Apakah Si Kecil Termasuk Anak Yang Penuh Dengan Talenta?

Bakat dan Minat Anak
www.ibudanbalita.com

Pernah dengar berita anak berusia belia sudah sangat jago dalam hal tertentu seperti bermain piano, memainkan bola, berhitung, menguasai beberapa Bahasa, dan lain sebagainya?

Itu namanya bakat, yaitu sebuah anugrah yang diberikan oleh Tuhan kepada anak tertentu.

Lalu, pertanyaannya adalah apakah anak ibu termasuk anak yang berbakat atau penuh dengan talenta?

Ciri-Ciri Anak Yang Berbakat

Apakah bakat bisa dikembangkan? Tentu saja bisa. Namun, bakat tersebut harus ditemukan terlebih dahulu.

Itulah mengapa ibu perlu konsultasi dengan pakar perkembangan anak di www.ibudanbalita.com agar ibu mengetahui bagaimana cara memetakan bakat anak.

Namun, sebelum itu, ibu harus tahu dulu bagaimana anak yang berbakat itu. Setidaknya ada 3 hal yang menjadi ciri utama anak berbakat.

  1. Berpikir Aneh

Pernah lihat anak yang berpikiran berbeda dengan anak seumuran lainnya? Jika anak ibu melakukan hal tersebut, bisa jadi anak ibu merupakan anak yang berbakat.

Berpikir abstrak atau tidak jelas. Ini salah satu yang dijadikan patokan oleh pakar perkembangan anak bawasannya anak termasuk berbakat.

  1. Fokus

Sebenarnya tidak hanya fokus saja, tapi konsentrasi tingkat tinggi. Anak yang berbakat adalah anak yang tidak merasa lelah ketika ia harus fokus atau menaruh konsentrasi terhadap suatu hal.

Ketertarikan pada hal tertentu itulah yang mungkin saja bakat anak ibu.

Oleh sebab itu, salah satu cara untuk memetakan bakat anak adalah dengan memberikan banyak pilihan mainan dan lihat mana yang paling ia sukai. Apakah ia hanya sekedar suka atau benar-benar tidak merasa lelah ketika memainkan mainan tersebut.

Jika ia benar-benar suka, tidak hanya sekedar senang, yang perlu ibu lakukan hanya mengembangkan potensi anak karena potensi sang buah hati sudah ibu dapatkan.

  1. Percaya Diri

Tidak banyak anak percaya diri. Hanya mereka yang menemukan apa yang menjadi kemampuannya yang bisa percaya diri.

Itulah mengapa anak yang berbakat tidak canggung dan minder ketika harus berhadapan dengan orang lain, apalagi jika harus menunjukkan bakatnya tersebut.

Itulah setidaknya tiga ciri anak berbakat. Apakan anak ibu termasuk anak yang berbakat?

Kapan Bakat Anak Sudah Terlihat?

Sebenarnya bakat anak itu terlihat sejak usianya masih balita. Hanya saja, bakat tersebut terlihat di usia yang berbeda. Semakin cepat menemukan bakat anak maka hal tersebut semakin baik.

Itulah mengapa orang tua sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog anak. Tujuannya agar psikolog melakukan pemetaan bakat anak sehingga ibu tahu apa potensi yang ada di dalam diri anak ibu. Dengan mengetahui bakat anak, maka tugas ibu hanya membantu si kecil untuk mengembangkan bakat tersebut.

Bukankah itu lebih baik daripada memaksa anak untuk mengusai banyak hal yang belum tentu ia berbakat dalam bidang tersebut?

Ketika si kecil berusia 3 atau 4 tahun, sebaiknya ibu mulai memperhatikan ketertarikan anak terhadap sesuatu. Apakah ia suka bercerita? Olahraga apa yang ia sukai? Kegiatan apa yang membuatnya tidak merasa lelah? Dan banyak hal yang harus ibu benar-benar perhatikan.

Dengan cara tersebut, ibu bisa membuat kesimpulan apa bakat dari dalam diri anak ibu dan apa yang seharusnya ibu lakukan.

Banyak orang tua yang mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan juga materi ketika mereka sudah tahu bakat anaknya di bidang apa. Mereka tidak lagi berpikir untuk memaksa anak mengusai banyak hal, tapi mereka hanya ingin anak mereka tersebut terus mengembangkan bakatnya tersebut.

Bukakah mengusai satu hal tapi sempurna lebih baik daripada menguasai banyak tapi setengah-setengah?

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *