Banyak Yang Tahu Tapi Tidak Paham Pentingnya Peran Orang Tua Terhadap Anak

stimulasi kemampuan anak
www.friso.co.id

Apa itu peran orang tua terhadap anak? Jawabannya bisa sangat panjang sekali. Namun, ada penjelasan sederhana. Orang tua itu berperan sebagai orang tua, sahabat, dan guru. Banyak sekali perannya? Tentu saja banyak sekali.

Makanya, para psikolog anak mengatakan karakter anak itu sangat dipengaruhi bagaimana kondisi keluarga di mana ia tinggal. Itu artinya, pengaruh orang tua terhadap kepribadian anak itu sangat besar.

Sayangnya, banyak orang tua yang tidak menyadari hal tersebut. Betul mereka tahu pentingnya peran orang tua untuk anak tapi tidak menyadarinya. Lihat saja bagaimana orang tua justru lebih fokus mencarikan sekolah yang terbaik. Padahal, sekolah yang terbaik adalah keluarga. Dan guru terbaik adalah mereka sendiri sebagai orang tua.

Ada juga orang tua yang justru sibuk dengan urusannya sendiri. Tentu bisa dipahami ketika orang tua bekerja anak bisa dijaga oleh seorang baby sitter. Tapi, ketika ada di rumah, banyak orang tua yang tetap tidak memberikan waktu untuk menjaga sang buah hati mereka sendiri. Apa itu dikatakan paham dengan perannya sebagai orang tua?

Agar membuat setiap orang tua tahu pentingnya memahami peran orang tua untuk sang buah hati, berikut ini penjelasan selengkapnya.

Perbedaan Peran Ayah dan Ibu Dalam Perkembangan Anak

Tidak ada yang bisa menggantikan orang tua. Sekalipun ibu memilih guru terbaik, orang tua tetap seharusnya menjadi guru yang terbaik. Karena kebanyakan waktu dihabiskan anak di dalam rumah. Dan selama itu pula anak belajar dengan cara meniru apa saja yang orang tua lakukan. Mungkin ibu tidak menyadari hal tersebut. Padahal, setiap gerak gerik serta perkataan yang keluar dari mulut orang tua itu bisa ditiru oleh anak.

Makanya, banyak orang yang ketika melihat anak nakal mereka langsung men judge bahwa orang tuanya yang menyebabkan hal tersebut.

Makanya penting sekali bagi kedua orang tua tahu peran masing-masing.

  • Peran Ayah Terhadap Anak

Ada hal yang bisa dilakukan oleh seorang ayah namun tidak bisa dilakukan oleh seorang ibu yang bisa ditularkan kepada anak. Ini berdasarkan penelitian ilmiah.

Salah satunya adalah sebuah kenyataan bahwasannya seorang ayah bisa mengajarkan anak bagaimana memecahkan masalah. Makanya, anak usia sekolah, yaitu sekitar usia 3 tahun sebaiknya mendapatkan waktu yang intens bersama seorang ayah. Keterlibatan seorang ayah dalam pengasuhan anak bisa membuat anak terbiasa dan mampu untuk menyelesaikan masalah yang sedang ia hadapi.

Lebih dari itu, peran ayah ternyata sangat signifikan terhadap kepercayaan diri anak. Fakta ilmiah menunjukkan bahwa ayah bisa memberikan rasa aman kepada anak. Karena itulah anak akan merasa percaya diri.

Dan masih banyak lagi peran ayah terhadap anak lainnya. Maka dari itu, seorang ayah harus terlihat dalam pengasuhan. Dan ketika seorang ayah terlibat, maka ia tahu pentingnya peran orang tua terhadap perkembangan anak.

  • Peran Ibu Terhadap Anak

Lain ayah, lain juga ibu. Seorang wanita lebih penyayang dan lembut. Makanya, jika ditanya apa peran seorang ibu untuk tumbuh kembang anak, jawabannya adalah rasa kasih sayang. Anak menjadi penyabar dan bisa menunjukkan empati kepada orang lain. Semua itu yang mengajarkan adalah seorang ibu.

Namun, bukan itu saja. Menurut servey, seorang ibu juga lebih mempengaruhi skill atau kemampuan verbal anak. Makanya, ibu harus melakukan koreksi diri jika ternyata anak ibu sampai saat ini belum bisa juga berbicara. Padahal, anak lainnya yang seumuran sudah mulai bisa bicara. Ada kemungkinan ibu tidak sering mengajarkan atau mengajak anak bicara.

Jadi, mana yang berperan lebih penting? Keduanya memiliki peran masing-masing. Jadi, jelas mengapa peran kedua orang tua terhadap anak begitu penting.

Akibat Terburuk Anak Karena Perceraian Orang Tua

Seperti yang sudah ibu ketahui tentang penjelasan peran ayah dan ibu untuk tumbuh kembang anak, ibu bisa membuat kesimpulan keduanya saling melengkapi. Ada hal yang bisa dipengaruhi oleh ayah namun tidak oleh ibu. Begitu juga sebaliknya.

Maka, sangat disayangkan jika ada pasangan suami istri yang memutuskan untuk bercerai. Tentu itu hak mereka. Dan pasti mereka memiliki alasan yang kuat mengapa perceraian harus mereka pilih. Padahal, membuat keputusan untuk bercerai bukanlah hal yang mudah.

Terlepas dari itu semua, yang harus diperhatikan adalah bagaimana perkembangan anak nanti. Pasti sudah banyak pakar psikologi anak yang menjelaskan banyak sekali dampak buruk terhadap anak ketika orang tuanya memutuskan untuk bercerai. Namun, ada dampak yang paling buruk, yaitu anak sulit untuk menstabilkan suasana hati.

Ibu bisa lihat banyak anak yang orang tuanya bercerai tumbuh menjadi anak yang nakal. Itu awalnya disebabkan ketidakmampuannya untuk menstabilkan emosi. Anak cenderung melakukan sesuai secara emosional dan tidak mampu memilih mana yang baik dan mana yang buruk.

Dampak buruk inilah yang seharusnya dipikirkan oleh orang tua yang akan bercerai. Semoga saja dengan mengetahui dampak buruk ini, maka perceraian tidak dilakukan.

Apapun itu, keluarga yang utuh itu jauh lebih daripada keluarga yang kehilangan salah satu anggotanya, entah itu ayah atau ibu. Makanya, banyak orang hebat yang lahir dari keluarga yang bahagia karena orang tersebut memiliki orang tua, sahabat, serta guru terbaik di dunia, yaitu kedua orang tuanya sendiri. Dan kedua orang tua tersebut memahami pentingnya menjalankan peran orang tua terhadap anak.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *