Ayo Bu, Optimalkan Perkembangan Psikologi Anak Usia Dini

psikologi anak usia dini
Friso Indonesia

Psikologi anak usia dini sangat penting untuk diperhatikan oleh orang – orang yang ada disekitarnya, terutama orang tuanya. Pastinya, cara setiap orang tua membesarkan dan mendidik buah hatinya akan berbeda – beda, dan tidak ada panduan khusus yang memberi pengarahan yang tepat dalam mendidik anak usia dini.

Akan tetapi, cara mendidik anak usia dini itu akan sangat berdampak kepada perkembangan psikologis si kecil. Terkadang, orang tua yang baru memiliki anak untuk pertama kalinya pun menjadi bingung, apakah cara mereka membesarkan dan mendidik anaknya itu sudah tepat. Apakah Ibu merasa seperti itu? Maka Ibu perlu memperhatikan beberapa tips berikut untuk mengoptimalkan psikologi anak usia dini yang sedang berkembang.

  1. Utamakan harga diri si Kecil

Sejak usia dini, si kecil perlu diberikan pengertian mengenai pentingnya harga dirinya sendiri. Tanpa mengajarkannya untuk bersifat egois, tetapi harga diri adalah kunci yang paling utama dalam perkembangan psikologis anak. Alasannya, karena konsep dan harga diri yang sehat dan positif akan menentukan perkembangannya hingga ia tumbuh dewasa.

Di usia yang dini, hal yang paling bisa dilakukan orang tua untuk memastikan perkembangan harga diri anak adalah dengan membangun hubungan yang kuat antara orang tua dan anak. Dengan memenuhi kebutuhan perhatian dan kasih sayang dari orang tua, kepercayaan diri anak pun akan berkembang dengan lebih baik. Dengan dukungan penuh dari orang terdekatnya, maka anak pun akan dapat lebih memahami harga dirinya.

  1. Berikan kesempatan untuk bersosialisasi

Pada dasarnya, manusia memang makhluk sosial yang pasti akan bergantung pada orang lain di dalam hidupnya. Walaupun begitu, tingkat kemudahan setiap orang untuk bersosialisi pastinya berbeda beda. Akan tetapi, membiasakan untuk bersosialisasi memiliki peran yang sangat penting bagi psikologi anak di usia dini.

Dengan membiasakan anak untuk bersosialisasi sejak usia dini, pastinya akan membantu mengembangkan kemampuannya dalam berkomunikasi dengan anak-anak lain seusianya. Hal ini juga dapat membentuk empati dan tenggang rasa di dalam diri anak.

  1. Dorong kelakuan baik dan jadikan kesalahan sebuah pelajaran

Setiap orang tua pasti ingin supaya anaknya mengenal hal-hal yang baik dan tidak baik untuk dilakukan. Akan tetapi, memaksa mereka untuk melakukan sesuatu dan memberikan hukuman yang berat justru akan membuat anak menjadi kecil hati dan mematahkan semangatnya untuk belajar dan mengeksplor hal-hal baru. Tentunya Ibu tidak mau kan, jika si kecil terbiasa disuruh dan pada akhirnya tidak bisa mengambil keputusan dengan sendirinya ketika ia besar nanti?

Untuk menghindari hal itu, yang perlu Ibu lakukan adalah untuk tidak pelit memberikan pujian setiap kali anak melakukan hal yang baik yang pastinya ingin Ibu dorong agar menjadi kebiasaan. Selain itu, Ibu juga sebaiknya tidak memberikan hukuman yang berat jika anak melakukan kesalahan sehingga ia menjadi ketakutan, yang perlu Ibu lakukan adalah untuk mengajarkan pada anak bahwa kesalahan yang ia buat bisa dijadikan pelajaran, sehingga ia mengerti dan tidak mengulangnya kembali. Jika kesalahan yang dilakukan adalah kesalahan yang sepele, maka sebaiknya Ibu pun tidak terlalu mempermasalahkan, agar ia pun dapat belajar apa saja dampak dari kelakuannya sendiri.

Hal yang juga tidak kalah penting adalah untuk memahami perkembangan psikologi anak usia dini di setiap tahap usianya agar Ibu dapat mempraktikkan cara mendidik anak yang tepat juga. Tiga poin yang disebutkan diatas pun bukanlah satu-satunya acuan bagi orang tua, tetapi bisa membantu mengoptimalkan perkembangan psikologi anak usia dini.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *