Berhati-Hatilah, Ini Waktu Yang Tepat Memberikan Air Putih Untuk Bayi!

bayi minum air putih
www.alodokter.com

Pemberian air putih untuk bayi yang tidak sesuai waktunya bisa menyebabkan permasalahan serius. Ibu perlu menyadarinya. Jika tidak, bayi akan jatuh sakit.

Melihat bayi tumbuh sehat adalah idaman setiap ibu. Segala macam cara akan dilakukan oleh ibu. Salah satunya adalah memberikan makanan atu minuman yang sehat.

Air putih sebenarnya minuman yang sehat. Para pakar kesehatan menganjurkan ibu atau orang lain meminumnya untuk menjaga kesehatan. Tapi buat bayi, air putih belum saatnya dimanfaatkan.

Kadang bayi dengan mudah menelan air putih. Sayangnya, ini bukan tindakan pas buat ibu. Meskipun kenyataannya bayi mengalami kehausan. Contohnya jika cuaca lagi panas-panasnya.

Kenapa Bayi Tidak Diperbolehkan Minum Air Putih?

Bayi minum air putih memang harus dihindari. Ibu disarankan untuk tidak memberikannya. Khususnya bila bayi masih berada di usia 6 bulan kebawah.

Air putih ini memiliki efek negatif bagi bayi usia tersebut. Dampak negatifnya bakalan membuat ibu pusing tujuh keliling. Karena, bayi malah bisa jatuh sakit.

Alasan inilah yang melatarbelakangi kenapa ibu tidak boleh memberikan air putih. Apa saja masalah yang akan ditimbulkan jika bayi meminum air putih? Inilah masalah yang akan ibu hadapi.

  • Bayi menolak ASI

Asi sangat dibutuhkan bayi untuk mendapatkan gizinya. Gizi sempurna harus didapatkan olehnya. Pada kasus seperti ini, bayi hanya membutuhkan asi saja. Terutama ketika bayi masih baru dilahirkan.

Ketika ibu memberikan bayi dengan air putih, bayi akan terbiasa untuk minuman tersebut. Akibatnya, asi yang penting buatnya ditolak oleh bayi.

Masalah akan semakin serius jika bayi terus menolak asi. Bayi akan kekurangan gizi yang dibutuhkan. Akibatnya, muncullah resiko seperti gizi buruk.

  • Bayi tidak mau makan sama sekali

Efek dari air putih adalah mengenyangkan perut. Belum tentu perut kenyang menandakan sudah terpenuhi kebutuhan gizinya. Ini yang sebaiknya ibu pahami.

Dengan memberikan bayi air putih, ini bisa membuat perut bayi penuh dengan air. Bayi tidak mau makan sama sekali. Akhirnya, tumbuh kembang bayi akan terganggu.

  • Bayi mengalami diare

Air putih untuk bayi usia 2 bulan atau belum sampai 6 bulan bisa membuat bayi terkena masalah diare. Diare ini bisa sangat berkepanjangan. Bobot tubuhnya yang sudah tinggi bisa menurun kembali.

Permasalahan ini disebabkan oleh tidak sterilnya air putih. Dan sistem pencernaan bayi masih belum bisa menerima asupan selain dari asi. Tak mengherankan jika bayi memiliki resiko terganggu kesehatannya.

  • Bayi mengalami keracunan

Masalah semakin serius ketika bayi baru lahir diberikan air mineral secara terus menerus. Bayi bisa mengalami keracunan. Ini bisa ditandai dengan kejang, bahkan bayi bisa mengalami koma.

Keracunan ini bermula ketika bayi meminum air putih. Air putih tersebut nantinya bisa membuat kadar garam di dalam tubuh menurun drastis. Ini membuat elektrolit di dalam tubuh menjadi tidak seimbang. Akhirnya, bayi mengalami keracunan.

Lalu, Bagaimana Jika Ibu Tidak Memiliki Asi Lebih Banyak?

Manfaat air putih untuk bayi sebenarnya belum bisa didapatkan secara penuh. Khususnya bila bayi masih berusia di bawah 6 bulanan. Malahan, air putih bisa menjadi sumber masalah bagi bayi.

Masalah kian diperburuk dengan minimnya produksi asi. Ibu mengalami kendala dengan asinya. Di tiap harinya, asi hanya muncul sedikit, dan tidak bisa memenuhi kebutuhan bayi. Lalu, apa yang harus dilakukan ibu bila bayi kehausan?

Ketika mengalami kendala tersebut, ibu tidak perlu panik. Sambil mencari cara untuk menderaskan asi, ibu bisa memberikan asupan makanan dan minuman dari susu formula.

Susu formula ini lebih dianjurkan ketimbang air putih untuk minuman bayi. Karena susu formula sendiri dibuat sesuai dengan kemiripan asi. Sejumlah kandungan gizi tersedia di dalamnya.

Perlu dipahami jika ibu memanfaatkan susu formula. Ibu bisa meraciknya dengan memberikan takaran minim untuk air putihnya. Sementara susu formulanya yang lebih banyak.

Kenapa? Karena takaran air yang terlalu banyak membuat susu formula tidak bisa dimanfaatkan oleh bayi. Maksudnya, kandungan nutrisinya tidak diserap oleh bayi yang baru lahir.

Sebaiknya, manfaatkan air putih untuk bayi sewajarnya saja. Jangan membuat susu formula terlalu encer. Karena ini menunjukkan kalau terlalu banyak air putih di dalamnya.

Keadaan Yang Dibenarkan UntukĀ  Memberikan Air Pada Bayi

Ada beberapa kasus dimana bayi masih belum berusia 6 bulan sudah diberikan air putih. Salah satunya adalah ketika bayi mendapatkan nutrisinya dari susu formula. Minimal, air putih akan dimasukkan untuk membuat susu tersebut.

Selain itu, kondisi baik untuk memanfaatkan air putih adalah bila mendapatkan pengobatan dari dokter. Kadang, bayi membutuhkan bantuan penanganan dari masalah kesehatannya. Dan cara yang dilakukan adalah dengan memberikan obat khusus, misalnya cairan untuk mengembalikan kesehatan bayi.

Perlu dipahami jika pemberian air ini sifatnya tidak berlebihan. Takaran air putih untuk bayi sudah diperhitungkan dengan matang. Jadi, bayi tidak mengalami kendala apapun.

Ketika masalah yang dialami bayi sudah tuntas, ibu sebaiknya memberikan asinya. Entah itu ketika lapar maupun haus. Karena, asi sendiri terbentuk dari cairan yang bakalan membuat dahaga bayi teratasi.

Pemberian asi ini bisa dilakukan sejak bayi dilahirkan sampai 6 bulan kedepan. Jika bayi sudah berusia 6 bulan, ibu bisa memberikan makanan pendamping. Bahkan ibu juga bisa memberikan air mineral untuknya. Hanya saja, berikan secukupnya saja.

Kesimpulannya, waktu yang tepat untuk memberikan air putih ini adalah ketika bayi sudah berusia 6 bulanan. Sementara bila sudah usia 1 tahunan, ibu bebas untuk memberikannya tanpa khawatir jika air putih untuk bayi ini akan membahayakan kesehatannya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *