Cara mengatasi bau mulut lewat makan sehat

Cara mengatasi bau mulut
http://www.listerine.co.id/

 

Tidak melulu cara mengatasi bau mulut dilakukan ketika memang nafas kurang sedap ini cukup menganggu aktivitas sehari hari. Karena ketika pelaksanaan cara mengatasi bau mulut sudah terlambat, maka beban yang ditanggung untuk menutupi kesalahan lampau akan jauh lebih berat, terutama apabila sudah membuahkan hasil berupa nafas yang sedap namun beberapa hari kemudian bau mulut kembali seperti semula. Bisa jadi, siklus bau mulut terus berulang ini disebabkan kebiasaan konsumsi makanan yang kurang menyehatkan. Pengertian dari ‘kurang menyehatkan’ tidak terbatas pada makanan beraroma kuat seperti bawang, pete, dan jengkol. Penasaran? Ini dia daftar rekomendasi makanan untuk mengurangi bau nafas tidak menyenangkan :

1. Gandum

Memang gandum jarang digemari oleh masyarakat umum dikarenakan rasanya yang sedikit tidak mengenakkan. Tak jarang jika tidak ada alasan kesehatan yang kuat maka banyak orang memilih menghindari makanan satu ini. Namun, kandungan pada gandum mampu mengontrol pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. Dengan sering mengkonsumsi gandum otomatis “nafas naga” dapat diatasi.

2. Jahe

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Jahe banyak diolah menjadi obat untuk mengurangi mual atau meredakan sakit perut. Pada saat yang bersamaan beberapa orang telah menggunakan jahe guna memusnahkan halitosis, suatu zat penyebab nafas berbau tidak menyenangkan. Kamu bisa membuat sendiri ramuan ini dengan mencacah jahe untuk kemudian dicampur dengan air dan lemon untuk dikumur.

3. Vitamin C

Nah, kandungan vitamin C tidak hanya memperhalus kulit, dan pereda sariawan saja, ternyata vitamin C juga mungkin dapat menjadi alternatif cara mengatasi bau mulut. Nafas yang berbau tidak sedap adalah salah satu tanda pembentukan penyakit gigi dalam tahap ringan atau bahasa umumnya peradangan gigi. Terlalu sedikit vitamin C yang didapatkan tumbuh maka semakin sejahtera bakteri berkembang dalam mulut. Maka dari itu, perbanyaklah memakan buah buahan yang kaya akan vitamin C seperti Jeruk, buah beri, tomat, dan banyak lagi.

4. Yoghurt

Penelitian terkini menemukan bahwa mengkonsumsi yogurt setiap harinya menurunkan tingkat bau yang disebabkan Hydrogen sulfide didalam mulut. Ternyata Yoghurt juga mengurangi bakteri pada penyakit mulut dan resiko sakit gigi pada orang yang sering mengkonsumsi yoghurt. Ditambah American Dietetic Association (disingkat ADA) merekomendasikan untuk memperloher kecukupan vitamin D dari Yoghurt, keju, dan susu jika kamu khawatir mengenai halitosis karena vitamin D membuat mulut tidak nyaman untuk pertumbuhan bakteri. Pastikan kamu mengkonsumsi Yoghurt yang mengandung zat aktif dan bukan yoghurt dengan kandungan gula berlebihan.

5. Fenugreek

Asing mendengar nama fenugreek?

Biji satu ini memang jarang dipasarkan media meski memiliki manfaat yang cukup banyak. Fenugreek biasa disebut kelabet atau klabet, secara umum fenugreek merupakan salah satu rempahan wajib saat memasak kari, atau sebagai obat herbal untuk rasa nyaman pada wanita menopause. Salah satu fungsinya adalah mengobati kondisi mulut berupa masalah nafas berbau dan gatal pada tenggorokan. Sama dengan jahe, cara mendapatkan fenugreek adalah dengan mengolahnya menjadi teh yang mana sebaiknya diminum tiga kali sehari. Cukup ambil satu sendok biji fenugreek, masukkan kedalam satu setengah liter air dan diamkan 15 menit sebelum diminum.

Masih banyak lagi makanan yang mengandung fungsi melawan bau mulut ‘mematikan’, kelima makanan rekomendasi di atas hanya beberapa diantaranya. Apakah kamu siap mencoba?

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *