Bayi Tabung Tidak 100% Aman

melakukan bayi tabung
www.ibudanbalita.com

Banyak orang yang menganggap bayi tabung ini sangat aman. Hal ini disebabkan sel telur dibuahi di dalam tabung, Ketika sudah menghasilkan embrio, embrio tersebut kemudian dimasukkan ke dalam rahim.

Sekilas sangat sederhana dan aman. Seolah-olah yang diperlukan selanjutnya adalah menunggu layaknya kehamilan normal lainnya.

Akan tetapi, pada kenyataannya ada beberapa resiko yang bisa terjadi. Ini yang tidak banyak orang ketahui.

Risiko Bayi Tabung

Setidaknya ada 4 risiko buruh yang harus diantisipasi jika ibu bersama pasangan memutuskan untuk memilih memiliki anak dengan cara bayi tabung.

1. Kehamilan Ektopik

Ini merupakan kehamilan di mana janin tidak berkembang di dalam rahim namun menempel pada rahim bagian luar. Masyarakat awam sering mengatakan sebagai hamil di luar kandungan.

Jika hal ini terjadi, sangat tinggi kemungkinan di mana ibu harus merelakan janin tersebut. Pasalnya, janin bisa tidak berkembang dengan optimal dan akhirnya dokter akan menyarankan agar mengangkat bayi tersebut.

Jadi, bisa dikatakan bayi tabung yang ibu lakukan gagal. Meskipun memang ada banyak cara agar kehamilan ektopik ini bisa dihindari. Banyaknya kasus di mana seorang ibu mengalami kehamilan ektopik membuat pakar kesehatan ibu hamil memberikan saran medis tentang apa yang harus dilakukan. Tujuannya agar hal buruk ini tidak terjadi.

Beberapa saran medis tersebut terkait dengan langkah pencegahan yang juga terkait dengan tips kehamilan seperti yang sudah dijelaskan di www.ibudanbalita.com.

2. Stress

Sudah dijelaskan prosedur bayi tabung secara ringkas, yaitu sel telur diambil dan kemudian dipertemukan dengan sperma dan akhirnya muncullah embrio. Baru kemudian embrio tersebut dimasukkan ke dalam rahim.

Namun, prosedurnya sebenarnya tidak sesederhana tersebut. Karena kehamilan ini lebih banyak ada campur tangan tenaga ahli medis, maka diperlukan pengecekan yang begitu ketat. Mungkin ibu harus konsultasi kehamilan lebih intens daripada ibu hamil normal lainnya. Dan ibu harus siap untuk sama sekali tidak mengkonsumsi makanan yang membahayakan bayi di dalam kandungan.

Hal inilah yang terkadang membuat ibu hamil merasa stress. Bayi tabung tidak hanya menguras isi kantong, tapi juga menguras tenaga dan juga emosi.

3. Bayi Lahir Prematur

Ini yang paling dikhawatirkan, yaitu ketika bayi tabung akhirnya harus lahir secara prematur.

Sebenarnya tidak masalah jika bayi terlahir prematur toh sekarang sudah ada alat yang canggih yang bisa digunakan untuk mempercepat perkembangan bayi prematur yang perkembangannya lebih lambat daripada bayi normal.

Risiko terburuk yang mungkin terjadi adalah kesehatan bayi prematur justru menurun dan akhirnya gagal berkembang. Inilah yang sering terjadi. Bayi prematur akhirnya meninggal dunia.

4. Bayi Lahir Dengan Cacat Fisik

Bisa dikatakan bayi tabung itu bayi yang tidak melalui proses alami. Tidak aneh jika apapun yang merupakan campur tangan manusia itu tidak sempurna, bukan? Itu juga yang mungkin terjadi pada bayi tabung.

Bayi bisa saja berkembang kurang baik dan akhirnya lahir dalam keadaan cacat fisik.

Memutuskan untuk melakukan bayi tabung memang bukan keputusan yang salah. Apalagi jika ibu merasa sudah tidak ada cara lain selain melakukan hal tersebut.

Yang perlu ibu lakukan hanyalah menjaga kesehatan ibu dan juga bayi secara ekstra. Hal tersebut perlu dilakukan untuk memastikan risiko buruk yang bisa terjadi bisa dihindari.

Jika ibu masih ragu, ibu bisa konsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu. Kunjungi situs ibu dan balita untuk berkonsultasi secara online.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *