Benarkah Nutrisi Ibu Menyusui Mempengaruhi Produksi ASI

Nutrisi Ibu Menyusui
Friso Indonesia

Nutrisi ibu menyusui bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi produksi ASI. Bahkan, nutrisi yang terkandung di dalam susu ibu menyusui itu tidak secara langsung berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas ASI.

Harus dipahami bahwa saat wanita hamil, secara otomatis badan memproduksi kelenjar yang memproduksi ASI. Jadi, Tuhan telah memberikan karunia berupa badan seorang wanita yang secara langsung bisa memproduksi ASI tanpa harus mengkonsumsi apapun.

Hanya saja, ada kalanya produksi ASI terhambat. Contohnya saja ketika badan ibu tidak fit atau ada masalah kesehatan tertentu, maka diperlukan nutrisi ibu menyusui entah dari makanan atau minuman. Yang paling mudah tentu mendapatkan nutrisi tersebut dari susu ibu menyusui.

Terlepas dari itu semua, harus juga diketahui nutrisi ibu menyusui bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi. Ada stimulus lainnya yang justru lebih berpengaruh. Apa saja itu?

Proses Memberikan ASI

Seberapa sering ibu memberikan ASI kepada si kecil akan mempengaruhi seberapa banyak produksi ASI itu sendiri. Sayangnya, banyak sekali ibu yang baru melahirkan justru sudah menyerah lantaran ASI tidak keluar dari payudara mereka. Sekalipun mereka sudah menyusui si kecil, tetap saja tidak ada ASI yang keluar.

Keadaan tersebut tentu sangat wajah. Justru aneh jika ibu menyerah. Semakin ibu menyerah maka semakin sulit ASI akan diproduksi. Ibu harus lebih sering menyusui sekalipun ASI belum keluar. Itu merupakan stimulus yang bisa membuat ASI akan segera keluar.

Tidak jarang juga ibu yang hingga anaknya dewasa sama sekali tidak memberikan ASI. Mereka mungkin beranggapan tidak mendapatkan nutrisi ibu menyusui sehingga ASI tidak keluar. Padahal, mereka tidak tahu stimulus berupa lebih sering menyusui secara langsung merupakan cara yang paling efektif agar ASI keluar.

Usia Si Kecil Saat Dilahirkan

Faktor yang satu ini juga ada hubungannya dengan faktor yang sebelumnya. Bayi yang lahir ketika usia kehamilan belum mencapai 9 bulan atau yang sering disebut dengan bayi prematur cenderung memiliki kesehatan yang kurang baik dibandingkan dengan bayi normal. Selain itu, kemampuan menghisap ASI pun sangat lemah. Hal inilah yang membuat ASI sulit keluar.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, stimulus dari luar berupa hisapan si kecil sangat mempengaruhi produksi ASI. Jadi, sekalipun ibu sudah memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui dengan mengkonsumsi susu dan makanan yang sehat, jika si kecil lahir prematur dan tidak mampu menghisap kencang, maka ASI akan sangat sulit sekali untuk keluar.

Kesehatan Ibu

Pada dasarnya, nutrisi untuk ibu menyusui itu nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan ibu. Saat menyusui, kebutuhan nutrisi itu lebih banyak. Oleh sebab itu, sangat disarankan seorang ibu menyusui mengkonsumsi susu ibu menyusui agar semua nutrisi tercukupi.

Sementara itu, kesehatan ibu menyusui itu sangat mempengaruhi produksi ASI. Bagaimana bisa tubuh memproduksi ASI sementara tubuh ibu sendiri tidak sehat? Itulah logikanya.

Jadi, jelas sudah bahwa nutrisi ibu menyusui tidak menjadi jaminan bahwa seorang ibu bisa memberikan ASI dalam jumlah yang banyak. Ada hal-hal lain yang menjadi faktor ASI diproduksi.

Namun, bukan berarti nutrisi itu tidak dibutuhkan. Faktor tersebut di atas tidak akan bisa menyebabkan ASI diproduksi dalam jumlah yang banyak jika tubuh ibu tidak sehat. Untuk menjaga kesehatan, ibu harus mengkonsumsi makanan bergizi terutama susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *