Bayi Lahir Prematur. Salahkah Ibu?

tahun-pertama-si-kecil-usia-1-bulan
www.friso.co.id

Kebanyakan orang akan menyalahkan seorang ibu jika bayi lahir dalam keadaan prematur. Ibu tidak pintar dalam menjaga kesehatan, tidak mau mengkonsumsi makananan yang bergizi, dan lain sebagainya.

Pada kenyataannya, bayi yang lahir prematur bukan sepenuhnya kesalahan ibu. Karena memang banyak sekali faktor penyebabnya.

Dan dalam hal ini, faktor penyebab bayi lahir prematur tidak boleh ditiadakan.

Faktor Usia

Banyak sekali kasus di mana bayi harus dilahirkan dan dalam keadaan prematur lantaran bu yang mengandung masih berusia sangat muda. Hal inilah yang membuat banyak orang berpesan agar wanita yang usia di bawah 20 tahun sebaiknya tidak menikah dulu. Dikhawatirkan ia harus hamil dan melahirkan di usia yang relatif masih sangat muda.

Usia yang sangat mudah berarti rahim pun sebenarnya belum benar-benar siap untuk mengandung. Akibatnya, perkembangan bayi pun kurang optimal dan kebanyakan bayi tersebut harus lahir secara prematur.

Meskipun demikian, hal ini tidak lantas semua wanita muda akan memiliki bayi prematur. Ukurannya ada pada kesiapan rahim. Jika rahim sudah siap, maka bayi pun akan lahir normal walaupun usia ibu hamil tersebut masih di bawah 20 tahun.

hanya saja kebanyakan wanita hamil di bawah 20 tahun akan memiliki bayi prematur.

Faktor Psikologi

Ternyata, tidak hanya faktor fisik atau kesehatan saja yang membuat bayi lahir prematur. Faktor psikologi juga bisa berpengaruh.

Wajar ya jika seorang ibu hamil khawatir. Kekhawatiran tersebut bisa disebabkan karena ketakutan jika tidak bisa menjaga kehamilan, takut jika tidak bisa merawat bayi ketika lahir nanti, dan lain sebagainya.

Namun, kekhawatiran yang berlebihan akan membuat bayi bisa lahir prematur. Hal ini lantaran kekhawatiran tersebut membuat kesehatan seorang ibu hamil kurang baik dan keadaan tersebut tentu saja berpengaruh terhadap kesehatan bayi di dalam kandungan.

Jadi, mungkin saja faktor psikologi tersebut mengakibatkan bayi harus dilahirkan secara prematur.

Itulah mengapa seorang ibu hamil sebaiknya menjaga pikirannya agar tidak stres. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghindari stres saat hamil seperti yang dijelaskan di www.friso.co.id.

Terjadi Infeksi

Kurang tepat jika menganggap bawasannya bayi prematur itu disebabkan oleh ibu. Pasalnya, ada hal yang di luar kontrol seorang ibu hamil. Terjadinya infeksi, misalnya.

Bisa juga terjadi infeksi di dalam air ketuban. Atau bisa juga infeksi tersebut terjadi pada selaput di mana bayi ibu dibungkus. Infeksi seperti itulah yang menurut ahli medis menjadi penyebab ketuban pecah dan akhirnya bayi harus dilahirkan walaupun belum waktunya lahir atau secara prematur.

Terlepas dari itu semua, jika akhirnya ibu memiliki bayi prematur, ibu harus memberikan perawatan yang ekstra. Jika diperlukan, ibu bisa meminta bantuan dari tenaga medis di rumah sakit agar memberikan perawatan kepada bayi prematur yang sudah ibu lahirkan.

Hal tersebut sangat penting mengingat bayi prematur rentan sekali meninggal. Pasalnya, bayi prematur belum memiliki organ yang sempurna sehingga harus keluar dari rahim.

Selain itu, ibu juga harus memberikan lebih banyak ASI lantaran bayi tersebut hanya membutuhkan ASI untuk bisa memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Dengan demikian, ia akan terhindar dari penyakit yang mudah menyerang tubuhnya yang masih lemah.

Informasi mengenai cara merawat bayi prematur bisa ibu dapatkan di situs Friso. Atau, ibu juga bisa konsultasi dengan dokter anak secara online melalui situs tersebut.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *