Cara Menaikkan Berat Badan Bayi Yang Hanya Mendapatkan ASI

Minum ASI Membuat Gemuk

Banyak yang tidak percaya jika dengan hanya memberikan ASI saja makan berat badan bayi akan bertambah. Secara teori ilmu kesehatan, itulah yang benar. Hanya saja, dalam kenyataan, banyak orang tua yang memiliki bayi dengan berat badan rendah karena bayi tersebut hanya mendapatkan ASI. Lalu, mana yang salah? Apakah teorinya atau penerapannya?

Pemberikan ASI eksklusif harus dilakukan hingga usia bayi menginjak 6 bulan karena kaya manfaat. Baru kemudian bayi tersebut diberi makanan yang disebut dengan MPASI atau makanan pendamping ASI. Sayangnya, banyak ibu yang gagal memberikan ASI. Tentu saja mereka memiliki banyak alasan. Salah satu alasan yang sering terdengar adalah berat badan bayi turun. Mereka menganggap hal ini disebabkan karena bayi hanya mendapatkan ASI. Dan akhirnya mereka menambahkan makanan seperti memberikan pisang kepada sang buah hati. Padahal, jika penerapan ASI eksklusif benar, maka berat badan sang buah hati akan normal lho.

2 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Seorang Ibu

Semua orang tahu jika pemberian ASI eksklusif itu sangat baik untuk tumbuh kembang bayi. Di dalam ASI, terdapat antibodi yang bisa membuat anak tidak mudah sakit mulai saat bayi hingga dewasa nanti. Hanya saja, banyak yang gagal menerapkan program ini lantaran berat badan bayi menurun. Hal ini disebabkan dua kesalahan.

  1. Kualitas ASI Kurang Baik

Mungkin ibu sudah merasa ASI yang keluar deras sehingga ibu tidak merasa kurang dalam memberikan ASI. Bahkan ibu bisa memompa ASI sehingga ada stok ASI di dalam lemari es. Namun, hal tersebut tidak lantas membuktikan bawasannya ASI ibu memiliki kualitas yang bagus. ASI kualitas bagus membuat anak cepat kenyang lantaran kandungan nutrisinya sangat banyak. Banyak ibu hamil yang stress dan tidak memperdulikan makanan yang mereka konsumsi sehingga membuat kualitas ASI kurang baik. Jika berat badan bayi turun, ada kemungkinan kualitas ASI ibu kurang bagus.

  1. Pemberian ASI

Berapa kali sebaiknya memberikan ASI? Katanya, semakin sering maka semakin baik. Padahal, yang paling tepat adalah memberikan ASI setiap 10 menit sekali. Ini bagi bayi yang baru berusia beberapa hari. Sayangnya, tidak banyak ibu yang memahami hal ini. Mereka hanya menyusui ketika bayi merasa lapar saja, Mereka memberikan ASI ketika bayi menangis. Jika dua kesalahan tersebut tidak ibu lakukan, sebenarnya tidak ada masalah dengan berat badan sang buah hati ibu.

Memberikan Sufor Bukan Solusi

Ketika berat badannya turun, banyak ibu yang akhirnya menambahkan susu formula. Padahal, ini bukan jalan yang tepat. Memberikan sufor justru akan membuat bayi tidak begitu suka dengan ASI lagi dan akhirnya produksi ASI ibu juga menurun.

Memang banyak bayi setelah mengkonsumsi susu formula berat badannya bertambah. Hanya saja, bertambahnya berat badan anak tidak lantas mematikan kesehatannya lebih baik. Di dalam susu formula tidak ada antibodi. Jadi, mungkin nutrisi seperti protein dan kalsium sudah tercukupi. Akan tetapi, karena kekurangan antibodi lantara tidak mendapatkan ASI yang cukup, maka bayi mudah sakit.

Jadi, menghadapi masalah terkait dengan sang buah hati harus hati-hati. Jangan asal-asalan saja. Ibu harus tahu dari segi ilmu kesehatannya. Jika ibu tidak tahu, maka ibu bisa konsultasikan dulu dengan pakar kesehatan anak di Ibu dan Balita. Di sana ibu bisa bertanya apa saja, tak terkecuali mengenai masalah berat badan bayi yang turun.

Image Source: healthycaretoday.info

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *