Bahaya Stress Pada Ibu Hamil Pada Bayi

stres pada ibu hamil
Source: Daily Mail

Hamil itu tidak mudah, siapapun yang mengatakan membawa bayi dalam rahim semudah membalik telapak tangan pasti tidak pernah merasakan beratnya perjuangan seorang ibu. Segala hal dipikir, mulai dari makanan apa yang harus konsumsi, kegiatan macam mana yang harus dihindari sampai dengan jenis baju dalam apa yang harus dipakai. Terlalu banyak tuntutan dari keluarga maupun masyarakat bisa menimbulkan stres ibu hamil.

Tidak afdol rasanya kalau masalah dalam hidup tiada, selalu ada tantangan yang membuat seseorang semakin berkembang. Nah, kejadian yang sama sering terjadi pada ibu hamil. Hormon kandungan yang ‘liar’ membuat masalah paling kecil saja bak perang dunia ketiga. Para ahli juga sudah memaklumi perasaan bunda bagai wahana roller coaster, hanya pasangan dan orang sekeliling dituntut bersabar, apapun yang terjadi.

Orang awam biasanya hanya mengenal stress sebagai tumpukan rasa tidak senang terhadap sesuatu. Menurut kajian ilmu kesehatan, stress memiliki definisi yang berbeda. Ya, memang betul stress bisa diakibatkan rasa tidak suka namun terpendam sehingga menjadikan individu kewalahan menghadapi ‘monster’ dalam dirinya tapi stress punya arti lebih dalam.

Rasa terancam guna mempertahankan hidup seolah memacu adrenaline untuk selamatkan diri. Jantung berdebar, dengan distribusi aliran darah yang kian kencang, mengirimkan tenaga super di otot. Manusia yang berada dalam suasanan berbahaya mampu melakukan hal – hal diluar kesadaran diri, atau bahkan luar biasa. Stres juga demikian.

Hormon stres ternyata satu keluarga dengan hormon di kala terancam. Tekanan yang terus menerus dalam diri sama – sama membuat jantung berdebar cepat. Pada satu titik, energi berlebih akibat aliran darah yang kencang bisa membuat ledakan emosi yang tinggi. Kadang, ada tipe orang yang mampu menangani stress di kala hamil yakni stress hanya berlangsung beberapa hari, namun ada juga yang terpendam dalam jangka waktu cukup lama.

Stress ibarat jarum pentul pada kisah putri tidur. Dongeng terkenal andalan Disney satu ini menceritakan seorang puteri raja yang dikutuk hingga usianya 16 tahun, dimana satu tusukan jarum pentul akan menempatkan puteri dalam tidur abadi. Stress yang terpendam sekilas tak nampak seperti apapun, namun ketika meledak maka habis sudah energi, baik dari segi fisik maupun psikologis.

Suku di Indonesia, sama hal dengan keturunan asia lainnya sangat menjunjung kontrol emosi. Artinya, seseorang dituntut untuk tidak menunjukkan ekspreksi marah, cemas, dan kesal dengan gamblang. Dampak stres ibu hamil yang terus terpendam tanpa ada media pelepas akan sangat berbahaya. Tidak hanya bagi bunda, namun akibat stres pada janin bisa saja muncul dalam taraf yang cukup bikin geleng – geleng kepala.

Susan Andrews PhD, seorang neuropsikologis atau pakar psikologis jaringan otak (neuron), membahas stres ibu hamil dalam bukunya stress Solutions for Pregnant Moms: How Breaking Free From Stress Can Boost Your Baby’s Potential (solusi stress untuk bunda mengandung: bagaimana melepas stress mendorong potensi bayi anda). Menurut dokter Susan, memang ada kaitan antara stress dengan perkembangan janin.

Tidak banyak orang sadar dirinya stress, dan justru semakin tidak terasa akan semakin berbahaya. Awalnya otak akan menyadari adanya perasaan tak nyaman dalam hati, namun seiring dengan keterbatasan pelepasan rasa negatif tersebut, pikiran jadi apatis terhadap adanya tumpukan stress tak diinginkan. Individu dengan level stress tinggi cenderung bersikap biasa namun akan bereaksi berlebihan terhadap suatu masalah sekecil apapun.

Jangan salah, meski pikiran sudah bersikap apatis, bukan berarti tubuh cuek bebek. Badan manusia secara otomatis menyalakan sinyal SOS guna menyadarkan individu akan masalah dalam dirinya, walau masalah mental sekalipun. Susan Andrews PhD menekankan gangguan kehamilan sebagian besar dipicu oleh manajemen stress yang buruk.

Ahli kandunagan, Ann Borders, MD, MPH, MSc mendukung pernyataan dokter Susan. Memang, pada saat bunda stress, terdapat respon tubuh berupa rasa panas di dada, mual, muntah, pusing, dan semacamnya. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan banyak bayi terlahir premature, dan berat badan tidak normal pada bunda yang tidak mampu mengontrol rasa stress. Tentu, tak perlu dijelaskan bahwa stress bisa berdampak lebih pada perkembangan janin.

Stress pada tahap kronis, tidak hanya mempengaruhi janin namun juga bayi itu sendiri. Kalau bunda stress, lantas perkembangan janin terganggu, tentu otak bayi tidak terbentuk sempurna ketika dirinya lahir. Kesulitan menangkap pelajaran, mempelajari bahasa dan gerak tubuh sangat berhubungan erat dengan otak yang mengalami hambatan saat masih berada dalam kandungan.

Riset, dan penelitian terus dijalankan guna menemukan hubungan pasti pada tahap seperti apa stress benar – benar mempengaruhi janin atau bahkan bayi. Sejauh ini, penelitian hanya bisa menyatakan bahwa stress sangat berbahaya bagi bunda dan janin. Terlepas, dari efek yang terjadi, sangat disarankan bunda manapun menghindarkan diri dari stress.

Manusia selalu mencari solusi dari perasaan – perasaan tidak menyenangkan. Game, misalnya, banyak diciptakan untuk mengatasi keinginan yang tak terlampiaskan. Olah raga semacam Yoga, juga bertujuan menyeimbangkan emosi yang ada dalam tubuh. Masih ribet mau Yoga atau malas main game ? Ilmu pernafasan juga telah digunakan untuk mengurangi tekanan tubuh.

Kalau memang bunda sedang mengalami perasaan tidak menyenangkan, tenang saja. Tidak ada yang salah dengan rasa tertekan, dan sangat sulit menghindar. Stres ibu hamil sebetulnya sah – sah saja selama tahu bagaimana cara menghadapi tantangan berupa stress itu sendiri.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *