Bermain Pura-Pura untuk Perkembangan Anak Usia 3 Tahun, Khususnya Otak

Perkembangan Anak Usia 3 Tahun
Friso Indonesia

Perkembangan anak usia 3 tahun bisa berupa fisik maupun mental atau kecerdasan. Stimulus yang tepat dan nutrisi yang tercukupi akan membuat perkembangan balita akan semakin optimal.

Dari dua hal tersebut (perkembangan fisik dan kecerdasan), manakah yang paling ibu fokuskan? Untuk perkembangan fisik, sepertinya ibu tidak perlu terlalu repot. Dengan sering mengajak beraktivitas setiap hari dan memenuhi kebutuhan nutrisi seperti kalsium, maka balita ibu tidak akan menemui kendala yang berarti mengenai perkembangan fisiknya.

Lain hal dengan perkembangan otak. Bagi orang awam, tentu ibu harus banyak belajar banyak hal seputar perkembangan anak usia 3 tahun yang berkaitan dengan perkembangan kecerdasan anak.

Mungkin ibu akan bertanya-tanya, permainan apa yang bisa mengoptimalkan perkembangan otak si kecil? Itu juga yang ditanyakan kebanyakan ibu. Ternyata, ada permainan yang bisa ibu mainkan bersama si kecil untuk mengembangkan kecerdasannya.

Permainan Pura-Pura

Apa itu permainan pura-pura? Ini sebuah permainan yang dimainkan sesuai dengan imajinasi anak kecil. Balita usia 3 tahun biasanya memiliki imajinasi yang sangat tinggi. Misalkan saja jika ada sebuah benda, maka ia bisa mengimajinasikan benda tersebut sebagai sebuah alat.

Contoh sederhananya juga bisa seperti ini. Apakah ibu sering melihat si kecil seolah-olah mengendarai mobil padahal ia tidak berada di mobil? Apakah balita ibu sering menggunakan benda tertentu untuk menelpon padahal benda tersebut bukan handphone? Itu artinya balita ibu sedang berimajinasi.

Imajinasi itu sangat penting bagi perkembangan balita usia 3 tahun. Berimajinasi berarti ia sedang mengoperasikan otaknya. Pada usia 3 tahun, tautan sel otak itu sangat kompleks. Perkembangannya sangat cepat sehingga para ahli kesehatan anak mengatakan usia 3-5 tahun merupakan usia emas anak. Pada saat itulah ia belajar banyak hal dari lingkungan.

Oleh sebab itu, jika ibu ingin sekali mengoptimalkan perkembangan balita usia 3 tahun dalam hal kecerdasannya, maka ibu harus turuti seperti imajinasi si kecil. Ikutilah permainan pura-pura yang dilakukan oleh si kecil.

Memainkan Permainan Pura-Pura

Mungkin ibu belum begitu bisa membayangkan permainan pura-pura itu seperti apa. Gambarannya seperti ini. Jika anak ibu sedang bermain mobil-mobilan dan ternyata ia membayangkan mobil tersebut terjadi kecelakaan, maka ibu bisa membawa helikopter yang tujuannya untuk merawat korban.

Contoh yang lain misalnya anak ibu sedang bermain boneka. Lalu ibu membawa boneka lain untuk diajak berbincang-bincang dan bermain masak-masakan.

Sekarang, ibu sudah tahu permainan pura-pura itu seperti apa, bukan? Kelihatannya memang tidak ada hubungannya dengan perkembangan anak usia 3 tahun khususnya untuk perkembangan otaknya. Namun, ibu harus tahu permainan seperti itulah yang sangat membekas di benak balita usia 3 tahun.

Permainan Membentuk Karakter

Menurut Gallagher, seorang profesor psikiatri anak dan remaja di New York University Child Study Center, balita usia 3 tahun memiliki imajinasi yang sangat tinggi. Dan permainan imajinatif atau permainan pura-pura inilah yang akan mendorongnya untuk bermain peran.

Dengan memerankan yang baik, maka ia belajar menjadi pribadi yang baik. Dengan berperan sebagai dokter, maka otaknya akan bekerja layaknya seorang dokter. Bukankah ini sangat baik untuk kecerdasan otak si kecil?

Awalnya mungkin si kecil akan berakting. Namun, jika ia menyukainya, maka ia akan melakukan eksplorasi dan belajar lebih dalam lagi seputar hal tersebut. Jelas bukan permainan seperti ini sangat mempengaruhi perkembangan anak usia 3 tahun?

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *