersosialisasi dengan orang lain. Karena ia cenderung pasif, maka ia lebih suka berdiam diri dan menonton TV. Hal ini tidak ubahkan balita yang sudah terlanjur kecanduan dengan gadget. Ibu tidak ingin tumbuh kembang balita seperti itu, bukan?

Terlepas dari itu semua, bukan berarti ibu tidak boleh mengajak si kecil untuk menontot TV. Hanya saja, ibu harus menentukan batasan waktu menontot TV untuk balita ibu. Selain itu, pendampingan juga diperlukan agar ibu bisa menentukan acara TV seperti apa yang boleh dan tidak boleh ditonton oleh balita.

Sebenarnya, jika ibu ingin perkembangan balita baik, ibu bisa membacakan dongeng. Ini tak ubahnya seperti acara TV. Belilah buku dongeng anak atau ibu bisa download ebook dongeng anak. Namun, ibu harus memilihkan dongeng anak seperti apa yang bisa memaksimalkan tumbuh kembang balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *