Buah Import Sumber Gizi Ibu Hamil

gizi ibu hamil
Image Source: ourfathersfarm

Pada masa kehamilan yang namanya lapar itu sudah pasti tidak tertahankan, namanya juga sedang mengandung, kalau makan tidak untuk diri sendiri. Tidak bisa dicegah pula, karena asupan gizi ibu hamil menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan janin tumbuh dengan baik.

Berbagai suplemen di pasaran juga sudah beredar kencang demi mempermudah bunda memenuhi tuntutan asupan gizi. Tapi terkadang, bunda mulai ngidam makanan – makanan yang bisa memanjakan lidah. Terang saja, kehamilan sendiri sudah cukup berat dengan adanya gebrakan hormon yang memunculkan rasa ngidam dari aneh sampai wajar. Padahal, sebenarnya ada juga jalan enak, sehat, alami nan mudah guna memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dengan buah import. Ingin tahu lebih lanjut? Mari simak daftar berikut :

1) Aprikot
Bagi yang belum pernah mendengar aprikot, mari mengenal buah ajaib satu ini dari sejarahnya. Tidak ada yang tahu pasti dari mana asal mula aprikot namun beberapa sejarawan menduga aprikot berasal dari Cina, Jepang, dan Afrika. Sejak 3000 BC (Before Christ)  Cina telah menanam aprikot untuk keperluan konsumsi bangsa Amenia. Barulah pada tahun 100 BC, Alexandar yang agung dan Lacullus mengirimkan aprikot ke Yunani. Ternyata Aprikot cukup disenangi di Yunani sehingga orang – orang mulai menanam aprikot termasuk bangsa Persia yang memiliki budaya mengeringkan buah untuk persediaan. Seiring berjalannya waktu, Turki menaruh minat pada Aprikot disusul Iran, Pakistan, prancis, Algeria, spanyol, Jepang, Marokko, dan Syria. Indonesia sendiri tidak begitu menaruh minat pada Aprikot dan kepopuleran buah Aprikot hanya bertahan di Iran dan Mesir terlepas dari kandungan Aprikot itu sendiri.

Mari membicarakan kandungan Aprikot itu sendiri. Menurut ilmu kesehatan jaman sekarang telah menemukan keberadaan vitamin A, C, E, beta karotin, Fosforus, silikon, kalsium, zat besi, dan potassium dalam 1 buah aprikot saja. Berbicara mengenai zat besi pasti beberapa pembaca bisa menduga bahwa aprikot bisa membantu mencegah terjadinya Amenia alias kekurangan darah pada saat kehamilan. Karena banyaknya nutrisi dalam Aprikot sendiri, tidak hanya bunda yang memperoleh manfaat dari Aprikot namun juga janin yang sedang rajin berkembang. Cukup sediakan Aprikot untuk dikonsumsi setidaknya 2 sampai 4 aprikot dalam sehari untuk mendapatkan manfaat maksimal.

2) Ceri
Perempuan dengan kecintaan pada barang – barang imut nan lucu pasti pernah melihat buah ceri. Bentuk bulat merah menawan lucu bak hidung rusa santa memang menggoda. Nah ternyata, mengkonsumsi ceri sendiri akan sangat bermanfaat pada masa kehamilan. Memang buah ceri terkenal sebagai penghias makanan saja, padahal jika ditiliki lebih lanjut kandungan vitamin C dalam buah ceri tidak bisa diremehkan. Namanya kehamilan tentu butuh perjuangan dengan fisik yang sehat. Bisa bunda bayangkan jika harus bertahan membopong janin kemana mana dengan kondisi flu atau penyakit berat lainnya ? Menjaga kesehatan sebagai kewajiban tentu tidak terbantahkan pada saat hamil. Berita baiknya, vitamin C bisa membantu bunda mempertebal pertahan tubuh dari penyakit.

Melatonin dalam ceri jarang sekali disebutkan. Kendati demikian melatonin justru sangat dibutuhkan untuk bunda guna mempermudah perut membesar guna menyediakan ruang lebih luas untuk janin. Melatonin sendiri adalah hormon anti oksidan yang mampu menstimulasi pertumbuhan sel selagi perut terus melebar selama masa kehamilan. Bahkan, dengan konsumsi ceri yang baik dapat membuat proses asupan darah ke dalam plasenta bagi si kecil menjadi semakin efisien alias mudah. Beberapa pakar bahkan meyakini dengan memakan ceri maka akan membuat acara tidur bunda menjadi lebih nyenyak dan segar.

 

3) Beri biru
Sebelum melanjutkan ke topik konsumsi buah beri biru selama kehamilan mari mengenal sejarah dibalik buah bulat nan lucu ini. Buah beri liar banyak ditemukan di daerah eropa seperti western Oregon, new jersey, north calorina, Washington. Tentu menjawab pertanyaan kenapa beri biru sangat jarang tampak di pepohonan tanah air, paling jauh hanya kresen. Produksi buah beri sendiri berfokus di California dimana tidak hanya satu jenis buah beri biru yang ada melainkan sudah dimodifikasi dengan berbagai macam metode. Daerah Asia juga tidak ketinggalan ikut membudidayakan buah beri biru. Daerah usia Turki, dan Cina telah menjadi salah satu pengekspor alias pedagang buah beri hasil tanam sendiri. Meski Kanada masih memegang peringkat pertama produksi buah beri biru. Australia juga tidak mau kalah, semenjak diperkenalkan buah beri biru pada tahun 1905, negeri kanguru ini telah jatuh cinta pada buah beri. Manapun itu, Indonesia tetap mendapat pasokan buah beri biru.

Meski buah beri biru dan ceri terdengar seperti satu keluarga, sebenarnya ada perbedaan fungsi antara ceri dan beri biru. Kebanyakan orang memang lebih menyukai beri biru mengingat rasanya lebih beragam dibanding ceri. Kendati demikian, buka berarti konsumsi buah beri biru tidak berbahaya, malah disarankan untuk membatas konsumsi buah beri biru sampai dengan satu cangkir per hari. Sama dengan ceri, buah beri juga mengandung vitamin C, asam folat, dan kaya serat. Berbicara mengenai asam folat, senyawa satu ini sangat berguna untuk menurunkan kemungkinan cacat pada kelahiran bayi. Buah beri sangat kaya akan potassium suatu senyawa yang bisa membantu menjaga tekanan darah tetap lancar. Beberapa bunda mendapati kasus tekanan darah pecah hingga gagal matang pada saat kehamilan sehingga potassium menjadi salah satu asupan gizi ibu hamil penting.

Selain itu setiap buah yang dikonsumsi sebaiknya dicuci dengan sabun buah supaya kebersihannya tetap terjaga.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *