Cara Mendidik Anak Usia 3 Tahun Sekaligus Menggali Bakatnya

cerita dongeng anak
www.friso.co.id

Sudah pasti ibu harus menerapkan cara mendidik anak usia 3 tahun tanpa kekerasan. Ibu termasuk orang tua yang bijak jika melakukan hal tersebut. Sayangnya, masih ada orang tua yang menerapkan pola asuh keras. Apalagi anak usia 3 tahun sudah mulai bisa membantah, sulit diberitahu, dan terkadang tidak mau melakukan apa yang dikehendaki orang tua. Contohnya saja, tidak mau mandi di pagi hari, susah makan, dan tidak mau berangkat sekolah. Akhirnya mereka melakukan sedikit kekerasan. Marah itu sudah bentuk dari kekerasan lho.

Semoga saja ibu tidak pernah melakukan hal tersebut. Dan sebaiknya ibu jangan pernah melakukan kekerasan, entah itu verbal atau fisik kepada sang buah hati. Akan lebih baik jika ibu bersikap lebih bijak dengan menerapkan tips mendidik anak usia 3 tahun yang tepat, yaitu pola asuh tanpa kekerasan dan sekaligus untuk menggali bakatnya. Bagaimanakah itu?

Pada ahli perkembangan anak sudah menuliskan berbagai tips menggali potensi bakat anak di www.friso.co.id. Berikut ini beberapa langkah yang mudah untuk ibu praktikkan agar segera menemukan bakat atau talenta anak.

Temukan Kecerdasan Anak

Jika ibu masih beranggapan kecerdasan itu hanya dilihat dari faktor akademis saja, ibu harus hapus anggapan tersebut. Kecerdasan tidak hanya ditandai ketika anak mendapatkan juara di sekolah. Atau anak mendapatkan hadiah setiap kali mengikuti lomba di sekolah. Kecerdasan itu berbeda-beda. Ada anak yang kecerdasan intelektualnya tinggi. Ini yang dipahami kebanyakan orang. Ini biasanya ditandai dengan nilai matematika yang tinggi. Sementara itu, ada kecerdasan emosional. Ada juga anak yang memiliki kecerdasan dalam bersosialisasi dengan orang lain.

Untuk itu, hal pertama dan paling utama adalah menemukan tipe kecerdasan apa yang anak ibu miliki. Sayangnya, tidak ada teknik tertentu yang bisa dilakukan. Ibu hanya perlu memperhatikan apa yang membuat anak istimewa. Permainan apa yang paling ia sukai. Kegiatan apa yang paling membuat anak excited dan tidak membuatnya merasa lelah. Di sana lah kecerdasan anak ibu.

Berikan Stimulasi

Langkah yang ini bisa dikatakan sebagai langkah untuk memastikan apa benar kecerdasan anak itu seperti yang ibu duga. Contohnya, jika anak suka bernyanyi, mungkin kecerdasan dalam hal seni lebih unggul. Maka, coba ibu beri stimulus. Berikan berbagai jenis alat musik. Bawa si keci ke tempat konser anak-anak kecil yang biasanya diadakan di mall. Lihat bagaimana responnya.

Jika ibu merasa stimulasi ini positif, maka tidak salah ibu mulai memikirkan untuk memasukkan si kecil ke tempat les musik. Ini juga kasusnya anak suka musik. Lain lagi jika ternyata anak ibu suka olahraga, suka menggambar, dan lain sebagainya.

Yang pasti, pola mendidik anak usia 3 tahun itu harus yang menyenangkan. Dan tidak mungkin bisa menyenangkan jika ibu memaksakan anak untuk menjadi apa yang ibu rasa terbaik. Ubah sebaliknya. Temukan apa yang membuat anak merasa terbaik. Dapatkan apa yang ia sukai. Ibu tinggal melakukan konfirmasi apakah itu kesenangan sementara atau memang anak memiliki bakat dalam hal tersebut.

Maka dari itu, memberikan stimulus itu tidak cukup satu atau dua kali saja. Ibu harus terus menerus memberikan stimulus. Jika ternyata anak tidak bosan-bosan dengan stimulus yang ibu berikan, sangat  besar kemungkinan di sanalah bakat sang buah hati.

Selalu Berikan Kesempatan

Sekalipun ibu sudah yakin bahwa anak memiliki bakat di bidang A, misalnya, bukan berarti ibu melarangnya untuk melakukan B, C, dan lainnya. Berikan kesempatan kepada si kecil untuk melakukan hal baru. Ini sangat penting. Selain untuk mendukung potensinya, ini juga sebagai sarana untuk menjajaki barangkali ada hal yang juga anak memiliki bakat di bidang-bidang tersebut.

Pada intinya, ibu jangan sampai membuat limit atau batasan. Jangan hanya meminta anak untuk belajar saja padahal anak tidak berbakat dalam pelajaran tersebut. Sebaiknya, ibu biarkan anak melakukan hal yang ia sukai yang menurut ibu di sanalah bakat anak.

Ibu Harus Siap Berkorban

Sebenarnya ini bukan secara langsung menjadi cara mendidik anak 3 tahun. Akan tetapi, ini harus dijadikan sebagai bagian dari proses mendidik anak.

Apa yang dimaksud dengan berkoban? Artinya, ibu harus berkorban materi dan waktu. Lihat saja orang tua Joe Alexander yang berani membuat keputusan besar. Mereka pindah ke Amerika agar Joe mendapatkan kesempatan untuk mengasah bakat di bidang seni bermain piano. Ibu bisa bayangkan berapa banyak pengorbanan yang dilakukan oleh orang tua Joe. Sang ayah harus resign dari pekerjaan. Rumahnya ditinggalkan dan semuanya pindah ke Amerika.

Lalu, apa pengorbanan yang sudah ibu lakukan selama ini? Yang disayangkan adalah orang tua yang hanya sekedar membelikan mainan untuk membuat anak senang. Padahal, mainan tersebut tidak menjadi stimulator untuk mengembangkan bakat anak.

Sebaiknya ibu memikirkan ulang setiap kali akan memberikan hadiah. Apakah itu bagus untuk potensi anak atau tidak?

Memiliki anak yang sudah terlihat bakatnya sejak dini itu sangat membanggakan. Bagaimana tidak. Ibu bisa lebih mudah mengarahkan sang buah hati untuk menggapai masa depannya. Ibu tidak perlu khawatir ketika anak tidak mendapatkan nilai yang bagus di bidang yang memang ia tidak sukai. Namun, ibu hanya perlu mendorong agar anak mendapatkan nilai terbaik di bidang yang ia memiliki bakat di dalamnya. Pada intinya, inilah hasil dari cara mendidik anak usia 3 tahun yang benar.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *