Awas, Jangan Salah Menerapkan Diet Saat Hamil

diet saat hamil
Source: Chef Mom.com

Apakah diet saat hamil itu penting? Penjelasan berikut ini akan membuat ibu tahu pentingnya melakukan diet ketika ada tanda-tanda obesitas atau kegemukan. Namun, ibu juga harus tahu berapa berat badan ibu hamil yang termasuk ke dalam kriteria kegemukan.

Terlepas dari hal tersebut, harus dipahami juga diet ini berbeda dengan diet bukan wanita hamil. Kebanyakan program diet wanita yang tidak sedang hamil dilakukan dengan cara mengurangi konsumsi makanan, terutama makanan tinggi karbohidrat. Selain itu, diet juga dilakukan dengan cara melakukan aktivitas fisik cukup keras seperti aerobik. Untuk ibu hamil, bukan itu cara diet yang tepat.

Yang pasti, ibu harus tahu bahwasannya seorang wanita hamil yang mengalami obesitas harus melakukan diet ibu hamil. Hal ini disebabkan obesitas tersebut tidak hanya berbahaya untuk perkembangan bayi di dalam kandungan, tapi juga bahaya untuk keselamatan ibu hamil.

Risiko Buruk Obesitas Saat Hamil

Untuk mempermudah pemahaman ibu tentang bahaya kegemukan saat hamil, berikut ini risiko buruk yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu risiko buruk obesitas untuk ibu hamil dan bayi di dalam kandungan.

1. Risiko Buruk Obesitas Bagi Ibu Hamil

Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih cukup tinggi. Hal ini ditengarai oleh kesadaran menjada kesehatan ibu hamil yang masih rendah, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil.

Menjaga kesehatan ibu hamil menjadi kunci bagaimana kematian ibu dan bayi saat proses persalinan bisa diturunkan. Namun, harus dipahami juga ada faktor lain penyebab masalah ini. Salah satunya obesitas. Inilah yang menjadi concern utama para pemerhati kesehatan ibu hamil saat ini.

Akan tetapi, bukan itu saja yang menjadikan diet untuk ibu hamil yang mengalami obesitas ini menjadi begitu penting. Ada hal lain yang tak kalah berbahaya, yaitu gangguan pernafasan. Kegemukan menjadi penyebab ibu hamil mengalami sesak nafas karena jaringan lemak pada tubuh membuat saluran nafas menjadi lebih sempit. Akibatnya, suplai oksien berkurang.  Hal ini mengakibatkan perkembangan bayi kurang baik serta mengganggu kesehatan ibu hamil itu sendiri.

Lebjh dari itu, ada juga keluhan kesehatan ibu hamil yang disebabkan oleh obesitas, seperti preeklamsia, risiko penyakit jantung, dan lain sebagainya. Bahkan, setelah persalinan usai, ibu hamil yang mengalami obesitas rentan terkena infeksi karena kuman mungkin berkembang biak di tumpukan lemak di dalam tubuh.

Jadi, sekarang tahu kan pentingnya melakukan diet bagi ibu hamil?

2. Risiko Buruk Obesitas Bagi Janin

Secara kuantitas, lebih banyak risiko buruk yang bisa dialami oleh janin daripada ibu hamil yang mengalami obesitas. Bayi lahir dengan penyakit diabetes, keguguran, bayi lahir dengan cacat tulang belakang, perkembangan otak tidak maksimal, serta bayi mengalami gangguan paru-paru menjadi beberapa risiko buruk yang mungkin terjadi.

Maka dari itu, penting sekali bagi semua wanita hamil untuk mengetahui apakah mereka memiliki kelebihan berat badan saat sedang mengandung atau tidak. Ini pertanyaan yang harus dijawab pertama kali.

Apakah Ibu Harus Melakukan Diet Saat Hamil?

Cara paling mudah untuk mengetahui apakah ibu termasuk memiliki kelebihan berat badan atau tidak adalah bertanya kepada bidan atau dokter kandungan. Namun, ibu bisa melakukan sendiri.

Caranya dengan menghitung BMI atau body mass index. BMI didapatkan dari pembagian berat badan dengan tinggi badan yang dikalikan dua. Atau ibu bisa ingat rumus BB / (TBxTB).

Untuk wanita hamil Asia, BMI normal itu sekitar 18,9 hingga 22,9. Jika di atas 23, maka mereka dianggap mengalami obesitas. Dan itu artinya mereka dirasakan untuk menerapkan diet saat hamil.

Sekarang, silakan ibu hitung sendiri apakah ibu memiliki berat badan ideal atau mengalami obesitas. Apa jangan-jangan berat badan di bawah angka normal?

Tips Diet Aman Ibu Hamil

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, diet bagi ibu hamil tidak dilakukan dengan cara mengurangi porsi makanan. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan?

  • Makan Lebih Banyak

Bukannya mengurangi makanan, tapi menambah. Hanya saja, porsinya yang diperkecil. Namun, frekuensi mengkonsumsi makanan diperbanyak. Ini akan membuat tubuh tidak mengalami kekurangan nutrisi karena memang saat hamil membutuhkan banyak nutrisi. Di sisi yang lain, tubuh tidak menumpuk lemak karena setiap kali makanan masuk dalam porsi yang sedikit, makanan langsung dicerna dan nutrisinya langsung disalurkan.

  • Selektif Dalam Memilih Makanan

Meskipun ibu diperbolehkan mengkonsumsi makanan apapun, sangat disarankan agar memilih makanan dengan kandungan protein tinggi. Makanan seperti ini memberikan energi tanpa menyebabkan menumpuknya lemak di dalam tubuh. Selain sebagai program diet untuk ibu hamil, makanan tinggi protein juga bagus untuk perkembangan otak janin lho.

  • Aktif Bergerak

Memang saat hamil ibu dilarang melakukan aktivitas fisik yang berat. Akan tetapi, bukan berarti ibu sama sekali tidak perlu bergerak. Hindari melakukan olahraga yang berat namun tetaplah melakukan aktivitas fisik seperti berjalan. Bahkan, akan lebih baik jika ibu mengikuti program senam ibu hamil. Ini bagus untuk mengatasi kelebihan berat badan yang ibu alami saat hamil.

Sekarang ibu sudah tahu mengapa diet itu sangat penting bagi wanita hamil. Yang masih disayangkan adalah kepedulian para ibu hamil yang rendah untuk mengecek kondisi kesehatan secara berkala ke bidan atau dokter kandungan, terutama mengecek berat badan mereka. Karena dengan pengecekan itulah mereka tahu apakah mereka perlu menerapkan diet saat hamil atau tidak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *