Balita Sudah Berusia 2 Tahun? Terapkan Metode WWL Ya Bu

 

susu friso
Friso Indonesia

Ibu tahu apa itu WWL? Ini adalah singkatan dari weaning with love. Artinya menyapih dengan cinta. Lebih mudahnya, ini merupakan metode menyapih tanpa paksaan.

Metode ini sangat efektif ketika ibu mulai ingin menyapih si kecil. Ketika usianya sudah mencapai 2 tahun, tentu saja itu adalah waktu yang tepat untuk menyapih.

Sayangnya, menyapih itu bukan hal yang mudah. Banyak ibu yang tidak sabar dan akhirnya menggunakan cara yang sedikit kurang tepat seperti mengoleskan daun yang rasanya pahit pada puting supaya balita mereka tidak lagi mau minum ASI.

Tahukah ibu cara tersebut bisa berdampak kurang baik bagi balita? Seharusnya orang tua menerapkan metode WWL agar balita dengan suka rela tidak mau minum ASI lagi.

 

Tantangan atau Hambatan

Menerapkan metode WWL ini bukan tanpa hambatan. Yang pasti, ibu harus bersabar dan konsisten dalam menerapkan WWL ini.

Ada yang berhasil hanya dalam hitungan hari saja. Ada juga yang baru berhasil setelah satu minggu hingga hitungan bulan. Kuncinya, ibu harus konsisten dan sabar.

Tantangan yang akan ibu hadapi adalah balita sering rewel. Hal ini disebabkan ia terbiasa minum ASI langsung dari payudara ibu sementara ketika ibu menerapkan metode WWL, maka ibu secara tidak langsung melarang hal tersebut.

Rewel dan menangis di malam hari itu hal yang sangat wajar, terutama ketika balita akan tidur. Namun, dengan menggunakan WWL ini, diharapkan balita akan segera mau untuk tidak lagi minum ASI.

 

Langkah Menerapkan WWL

Pada intinya, WWL ini diterapkan untuk meminimalisir hal yang kurang menyenangkan dirasakan oleh balita. Yang pasti, ibu akan menghindari cara menyapih yang dilakukan oleh kebanyakan orang tua pada zaman dahulu seperti mengoleskan obat merah atau daun yang rasanya pahit pada payudara.

Berikut ini langkah-langkah yang ibu harus lakukan.

  • Memberitahu Balita

Mungkin saja balita ibu tidak memberikan respon ketika ibu berkomunikasi dengannya. Akan tetapi, dia pasti mendengar dan memahami apa yang ibu katakan.

 

Dalam hal ini, ibu bisa mulai dengan memberitahu bawasannya ia sudah besar dan tidak boleh lagi minum ASI. Katakan terus menerus hingga balita mengerti apa yang ibu katakan. Setiap kali ia minum ASI, katakan kalau ia sudah besar.

 

  • Bertahap

Sangat sulit untuk melarang si kecil minum ASI secara langsung. Namun, ibu bisa melaukannya secara bertahap. Mungkin ibu hanya memberikan ASI sekali atau dua kali saja setiap hari.

 

Ibu bisa mengatakan jika minum ASI nya untuk malam hari saja, tidak di siang hari kepada balita ibu.

 

  • Alihkan Dengan Yang Lain

Tentu saja ibu tidak hanya bisa melarang si kecil untuk minum ASI. Ibu harus mengganti dengan yang lain.

 

Ibu bisa memperbanyak makanan padat. Dan berikan susu Friso dengan menggunakan gelas. Hindari menggunakan botol susu karena semakin sering ibu memberikan susu balita dengan botol susu maka semakin sulit juga ibu bisa menyapih si kecil.

Itulah beberapa hal yang perlu ibu lakukan untuk menerapkan metode WWL. Mudah, bukan? Hanya saja, pada penerapannya, ibu harus melakukan improvisasi. Yang paling sulit adalah bagaimana memberitahu si kecil bawasannya ia tidak boleh minum ASI lagi. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami sehingga anak ibu tidak mau lagi minum ASI.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *