Bantu Si Kecil Belajar Puasa Ramadhan Dengan Susu Pertumbuhan Anak 6 Tahun

susu pertumbuhan anak 6 tahun
www.ibudanbalita.com

Ayah dan bunda kini pasti sedang menjalankan ibadah puasa bila memang diberi kemampuan. Si kecil ikut penasaran, dan ingin mencoba berpuasa bersama. Bantulah si kecil belajar dengan susu pertumbuhan anak 6 tahun dicampur madu.

Kedatangan bulan Ramadhan memang layak dijalani dengan bahagia. Melihat wajah orang tua dan lingkungan berseri cerah bikin anak – anak ingin ikut menjalankan puasa, sungguh membanggakan ayah dan bunda. Tidak ada yang salah dengan memulai mengajak anak puasa baik kemauan dirinya sendiri maupun bujukan dari ayah dan ibu selama tahu hukumnya.

Dalam tradisi Islam, anak – anak memang diperbolehkan memberi semangat agar anak mau berpuasa. Kendati demikian, hukumnya tidak wajib. Tujuan dari anak berpuasa di usia dini adalah menyiapkan mereka ketika menginjak dewasa. Hal yang serupa ditujukkan pada kewajiban sholat 5 waktu setiap harinya, dimana anak umur 7 sampai 10 tahun mulai belajar walaupun belum dosa baginya kalau tidak menjalankan sholat.

Seorang anak dinyatakan wajib menjalankan puasa ketika mencapai usia akil baligh. Umumnya, dari sudut pandang biologis, akil baligh ditandai dengan datang bulan bagi perempuan dan mimpi basah bagi kaum pria. Kendati demikian, seorang anak dibawah umur 7 tahun sekalipun tidak dilarang mulai belajar puasa. Hukum menjadi haram, jika kondisi fisik seorang anak memang tidak mampu untuk berpuasa. Orang tua harus benar – benar memperhatikan kesehatan si kecil di bulan Ramadhan.

Dari jaman dahulu kala, Allah sudah menyuruh manusia untuk senantiasa belajar. Perkembangan ilmu modern sekarang menyebabkan seorang anak bisa ditingkatkan kesehatannya melalui perawatan yang tepat. Pada topik puasa anak umur 6 tahun, kesehatan anak dijaga dengan bantuan susu madu untuk si kecil. Suatu resep mudah namun berdampak besar.

Banyak orang mengira susu madu hanya minuman manis saja. Salah besar ! Madu bukan sekedar gula. Konsep salah yang sering beredar adalah anggapan bahwa madu hanya bentuk lain dari gula sirup, padahal tidak demikian. Gula yang biasa digunakan menggunakan komponen glukosa sebagai dasarnya, sedangkan buah dan juga madu memiliki komponen fruktosa.

Pandangan orang awam mungkin mengatakan taka da bedanya, walau secara medis berkata lain. Masing masing jenis gula tersebut dicerna dengan cara berbeda. Fruktosa, yang ada dalam madu, mampu membakar stamina lebih lama dibanding bentuk gula lain. Gampangnya, sukrosa dan glukosa sangat mudah dicerna, sehingga saat mengkonsumsi gula, tingkat gula darah meningkat sesaat. Ketika tubuh mendapati fruktosa, waktu cerna jauh lebih lama dibanding komponen lain.

Stamina seperti yang telah diketahui secara awam, merupakan daya energi seseorang. Bila manusia ibarat gadget maka stamina bekerja seperti baterai. Ketika baterai lemah, tubuh seketika lemas dan tak berdaya. Hal inilah yang membuat tubuh terasa lemas saat tidak makan dalam waktu lama. Madu, akan sangat membantu tubuh bertahan jauh lebih lama dibanding mereka yang tidak mengkonsumsi madu sama sekali.

Meskipun anak – anak tidak mengenal rasa capek, tubuh si kecil berkata lain. Sekilas memang kelihatannya bersemangat. Hal ini harus diimbangi dengan asupan energi yang cukup sebelum dirinya buka puasa. Menghidangkan susu dengan campuran madu pada saat sahur dan berbuka, bila anak puasa setengah hari, bisa menjaga kesehatan anak tetap pada level stabil. Ayah bunda tidak perlu khawatir ketika dirinya terus – terusan aktif bergerak.

Bicara mengenai sahur, namanya bangun di pagi hari itu gampang – gampang susah. Lelah di siang hari tentu sudah biasa pula. Ada hal yang perlu diingat, bahwa jam tidur sangat menentukan bagi anak – anak. Bangun untuk sahur bagi anak yang bersemangat tentu gampang, masalahnya jam tidur dan bangun terkadang tidak terkontrol.

Anak yang tidur terlalu malam, entah karena memang sulit diajak ke alam mimpi atau terdapat kerusakan jam tidur. Manapun itu, keinginan sahur untuk puasa yang tidak diimbangi waktu tidur cukup bisa merusak pertumbuhan anak di umur 6 tahun tersebut. Orang tua harus memastikan keseimbangan bangun dan tidur terjaga, puasa tujuannya ibadah dan sehat bukannya membuat badan sakit.

Solusi tidur terjaga juga terletak pada susu madu. Khasiat susu madu tidak hanya berhenti pada stamina namun juga membuat tubuh rileks. Dari abad lalu, susu dan madu memang telah dikenal sebagai penenang diri, sehingga mengobati ketidak beraturan jam tidur individu. Mencampurkan susu dan madu bersamaan tentu memudahkan perbaikan jam tidur dan bangun di kala Ramadhan.

Namanya juga susu pertumbuhan tentu ada efek berkembang. Ya, susu dan madu memang kombo yang patut diberi tepuk tangan. Kandungan kalsium pada susu tidak perlu lagi dipertanyakan. Penelitian terakhir berhasil membuktikan bahwa madu mampu mempercepat tubuh dalam penyerapan kalsium. Asal tahu saja, terpenuhinya kalsium bisa mencegah tulang anak mengalami kelainan yang tidak diinginkan di masa depan.

Madu, makanan yang disarankan oleh Nabi Muhammad SAW memang bukan isapan jempol belaka. Stamina anak terjaga selama berpuasa, mudah tidur untuk sahur, dan menguatkan tulang, terlebih jika dicampurkan dengan susu pertumbuhan. Berita baiknya, orang tua sudah bisa menemukan susu pertumbuhan anak 6 tahun yang sudah mengkemas keduanya menjadi satu tanpa repot!

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *