Alasan Yang Membuat Ibu Wajib Tahu Apa Saja Gejala Campak Pada Anak

kenali-berbagai-penyebab-anak-sakit-perut
www.friso.co.id

Sekarang siapapun akan membawa anak mereka untuk mendapatkan imunisasi campak setelah mengetahui fakta berikut ini. Dan orang tua manapun pasti ingin mengetahui apa gejala campak saja pada anak.

Seperti yang ibu ketahui, tidak sedikit orang tua yang menolak ketika anak mereka harus mendapatkan imunisasi. Ada saja alasan yang mereka utarakan, entah itu alasan agama, khawatir anak menjadi panas di malam hari, dan lain sebagainya. Namun, ibu bisa menilai sendiri mana yang lebih penting setelah mengetahui informasi berikut ini, apakah anak sebaiknya mendapatkan imunisasi campak atau tidak.

Bahaya Penyakit Campak Pada Anak

Menurut penelitian, campak merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia. Dan korbannya tidak lain adalah anak-anak. Pada tahun 2015, kematian anak karena campak adalah tertinggi di ASEAN. Dan tidak berlebihan jika pemerintah membuat Satgas atau Satuan Tugas khusus untuk mengatasi kasus semacam ini. Maka dari itu, meskipun terdapat masyarakat yang menolak anak diimunisasi, kampanye imunisasi campak semakin digalakkan. Selain itu, pemerintah juga terus mensosialisasikan tentang tanda-tanda campak pada anak. Dengan demikian, orang tua bisa melakukan antisipasi ketika muncul tanda-tanda tersebut.

Mungkin ibu akan bertanya bagaimana campak bisa begitu mematikan? Ini pertanyaan yang harus dijawab secara ilmiah. Virus yang menyebabkan campak ini masuk ke dalam golongan Paramixovirus. Virus ini bisa menular ke siapa saja. Dan penularannya sangat mudah, bisa melalui udara. Virus ini bisa menetap di dalam tubuh anak hingga dewasa. Bahkan, virus ini bisa berpindah ke otak yang menurut penelitian bisa menyebabkan gangguan pada syaraf yang disebut dengan SSPE (subacute sclerosing panencephalitis). Dan akhirnya, hal yang paling dikhawatirkan bisa terjadi, yaitu kematian.

Sebenarnya, virus ini bisa dengan mudah dikeluarkan dari dalam tubuh. Setelah mendapatkan pengobatan, virus tersebut bisa hilang. Sayangnya, terkadang virus menetap di dalam tubuh dan menjangkit ke otak. Ini yang paling dikhawatirkan oleh para ahli kesehatan. Dan ini pula yang menjadi alasan utama mengapa anak sebaiknya mendapatkan vaksinasi atau imunisasi campak yang biasanya diberikan ketika usia anak mencapai 12 dan 15 bulan.

Sekarang ibu tahu kan mengapa campak begitu berbahaya? Bahkan para ahli kesehatan sendiri terkejut karena campak lebih berbahaya dari apa yang mereka prediksi sebelumnya sebagai penyakit biasa yang bisa ditangani dengan mudah. Untuk itu, ibu juga harus melakukan pencegahan. Setidaknya ibu tahu apa saja gejala penyakit campak pada anak.

Gejala Campak Mudah Dideteksi

Sebenarnya tidak mudah untuk melakukan deteksi dini apakah anak terkena campak atau tidak. Sayangnya, beberapa gejala yang muncul mirip dengan gajala penyakit biasa.

  • Demam

Ini merupakan gejala paling awal saat anak terserang virus campak. Namun, sulit untuk membedakan apakah demam yang dialami oleh si kecil itu merupakan gejala dari penyakit campak atau demam biasa. Setidaknya, ketika ibu menemukan anak ibu mengamali demam, ibu harus berhati-hati.

  • Sakit Tenggorokan

Selain demam, tenggorokan juga terasa sakit. Ini disebabkan adanya infeksi karena virus campak.

  • Mata Memerah

Dalam dunia medis, ini disebut dengan konjungtivitis.

  • Bintik-Bintik Kecil

Ini puncaknya. Dan masyarakat juga mengerti jika campak itu sangat identik dengan munculnya bintik-bintik kecil berwarna putih di sekujur tubuh si kecil.

  • Ruam Kulit

Ini berbeda dengan bintik kecil. Jika bintik kecil berwarna merah pada bagian tengah, ruam ini menyebabkan kulit anak menjadi kemerah-merahan.

Setidaknya, itulah beberapa gejala campak pada anak yang perlu ibu ketahui. Selanjutnaya, tindakan apa yang perlu ibu lakukan?

Tindakan Awal Saat Gejala Campak Muncul

Ada tiga tindakan mudah yang bisa dilakukan ibu lakukan dan siapa saja meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan.

  1. Minum Air

Salah satu bagian tubuh yang terinfeksi oleh virus campak adalah bagian tenggorokan. Oleh sebab itu, anak yang terkena campak sebaiknya diminta untuk minum air putih sebanyak mungkin.

  1. Minum Obat Pereda Demam

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu gejala campak adalah suhu tubuh meningkat tajam. Ini biasanya gejala paling awal yang muncul. Agar virus tidak semakin kuat, sebaiknya ibu memberikan obat penurun panas. Atau ibu bisa berikan apa saja yang bisa membuat suhu tubuh anak kembali normal.

  1. Istirahat

Sebenarnya, yang diperlukan oleh si kecil adalah istirahat yang cukup. Ini membuat sistem kekebalan tubuh bisa bekerja lebih baik untuk memerangi virus campak.

Tentu saja ibu juga perlu memberikan makanan yang bergizi serta susu balita terbaik. Namun, yang tidak boleh dilupakan adalah anak harus istirahat lebih banyak. Jangan biarkan anak keluar rumah karena virus bisa menyebar melalui udara dan semua orang yang berinteraksi dengan anak ibu berpotensi terkena campak juga. Virus campak ini mudah sekali berpindah atau menular ke orang lain.

Ketiga hal tersebut bisa dijadikan langkah awal ketika gejala campak muncul. Jika bintik merah mulai terlihat, sebaiknya ibu segera konsultasi dengan dokter. Ketika gejala yang satu ini sudah mulai terlihat, itu artinya anak memang sudah diserang oleh virus campak. Dokter akan memberikan antibiotik agar virus tidak menyebar dan menyerang ke organ tubuh lainnya, terutama otak. Ini sangat penting untuk mengantisipasi munculnya gejala campak yang jauh lebih berbahaya lagi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *