Cara Menghitung Kehamilan Modal Siklus Menstruasi

cara menghitung kehamilan
Source: Colourbox

Kehamilan, suatu masa yang sangat membahagiakan bagi siapa saja yang mengharapkan. Rasa tak sabar ingin segera menggendong buah hati di tangan, menikmati indahnya aliran kasih sayang antar bunda dan anak buat topik cara menghitung kehamilan naik popularitas. Wajar saja, mendekati hari persalinan sudah pasti banyak persiapan, tidak mungkin sistem kebut semalam memperbesar kemungkinan bayi terlahir sehat sentosa.

Faktor usia kehamilan sebetulnya ada bermacam-macam. Bahkan canggihnya teknologi jaman sekarang buat perhitungan siklus kehamilan makin akurat. Namun, namanya akurasi memang masih perlu dipertanyakan. Jalan paling canggih untuk ketahui sudah berapa lama kehamilan berlangsung saja, belum tentu memberikan jawaban yang pasti.

Pandangan awam bisa jadi menganggap masalah umur kandungan tidak ribet. Kenyataannya, banyak sekali yang terjadi pada saat perempuan ‘berbadan dua’. Awal kehamilan saja sudah cukup menguras otak saat harus menghitung umur kandungan yang sebenarnya. Dokter pangkat tinggi saja belum tentu mampu hitung usia kandungan dengan nilai seratus persen akurasi.

Ada baiknya, pembaca memahami lebih dulu apa sih, yang sebetulnya terjadi pada tubuh sebelum dinyatakan hamil.

Usai ayah dan bunda berbagi cinta, terjadi balapan seru dalam tubuh bunda. Peserta balapan tak lain dan tak bukan adalah air mani ayah atau biasa dikenal dengan sebutan sperma. Dalam satu kali ‘semprot’ saja, terdapat ribuan air mani berbentuk kecebong yang memburu indung telur sebagai garis finish.

Alasan mengapa pasangan yang berharap kehadiran buah hati dalam hidupnya memilih hubungan intim di masa subur, salah satunya, memastikan sel telur yang sudah matang. Ibarat perempuan pingitan, hanya sel telur yang sudah mencapai usia dewasa mampu bekerja sama dengan sperma. Mudahnya, ketika sel telur siap ‘kencan pertama’ dengan air mani dan berbuah kesukesan, maka pembangunan janin dimulai.

Sperma dan indung telur tak pernah membuat kehebohan dalam tubuh ketika keduanya menyatu. Tak heran, perempuan jarang sekali sadar ada pembuahan yang terjadi dalam tubuh. Intinya, tahu-tahu saja tubuh bereaksi layaknya orang hamil, padahal bisa jadi kehamilan telah berlangsung sedari kemarin. Masalah inilah yang buat ahli kesehatan garuk-garuk kepala karena bingung.

Sel telur sangat terbatas, beberapa matang dan dibuahi, namun apabila tidak ada sperma yang menjemput sel telur untuk kencan pertama, mau tak mau dirinya akan hadapi takdir pahit berupa kematian. Kremasi sel telur atau ‘penguburan’ dilaksanakan bersamaan dengan siklus menstruasi. Pasangan yang hanya ingin enak tapi tak mau anak mengandalkan perputaran datang bulan untuk menghindari pembuahan.

Jangan salah kaprah dulu, ada pemanfaatan yang baik dibalik siklus menstruasi. Keberadaan putaran menstruasi bisa dimanfaatkan untuk mengetahui sudah berapa lama janin berada dalam rahim. Tentu saja, metode satu ini membutuhkan ‘datang tamu bulanan’ yang teratur atau tidak asal muncul tanpa ada tanda-tanda berarti.

Bagi pembaca yang sudah mencatat tanggal datang bulan, maka keperluan data perhitungan usia kandungan sudah sangat siap. Datang bulan yang terlambat hingga tiga hari disertai dengan tanda-tanda kehamilan bisa memperkuat asumsi pembuahan telah sukses. Bila sudah mencapai titik ini, maka perhitungan hanya perlu menambahkan dua minggu sebelum siklus dimulai.

Dua minggu bukan perkiraan mistis tak berdasar, melainkan berhubungan dengan ilmiah. Asumsi saja pasangan terus berhubungan badan minimal sekali sehari dalam masa subur. Sangat wajar bila prosesi kencan pertama berlangsung dua minggu lamanya. Manusia saja, butuh bertahun-tahun atau waktu minimal sebulan untuk komitmen hidup semati, sah saja sperma dan sel telur ambil waktu lebih lama sebelum memulai proyek besar.

Supaya lebih mudah, mari simak contoh berikut:

“Asumsikan perempuan berhubungan badan setiap hari. Menurut data orang tersebut, setiap tanggal 1 tamu bulanan akan tiba. Pada tanggal 1 pertama, tidak ada tanda dapat haid. Tidak ingin buru-buru, umumnya seseorang akan menunggu minimal satu minggu sebelum lakukan tes. Biar tidak harapan palsu katanya.

Seminggu telah berlalu, dan bunda sadar menstruasi masih saja tidak datang. Titik inilah yang tingkatkan rasa percaya diri perempuan, dan lakukan tes kehamilan. Hasilnya, syukur sekali, positif! Lalu bagaimana?

Akurasi akan lebih tinggi bila dimundurkan dua minggu, namun tak jarang perempuan memilih satu minggu saja. Mengingat perempuan tersebut menunggu 1 minggu sebelum tes kehamilan, bisa dibilang kehamilan bukan 1 minggu, melainkan kurang dari seminggu. Barulah, pada minggu kedua umur kehamilan diperkirakan dua minggu.

Sampai dengan minggu keempat, dan dua bulan pertama, hitungan terus berlanjut. Ingat, selalu kurangi satu minggu.”

Ilustrasi diatas diharapkan mempermudah pemahaman pembaca seputar bagaimana langkah termudah ketahui usia janin. Sama dengan jalur sederhana, murah, dan cepat, akurasi kadang masih dipertanyakan. Tidak apa bagi pembaca yang masih meragukan perhitungan super sederhana ini.

Bagi pasangan yang ingin mencoba memastikan usia kehamilan dengan lebih akurat, bisa langsung menghadap dokter. Di rumah sakit, pada umumnya, tersedia alat ultra sound untuk keperluan USG. Dokter akan mampu melihat jelas ukuran janin terkini, dan memahami seberapa jauh kehamilan pasangan saat kini.

Sayangnya, sama dengan perhitungan sederhana sekalipun, akurasi tidak sampai seratus persen. Tidak perlu panik bila hari persalinan terjadi lebih cepat dari perkiraan. Memang terkadang, realita tidak seindah rencana. Cara menghitung kehamilan sudah sampai mana nantinya akan kembali pada pembaca, manapun itu, selalu sedia rencana cadangan bila ternyata persalinan lebih lama atau malah lebih cepat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *