Cara Alami Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi

mengatasi ruam popok
Johnson’s Baby Indonesia

Ruam popok atau Diaper Rash adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan gejala yang muncul akibat reaksi peradangan pada kulit bayi yang tertutup oleh popok, contohnya bokong, paha, serta di sekitar alat kelamin bayi. Ruam popok ini biasanya terjadi karena reaksi kulit terhadap urine dan tinja. Dan biasanya ditandai dengan munculnya kulit berwarna kemerahan di sekitar bokong bayi. Walaupun ruam popok tidak berbahaya bagi bayi tetapi hal ini sangat mengganggu kenyamanan sehingga si bayi cenderung cepat rewel dan menangis saat bagian yang tertutup popok disentuh atau dibersihkan.

Ruam popok biasanya terjadi pada bayi yang berusia 0 – 2 tahun, terutama saat bayi berusia sembilan bulan hingga satu tahun. Ruam popok ini bisa kambuh jika anak Anda masih terus-menerus memakai popok. Apabila kulit bayi Anda tak kunjung sembuh dan bertambah parah, sebaiknya periksakan bayi Anda ke dokter agar diberikan penanganan lebih lanjut. Ruam popok terkadang dapat memicu terjadinya infeksi sehingga dibutuhkan obat-obatan khusus dengan menggunakan resep dokter. Namun, jika Anda tidak ada waktu untuk memeriksakan anak Anda ke dokter, Anda tak perlu khawatir karena mengatasi ruam popok dapat dilakukan sendiri di rumah. Berikut ulasannya.

  1. Pastikan Kebersihan Area Popok

Ketika Anda membersihkan bagian bokong anak Anda, pastikan bahwa sudah bersih dari air seni bayi, tinja (feses, kotoran) dan bakteri. Usahakan bagian-bagian yang terkena ruam popok itu sudah kering dan bersih. Mengapa begitu? Karena jika lembab dan basah, maka bakteri akan sangat cepat menyebar dan ruam popok menjadi bertambah parah. Pada saat membersihkan air seni dan kotoran, disarankan untuk menggunakan air yang mengalir. Cukup ditepuk-tepuk secara perlahan bagian kulit yang terkena ruam dengan kain secara lembut. Pakaikan popok baru dengan terlebih dahulu diangin-anginkan sekitar 2 menit.

  1. Ganti Popok Sesering Mungkin

Usahakan untuk mengganti popok sesering mungkin karena ini merupakan langkah awal untuk menjaga iritasi kulit pada bayi sekaligus menghidari pertumbuhan bakteri dan jamur di area bokong anak Anda. Jangan lupa untuk memeriksa popok dan bersihkan bagian kulit yang sering tertutup popok secara seksama, terutama saat mengganti popok.

  1. Hindari Penggunaan Bedak

Banyak ibu-ibu diluar sana yang memakaikan bedak di wilayah yang akan ditutup popok. Sebenarnya hal ini sangat tidak dianjurkan karena bedak memiliki tekstur yang sangat lembut sehingga dapat menyumbat kemaluan bayi. Apalagi kalau bedak tersebut bercampur dengan air seni dan kotoran si bayi, nantinya bayi akan terkena ruam popok. Dan yang lebih parahnya bisa terkena iritasi kulit.

  1. Ganti Merk Popok

Apabila terjadi ruam popok, mungkin saja merk popok yang digunakan itu tidak cocok pada kulit bayi Anda. Segera ganti jenis popok dan usahakan untuk memakai popok berbahan lembut tanpa pewarna dan tanpa zat lain. Kemungkinan kulit bayi sensitif, mudah iritasi dan alergi terhadap jenis popok tertentu sehingga sangat mudah terkena ruam popok.

 

  1. Obat Salep Untuk Ruam Popok

Untuk mengatasi ruam popok pada bayi, gunakan salep khusus yang banyak dijual di apotek. Jenis obat salep ini biasanya akan menebal dan lengket pada kulit serta tidak mudah hilang sampai proses penggantian popok berikutnya. Jika ruam popok tidak hilang dalam waktu 48 – 72 jam dan malah bertambah parah, segera konsultasikan ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Ruam popok yang terjadi pada bayi memang sangat mengganggu kesehariannya sehingga membuat bayi menjadi gampang rewel dan menangis. Untuk itu, dibutuhkan cara khusus untuk mengatasi ruam popok ini. Beberapa cara diatas dapat dicoba agar ruam popok tak menimbulkan iritasi kulit.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *