Beberapa Hal Penting Tentang Kelahiran Bayi Prematur Yang Wajib Diketahui

merawat bayi prematur
www.ibudanbalita.com

Setiap orang tua pastinya tidak ingin sampai terjadi kelahiran bayi prematur. Tetapi masa depan tidak ada yang bisa menentukan. Tugas ibu hanya berusaha semaksimal mungkin agar jangan sampai pada saat proses kelahiran bayi nanti prematur.

Setiap orang tua pastinya menginginkan kelahiran bayinya secara lancar. Tetapi terkadang kelahiran bisa terjadi lebih awal dari perkiraan lahir. Ketika bayi sudah lahir sebelum usia kandungan 37 minggu maka bisa dikatakan jika bayi yang dilahirkan adalah prematur.

Fakta Mengenai Bayi Prematur

Menurut statistik dari WHO tahun 2013, kurang lebihnya ada 1.5 juta bayi dilahirkan secara prematur setiap tahunnya di dunia. Dan ternyata jumlah ini terus bertambah setiap bulannya.

Indonesia sendiri ternyata berada di urutan ke-5 dari 10 negara dengan jumlah bayi lahir prematur terbanyak di dunia. Kelahiran seperti ini adalah penyebab utama meningalnya bayi yang baru dilahirkan di bawah usia 4 minggu serta penyebab kedua setelah pneumonia untuk anak usia di bawah 5 tahun.

Karakteristik Dari Bayi Prematur

Pada umumnya, bayi yang lahir prematur memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:

  1. Secara ukuran lebih kecil serta umumnya memiliki berat badan di bawah 2.5 kg.
  2. Memiliki kulit tipis dan juga rapuh.
  3. Banyak lanugo, yaitu rambut halus di tubuhnya.
  4. Suhu tubuhnya lebih rendah.
  5. Memiliki masalah pernapasan.
  6. Dan kurang rileks saat menyedot dan menelan.

Penyebab Dari Kelahiran Bayi Prematur

Pada dasarnya untuk penyebab kelahiran prematur belum diketahui secara pasti. Tatapi kemungkinan besar bisa terjadi pada ibu yang sebelumnya pernah mengalami kelahiran bayi prematur, jarak dari kehamilan sebelumnya kurang dari 6 bulan, kelahiran kembar, aborsi berulang atau mengalami keguguran, infeksi pada ibu hamil, dan juga ibu yang merokok atau ibu yang menggunakan obat-obatan terlarang.

Selain itu penyabab psikologis yang ibu hamil alami juga bisa berpotensi menjadi penyebab kenapa bayi bisa sampai terlahir sebelum waktunya. Misalnya saja suami meninggal.

Komplikasi Bayi Prematur

Dikarenakan bayi sudah terlahir sebelum usia 37 minggu dimanan proses pembentukan pada tubuh belum begitu sempurna, maka komplikasi sangat mungkin bisa terjadi. Jadi ibu jangan kaget.

Masalah utama yang mungkin bisa dialami oleh bayi yang dilahirkan prematur adalah masalah pernapasan. Hal ini dikarenakan paru-paru bayi belum bisa berfungsi dengan baik.

Selain itu, bayi juga bisa mengalami infeksi serta resiko terkena komplikasi jantung, daya tahan (immune system), metabolisme, dan pencernaan. SIDS atau kematian mendadak pada bayi juga kemungkinan bisa terjadi.

Untuk jangka panjangnya, kemungkinan bayi juga bisa mengalami beberapa masalah seperti kognitif, perkembangan psikologis dan perilaku, penglihatan, dan juga pendengaran.

Tips Mencegah Kelahiran Bayi Secara Prematur

Supaya bayi Anda tidak terlahir sebelum waktunya, beberapa tindakan selama masa kehamilan bisa Anda upayakan. Diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Menjaga berat badan ideal

Peningkatan berat badan selama masa kehamilan adalah hal yang sangat wajar terjadi. Kondisi seperti ini disebabkan oleh pengaruh dari hormon kehamilan dan juga perkembangan janin yang ada di dalam kandungan.

Tetapi jika berat badan berlebih ataupun terlalu kurus bisa berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin. Dan berat badan yang terlalu kurus ternyata bisa menjadi salah satu penyebab kelahiran bayi yang prematur.

  1. Menjaga kesehatan mulut

Perlu ibu ketahui bahawa selama masa kehamilan harus senantiasa menjaga kebersihan mulut. Kenapa demikian? Sebab penyakit mulut dan gusi pada saat hamil sangat beresiko menjadi penyabab bayi lahir sebelum waktunya.

Kebersihan mulut terkadang dianggap sebagai hal sepele oleh kebanyakan orang. Padahal sebenarnya kesehatan mulut bisa berpengaruh terhadap kesehatan organ tubuh lainnya. Oleh sebab itu ibu hamil sangat disarankan untuk selalu menjaga kebersihan mulutnya dengan cara selalu rutin menggosok gigi.

  1. Mencukupi kebutuhan nutrisi

Perlu ibu tahu bahwa kebutuhan nutrisi pada saat hami secara otomatis akan meningkat dikarenakan nutrisi dibutuhkan oleh ibu dan untuk perkembangan janin. Oleh sebab itu ibu harus mencukupi kebutuhan vitamin dan juga mineral selama masa kehamilan.

Asam folat adalah salah satu nutrisi yang memiliki peran penting terhadap perkembangan janin dan juga mencegah berbagai kelainan pada janin, seperti halnya cacat atau kelahiran bayi secara prematur.

  1. Rutin mengkonsumsi Air putih

Selalu mencukupi kebutuhan cairan selama masa kehamilan juga sangat penting untuk selalu ibu hamil lakukan. Salah satunya adalah dengan cara rutin mengkonsumsi air putih.

Sebab kekurangan cairan pada saat hamil sangat beresiko dehidrasi sehingga akan memicu kontraksi dan kelahiran bayi sebelum waktunya. Oleh sebab itu, rutin mengkonsumsi air putih sangat disarankan untuk para ibu hamil.

  1. Hindari rokok dan alkohol

Ibu yang sedang hamil sangat disarankan untuk tidak merokok serta mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol. Selain itu ibu hamil juga disarankan untuk selalu menjauhi lingkungan perokok. Gaya hidup tidak sehat selama masa kehamilan selain akan mengganggu kesehatan ibu hamil hanya akan menjadi pemicu bayi dilahirkan prematur.

  1. Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan

Pada dasarnya pemeriksaan secara rutin bisa meminimalisir berbagai resiko yang terjadi pada kehamilan. Oleh sebab itu, ibu hamil sangat disarankan untuk selalu memeriksakan kandungan setiap bulannya.

Sebab dengan melakukan pemeriksaan kehamilan, perkembangan dan kesehatan janin akan senantiasa terpantau dengan baik. Sehingga pada akhinrya berbagai macam gangguan yang beresiko menjadi penyebab kelahiran bayi sebelum waktunya bisa diminimalisir.

Semua orang tua pastinya tidak menginginkan bayi lahir sebelum waktunya. Oleh sebab itu, melakukan pencegahan sangat penting untuk dilakukan. Jangan sampai bayi prematur penyebabnya adalah keteledoran dari diri Anda sendiri.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *