Analisa Ilmiah Usia Kehamilan Dan Puasa Ramadhan

usia kehamilan
What To Expect

Bulan Ramadhan merupakan anugrah banyak orang. Pahala terus mengucur di bulan penuh kemenangan menjadikan semangat beribadah pada puncaknya. Kehamilan termasuk rahmat yang dinanti oleh banyak orang, sehingga kesempatan beribadah terus dicari perempuan mengandung sekalipun. Keputusan besar akankah usia kehamilan dan puasa dipertaruhkan, menjadi pertimbangkan masak – masak.

Perlu diketahui, dalam hukum Islam, tidak ada kewajiban bagi seorang perempuan untuk berpuasa. Ada hukum membayar fidyah dan qadha. Fidyah dibayar jika niat melewati puasa Ramadan karena khawatir akan kondisi bayi sedangkan qadha bisa dilakukan apabila alasan melewati puasa karena khawatir terhadap diri sendiri.

Mengingat beragam niat ada dalam diri manusia, dan hukum Islam cukup fleksibel, tentu jawaban qadha atau fidyah tergantung pada masing – masing iman. Tanyakan lebih lanjut mengenai hukum tidak puasa pada wanita hamil dengan ulama atau ahli agama yang dipercaya pembaca. Lain cerita kalau bunda tetap memutuskan untuk berpuasa selama bulan Ramadan karena merasa fisik cukup mumpuni.

Penelitian berjudul ‘The Effect of Ramadan Fasting on Outcome of Pregnancy’ atau ‘pengaruh puasa Ramadan dan hasil persalinan’ mencoba membantu pengambilan keputusan berpuasa di bulan Ramadhan. Tentu saja, jurnal ilmiah ini hanya mencoba membantu bunda bisa merasa lebih pasti dan beralasan logis di bulan Ramadhan.

Organisasi persatuan ahli kesehatan anak di Iran memahami bahwa hak berpuasa juga dimiliki oleh perempuan mengandung. Rasa ingin tahu terhadap suatu ilmu pengetahuan sangat alami dimiliki peneliti dan ilmuan manapun, pada zaman apapun. Dengan usaha dan keyakinan terkumpullah 32 perempuan mengandung yang bersedia menjadi objek penelitian dengan mempertaruhkan kesehatan janin dan keyakinan.

Sebanyak 34,9 persen subjek penelitian diminta untuk tidak berpuasa selama Ramadhan, 31,7 persen bersedia puasa sebulan penuh. Usia subjek penelitian berkisar dari dua puluh lima sampai tiga puluh lima tahun dengan kesehatan yang stabil. Tentu saja, definisi stabil berbeda untuk tiap perempuan, sehingga terdapat indikator tersendiri untuk dinyatakan sehat.

BMI atau body mass index merupakan ukuran internasional yang membandingkan berat dan tinggi badan. Kalau bunda suka diet, mungkin sudah familiar dengan ukuran body mass index mengingat banyak tujuan berat badan diet ditentukan oleh body mass index. Responden dalam penelitian dipilih berdasarkan body mass index ideal guna menghindari kesalahan hasil penelitian karena kesehatan terganggu.

Seperti yang bunda mungkin sudah paham, obesitas adalah musuh terbesar kehamilan. Janin sudah memakan banyak ruang dalam rahim, dimana tambahan lemak bukan lagi bantal yang empuk melainkan membuat janin merasa tercekik. Kalau responden dengan berat badan berlebih masuk dalam partisipasi penelitian, tentu hasil menjadi tidak akurat mengingat adanya kondisi kesehatan sebelum penelitian dimulai.

Dalam penelitian, terbukti bahwa perempuan mengandung berusia dua puluh lima sampai tiga puluh lima tahun tidak mengalami masalah pada janin walau berpuasa di bulan Ramadhan sekalipun. Catatan bahwa perempuan tersebut tidak memiliki obesitas dan dalam kondisi sehat bahkan sebelum penelitian dimulai. Berat badan, tinggi, dan gangguan kehamilan lain tidak turun namun juga tidak meningkat menjadikan puasa di kala hamil tidak seberat yang dikira.

Beberapa penelitian sebelumnya turut membuktikkan dampak dari puasa dan kehamilan. Bahkan, usia kehamilan dan puasa tidak berpengaruh besar. Kalori yang diminta oleh bunda untuk keperluan gerak sehari – hari. Sebanyak paling tidak dua ribu kalori lebih diperlukan bunda agar tetap merasa segar, walaupun demikian bukan alasan untuk makan di luar batas kalori pada saat berpuasa.

Berat badan, kadar lemak, dan komposisi badan perlu diperhatikan sebelum menakar kalori yang diperlukan dalam sehari. Nutrisi dan gizi yang diperlukan dalam sehari – hari jauh lebih diperlukan daripada waktu makan di saat puasa yang berjangka pendek. Tubuh perempuan mengandung memiliki kemampuan adaptasi terhadap pasokan nutrisi sehari – hari.

Usia kehamilan tidak terlalu menganggu penyerapan gizi dalam tubuh. Meskipun perempuan mengandung jarang makan, janin tetap bisa merasa sehat bila keperluan gizi dipenuhi pada waktu sahur. Kalori yang minim tidak mempengaruhi kesehatan ibunda. Penelitian juga menyatakan bahwa berpuasa bisa mengurangi resiko obesitas yang bisa membahayakan janin pada masa persalinan.

Sebagai tolak ukur kesehatan, banyak medis menggunakan ukuran janin, baik secara berat maupun tinggi. Anggapan bahwa semakin janin mendekati rata – rata, berarti kesehatan janin terjaga. Berbeda cerita dengan janin di bawah berat standar yang dianggap memiliki masalah walau sebenarnya tidak selalu demikian.

Pengukuran janin dalam penelitian juga dilakukan guna mengetahui apakah ada pengaruh antar waktu berpuasa bunda dengan janin. Secara berat, memang janin perempuan berpuasa lebih ringan dibanding yang tidak berpuasa, akan tetapi tinggi dan ukuran janin tidak jauh berbeda dengan perempuan tak berpuasa. Memang, berat janin di bawah rata – rata, tapi tidak ada pengaruh berarti pada trimester keberapa ibu mengandung.

Berdasarkan penjelasan penelitian diatas, tentu ada kesimpulan yang bisa diperoleh bunda. Berpuasa tidak berbahaya bagi ibu hamil yang memang memiliki kesehatan mumpuni dan asupan nutrisi yang cukup. Makanan yang teratur di waktu sahur dan buka puasa akan sangat membantu janin tetap berkembang meskipun bunda berpuasa.

Penyiapan menu makanan bisa sangat ribet, karenanya terciptalah beberapa produk kehamilan yang bisa membantu meningkatkan kesehatan janin. Usia kehamilan tidak menjadi kendala, justru bunda yang harus sadar diri akan kemampuan diri sendiri sebelum memutuskan puasa.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *