Bayi 9 Bulan Belum Tumbuh Gigi? Makanan Terbaik Apa Yang Bisa Diberikan? Cek Jawaban Disini!

bayi 9 bulan belum tumbuh gigi
balitapedia.com

Tumbuh gigi pada bayi bisa dibilang loncatan besar pertama yang dilakukan selama masa pertumbuhan. Sebagai alat alami tubuh untuk mengkunyah, pertahan tubuh, dan kecantikan atau ketampanan diri, gigi tentu bagian yang cukup dinanti. Kekhawatiran bisa timbul kala bayi 9 bulan belum tumbuh gigi, terlebih jika bayi lain di sekeliling ayah bunda sudah memamerkan kilau giginya.

Apakah kondisi bayi termasuk normal? berikut jawaban seputar keterlambatan tumbuh gigi pada bayi:

Gigi bayi termasuk anggota tubuh yang diam – diam mengejutkan. Semenjak bayi lahir, cikal bakal gigi bersemayam dalam gusi menunggu akar semakin kuat sehingga mampu menyeruak ke permukaan gusi. Menurut dunia medis sendiri, rata – rata bayi mendapati gigi pertama di usia ke enam bulan, bahkan pada beberapa kasus langka, beberapa bayi terlahir dengan gigi pertama.

Keterlambatan pertumbuhan gigi dibanding rata – rata bukan hal yang harus dikhawatirkan. Batas tumbuh gigi bayi terlambat bukan di usia 9 bulan melainkan usia delapan belas bulan. Kadang, bayi memerlukan waktu hingga 13 bulan sebelum gigi pertama siap hadapi dunia. Selama bayi belum delapan belas bulan terlambat tidak ada yang harus menjadi beban pikiran.

Sikap buru – buru ingin melihat gigi pertama anak banyak ditunjukkan oleh orang tua yang suka besar rasa. Terlalu banyak membaca mengenai ciri tumbuh gigi pertama bisa melambungkan harapan ketika si kecil memunculkan barang satu gejala tumbuh gigi saja. Kesabaran menjadi kunci utama bagi bayi yang mengalami keterlambatan tumbuh gigi. Memaksa bayi walau hanya raut muka kecewa bisa berdampak buruk pada psikologis dan makin menghambat pertumbuhan.

Bunda dan ayah pasti sudah cukup paham bahwa bayi siap melepas diri dari air susu ibu ketika usia menginjak 6 bulan. Tidak berarti bayi ogah minum air susu bunda, hanya saja perut si kecil kian membesar sehingga pemberian air susu ibu tidak lagi cukup memenuhi kebutuhan. Mulai konsumsi makanan padat di luar susu sudah menjadi kewajiban. Kebutuhan nutrisi bayi harus didukung eksternal, toh, tidak selamanya bayi akan tumbuh hanya dengan air susu bunda.

Tidak banyak perbedaan antara kebutuhan gizi bayi dengan gigi susu maupun bayi yang belum memiliki gigi satupun. Jenis penanganan yang memisahkan antara satu bayi dengan yang lain. Beberapa makanan tentu tidak cocok untuk dikonsumsi bayi tanpa gigi, meski demikian orang tua harus memikirkan alternatif terbaik agar bayi tetap bisa makan sendiri meski gigi susu belum muncul satupun di usia 9 bulan ini.

Daftar menu makanan bayi tanpa gigi secara garis besar serupa dengan bayi lain. Elemen sayur, buah, nasi, susu, dan daging tetap masuk daftar 5 sehat 4 sempurna bagi bayi. Mengacaukan keseimbangan tersebut bukan ide yang baik malah justru bisa membahayakan kesehatan si kecil. Selama orang tua bisa memberi hidangan yang pas, ada atau tidaknya gigi tidak menjadi masalah.

Salah satu tantangan saat menyusui adalah gigitan bayi yang bisa menimbulkan rasa sakit berlebihan. Banyak bunda menyukai sesi pemberian air susu ibu ketika malaikat kecilnya belum memiliki gigi. Kalaupun, bunda ingin memberikan susu dalam botol, kemungkinan besar bunda harus mengajari terlebih dahulu menyedot tanpa gigi yang lebih licin dibanding ketika ada gigi. Jangan berikan susu murni, melainkan campur sedikit dengan air susu ibu ketika si kecil dibawah 2 tahun.

Daging Sapi, ayam, kambing, atau hewan lainnya sangat diperlukan untuk perkembangan si kecil. Protein, dan zat besi dalam produk hewani adalah 2 bahan dengan peran penting dalam pertumbuhannya. Jangan lupa bahwa tekstur daging cukup keras dan sulit dikunyah tanpa kehadiran gigi. Orang tua harus pintar – pintar mencari alternatif protein dan zat besi.

Vegetarian merupakan orang yang menganut gaya hidup tanpa memakan daging, menjadikan mereka kreatif dalam mencari subtitusi. Orang tua bisa ‘contek’ menu makanan vegetarian untuk memenuhi gizi si kecil. Tahu, misalnya, termasuk pengganti daging yang cukup baik walau harus konsultasi dokter terlebih dulu.

Kalau tiap orang tua bisa mendapatkan seribu rupiah tiap kali mengingatkan anak untuk menghabiskan sayur, pasti keuangan keluarga bisa tambah sejahtera. Sayur memang makanan menyehatkan hanya saja banyak dimusuhi oleh anak – anak entah warna gelapnya tidak mengundang selera atau bagaimana. Tidak perlu dijelaskan lebih lanjut mengenai perang antar sayur dan anak, yang perlu diingat adalah sayur mana yang cocok untuk si kecil.

Buah, tetangga sayur, nasibnya jauh lebih beruntung. Keragaman rasa pada buah menjadikan posisinya masih bisa ‘nyelip’ di hati para bayi. Sama halnya dengan sayur, keduanya memiliki ‘anggota keluarga’ dengan tekstur keras. Umumnya bayi akan menyenangi tekstur renyah, hanya saja bayi tanpa gigi tidak mampu melakukannya. Pastikan sayur dan buah pilihan orang tua tidak memiliki tekstur yang dimusuhi si kecil.

Terakhir tapi bukan berarti tidak penting ada pada nasi. Berbeda dengan bahan lain, nutrisi pada nasi biasanya berpadu padan dengan bahan lain seperti daging. Karbohidrat dalam nasi merupakan sumber energi terbaik. Bayi tanpa gigi harus berhati – hati dengan nasi yang cukup lengket. Memasak nasi hingga benar – benar empuk, atau membeli bubur penuh nutrisi untuk bayi 9 bulan tumbuh gigi bisa menjadi keputusan yang cukup bijak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *