Batalkan Puasa jika Ada Tanda-Tanda Kesehatan Wanita Hamil Memburuk

kesehatan wanita hamil
Ibu dan Balita

Bolehkah seorang ibu hamil tidak ikut berpuasa? Tentu saja boleh. Ada ketentuan Fikih yang memperbolehkan seorang wanita hamil tidak ikut menjalankan ibadah puasa. Jika dikarenakan takut membahayakan janin, maka ibu hamil tersebut cukup membayar fidyah saja.

Hanya saja, tidak sedikit ibu hamil yang tidak mau menyia-nyiakan momen puasa ini. Mereka juga ingin mendapatkan berkah dari bulan suci ini. Tidak sempurna jika saat bulan Ramadhan tiba justru mereka tidak menjalankan puasa.

Mungkin hal itu pula yang ibu rasakan. Ibu sedang hamil tapi tidak ingin melewatkan bulan puasa begitu saja tanpa ikut menjalankan ibadah puasa.

Sebenarnya ada keringanan di mana ibu tidak perlu berpuasa. Hanya saja, jika ibu merasa kuat untuk menjalankan ibadah puasa ketika masa kehamilan, silakan saja ibu berpuasa. Namun, jika ada tanda-tanda yang sepertinya mengganggu kesehatan wanita hamil, maka ibu sebaiknya segera membatalkan puasa.

Tanda-Tanda Sebaiknya Ibu Batalkan Puasa

Tentu saja ada alasan kenapa sebaiknya ibu membatalkan puasa. Jika kesehatan ibu menurun, ibu harus segera membatalkan puasa. Karena kesehatan ibu sangat berpengaruh terhadap kesehatan janin di dalam kandungan.

Seperti contoh saat ibu sering muntah di pagi hari atau yang sering disebut dengan morning sickness, maka sebaiknya batalkan saja puasa ibu. Muntah berarti semua makanan yang ibu konsumsi pada waktu sahur ibu keluarkan semua. Bagaimana ibu dan janin di dalam kandungan mendapatkan nutrisi jika makanan ibu muntahkan?

Akan lebih baik jika ibu batalkan puasa. Jangan sampai karena kekurangan gizi perkembangan janin akan terganggu.

Selain muntah, ada juga kondisi kesehatan tertentu di mana seorang ibu hamil disarankan untuk tidak berpuasa seperti contoh gula darah turun. Pada kondisi seperti ini, ibu akan merasakan lemas yang luar biasa. Pada saat itulah kesehatan ibu hamil akan menurun yang juga bisa berakibat buruk bagi janin di dalam kandungan.

Jika ibu menderita gangguan kesehatan berbahaya lainnya seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, sebaiknya ibu juga batalkan puasa. Penyakit tersebut sering membuat kesehatan ibu hamil justru semakin menurun jika ibu tetap berpuasa. Karena hanya dengan mendapatkan nutrisi yang banyak, penyakit tersebut bisa diatasi.

Ibu harus ingat momen puasa itu satu bulan penuh. Ibu tidak boleh mengorbankan kesehatan ibu dan janin hanya untuk menjalankan ibadah puasa. Toh sudah ada rukhsoh atau keringanan yang diberikan khusus kepada wanita hamil seperti ibu. Karena pada dasarnya puasa itu bukan untuk membuat kerugian bagi yang menjalaninya. Oleh sebab itulah ada keringanan di mana saat kondisi tertentu seperti saat hamil, ibu boleh memilih untuk mengambil rukhsoh, yaitu tidak berpuasa.

Saat Hamil Tetap Berpuasa

Saat kehamilan muda, mungkin ibu tidak akan merasa terlalu berat untuk berpuasa. Hanya saja, ibu juga tetap harus menjaga kesehatan kehamilan.

Jika kekeuh ingin tetap berpuasa, maka ibu harus cermat dalam memilih menu makanan. Saat berbuka puasa, pastikan ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi, bukan hanya gorengan. Jangan lupa juga minum susu.

Setelah tarawih, ibu bisa mengkonsumsi cemilan yang bergizi. Ini dibutuhkan untuk memastikan tubuh ibu mendapatkan nutrisi yang cukup. Lalu ketika sahur, ibu juga harus menyiapkan menu makanan yang kaya nutrisi seperti sayuran, daging, dan juga susu.

Jika ibu cermat dalam memilih menu berbuka, cemilan, dan sahur, maka ibu bisa saja ikut berpuasa seperti yang lainnya tanpa mengganggu kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *