Belajar Bagaimana Orang Jepang Memaksimalkan Tumbuh Kembang Anak

Friso
www.friso.co.id

Jika ibu ingin sekali melihat tumbuh kembang anak maksimal, simak saja apa yang kebanyakan orang tua di Jepang lakukan.

Apakah harus meniru semuanya? Tentu saja tidak. Karena adanya perbedaan budaya sehingga mungkin saja ada satu atau dua bagian yang tidak sesuai diterapkan di Indonesia.

Ambil saja yang baiknya, tinggalkan yang buruk atau tidak sesuai.

Sudah terbukti orang Jepang terkenal pandai dan selalu mencari solusi yang efektif untuk memecahkan masalah. Hal tersebut tidak lepas dari pola asuh yang dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak mereka.

Apa yang mereka lakukan?

Kebiasaan Menentukan Target

Kebanyakan sekolah di Jepang memastikan bawasannya semua peserta didik memiliki target, setidaknya target jangka pendek. Ibu mungkin tidak percaya namun faktanya semua siswa memiliki target jangka pendek yang sangat sepele atau sederhana.

Ada yang menargetkan agar ia bisa mulai suka makan sayuran. Ada yang ingin bisa bangun pagi. Ada juga yang menargetkan bisa menata semua kebutuhan sekolah setiap hari. Sangat sederhana.

Hal kecil yang dikerjakan kontinyu inilah yang membuat anak-anak di Jepang terbiasa untuk memasang target yang ingin dicapai. Ketika dewasa, mereka tahu bawasannya ada tujuan yang jelas yang harus dicapai karena itu merupakan kebiasaan yang mereka lakukan pada waktu kecil.

Apakah ibu pernah menerapkan hal ini kepada sang buah hati?

Berlatih Bela Diri

Ada stigma yang mungkin kurang tepat yang dipahami kebanyakan orang tua di Indonesia. Mereka menganggap anak yang cerdas itu anak yang pintar di sekolah, mendapatkan nilai yang bagus di semua mata pelajaran, atau mendapatkan prestasi di sebuah ajang tertentu.

Tentu saja hal tersebut tidak salah. Hanya saja, pandangan terlalu sempit jika menganggap kecerdasaan itu hanya berhubungan dengan hal-hal yang kognitif saja.

Tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak saja. Setidaknya hal inilah yang dipahami oleh orang tua di Jepang. Kesehatan jasmani juga tidak kalah penting untuk memaksimalkan perkembangan anak.

Itulah mengapa banyak sekali orang tua yang memasukkan anak mereka ke sebuah klub bela diri, entah apapun itu bela dirinya. Tujuannya agar kesehatan jasmani terjaga. Dan lebih dari itu, dengan kemampuan bela diri walaupun tidak benar-benar mahir, mereka siap untuk menjaga keamanaan, setidaknya keamanan untuk diri mereka sendiri.

Belajar Bersosialisasi

Timbul stigma yang aneh di mana anak yang pantai itu cenderung pendiam dan sulit bersosialisasi dengan orang lain.

Stigma ini tentu bukan tanpa sebab. Lihat saja jadwal kegiatan anak-anak yang dikatakan pintar dan cerdas. Mereka masuk sekolah mulai pagi hingga sore kemudian harus mengikuti les hingga malam. Saat weekend, mereka bisa saja mendapatkan les kegiatan tambahan yang tidak terkait dengan pelajaran sekolah. Bagaimana mereka bisa bersosialisasi dengan orang lain?

Berbeda dengan orang di Jepang. Orang tua di Jepang mengajarkan pentingnya bersosialisasi dengan orang lain. Satu kata yang diajarkan juga oleh orang tua di sana adalah pentingnya mengucapkan “terima kasih” kepada siapa saja. Ini menjadi bukti bawasannya orang Jepang sangat memperhatikan pentingnya mengajarkan sosialisasi dengan orang lain.

Lalu, bagaimana dengan yang ibu lakukan selama ini?

Mungkin saja ada bagian yang belum ibu lakukan dan patut untuk ibu coba. Yang pasti, perkembangan anak itu tidak hanya berkaitan dengan intelektual saja ya. Dan untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak, ada banyak tips yang dibagikan oleh para pakar di www.friso.co.id yang bisa ibu terapkan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *