Cara Menyusui yang Benar di Kala Berpergian Jauh

cara menyusui yang benar
www.awalsehat.nestle.co.id

Liburan ataupun kerja terkadang menuntut berpergian jauh dari rumah. Padahal, bunda bisa saja tidak bisa terpisahkan dari si kecil. Alhasil, beberapa bunda memutuskan untuk membawa buah hatinya ikut serta. Meski dengan bantuan pengasuh sekalipun, tidak menutup kemungkinan bahwa peran memberi air susu ibu tidak bisa digantikan. Otomatis, bunda harus paham cara menyusui yang benar di kala berpergian.

Ada banyak tips menyusui bayi saat berpergian, tinggal bagaimana bunda praktek nanti. Seluas apapun pengetahuan bunda, sebetulnya ada hal mendasar yang harus diketahui dan dilakukan. Dengan demikian bunda tahu apa yang harus dilakukan saat menjumpai masalah. Hal-hal kecil berikut ini bisa jadi inspirasi menyusui untuk bunda:

Menjaga persediaan susu bunda

Alasan kuat mengapa bunda seharusnya tetap menyusui selagi mampu adalah faktor persediaan. Banyak orang mengira, semakin bunda menghindari keluarnya asupan air susu ibu, maka semakin baik. Padahal, kenyataan berkata lain. Apabila bunda berada jauh dari si kecil dalam kurun waktu lama, asupan air susu ibu akan memburuk.

Cara kerja kelenjar payudara bukanlah terus menerus produksi susu. Ibarat, gudang, kelenjar payudara merasa perlu produksi ketika memang ada ruang kosong. Apabila payudara masih penuh dengan susu, maka tak ada perlunya produksi susu. Inilah mengapa beberapa bunda yang baru saja pulang dari perjalanan mendapati payudara cenderung kering.

Jadwal menyusui terutama bagi bayi diatas 3 bulan seharusnya jauh lebih mudah. Pada usia tersebut, secara tidak langsung bayi akan memahami konsep dasar rutinitas. Supaya bunda tidak lagi bingung kapan harus menyediakan ruang untuk susu ibu segar dalam payudara, perhatikan saja jadwal menyusui si kecil.

Kualitas kemasan air susu ibu ternyata penting

‘Ruang penyimpanan’ dalam payudara tidak selalu sama bagi tiap perempuan. Ada yang kekurangan dan ada yang berlebih. Salah satu langkah yang dilakukan perempuan apabila air susu berlebih adalah menyimpan untuk dikonsumsi anak nanti. Di pasaran tersedia kemasan plastik dengan sistem tutup rapat yang bertujuan menjadi wadah kelebihan air susu bunda, membuktikkan betapa umum kondisi air susu ibu berlebih.

Eits, sebelum membeli sebaiknya teliti!

Meski ada banyak tawaran penyimpanan dengan harga kadang-kadang suka miring, bunda sebaiknya jangan langsung tergiur. Selalu perhatikan kualitas dibanding kuantitas. Wadah yang baik memiliki ruang non kedap udara untuk mencegah adanya bakteri masuk. Usahakan membeli wadah air susu ibu yang nyaris tidak membiarkan udara masuk.

Wadah air susu ibu yang baik seharusnya menekan udara untuk menjauh. Mengingat udara membawa banyak bakteri dan kuman, menjadi alasan kuat untuk memperhatikan faktor satu ini. Terlebih, dengan wadah susu yang kedap udara, kesegaran rasa tetap terjaga bila si kecil bangun melebihi estimasi durasi tidur.

Imunisasi pada bunda

Bahaya dunia siapa yang tahu. Jaman semakin maju, hingga penyakit rasanya sudah semakin ahli menyerang manusia. Kalau sekedar perjalanan lokal, mungkin tidak banyak virus bertebangan, namun lain cerita dengan penerbangan internasional. Sayangnya, namanya sumber penyakit suka tidak tahu diri.

Usaha sebaik mungkin untuk minimalisir kemungkinan hal yang tak diinginkan terjadi sudah kewajiban semua orang. Apalagi di kala menyusui, segala sesuatu baik buruk maupun baik akan diturunkan pada buah hati ayah bunda. Imunisasi merupakan langkah medis untuk mencegah bakteri dan kuman berhasil melumpuhkan tubuh bunda. Toh, banyak program menteri kesehatan berpusat pada perlawanan bakteri, tentu bijak bila bunda termasuk orang yang berpartisipasi.

Konsultasi pada dokter kepercayaan sebelum pergi ada baiknya. Mengingat dokter akan menjadi orang pertama yang kemungkinan membantu bunda memerangi kuman penyakit, tentu lebih mudah bila dokter punya riwayat kesehatan sebelum bunda berangkat. Jika sempat, tanyakan pula apakah ada imunisasi yang bisa bunda coba.

Selalu sediakan bedong

Namanya perjalanan tentu melelahkan. Belum lagi bila bunda harus membawa koper, tas sambil berjalan kaki menuju satu tempat ke tempat lain. Menit pertama menggendong bayi sepertinya tidak masalah. Tunggu saja hingga beberapa waktu dan bunda akan merasakan perjuangan membawa bayi, terlebih bila buah hati merengek minta diberi makan.

Kini sudah banyak tersedia alat bantu menggendong bayi atau istilah jawa, bedong. Berbeda dengan menggendong manual atau menggunakan tangan, dengan adanya bedong berarti beban bunda sudah terkurang hingga setengahnya. Posisi menyusui menjadi lebih mudah apabila bunda dibantu alat gendong atau bedong.

Model bedong memang ada berbagai macam, namun metode menyusui tetap sama. Pada dasarnya bunda perlu mendekap bayi mendekat bayi. Naluri lapar bawaan si kecil akan berusaha menemukan puting payudara, sehingga bunda tidak perlu khawatir dirinya kesulitan. Kalaupun bunda melihat si kecil berusaha keras mencapai payudara, mengarahkan puting pada mulut bayi akan membantu.

Periksa kebijakan transport

Transportasi jaman kini tidak hanya bersaing dari segi harga namun juga pelayanan. Bagaimana konsumen memilih pada akhirnya tergantung pada individu. Bagi bunda yang sudah niat ingin menyusui bayi saat perjalanan, tidak ada salahnya bertanya lebih lanjut mengenai transportasi pilihan.

Kadangkala, bertanya tidak harus meminta fasilitas tertentu, terutama bagi bunda yang dibayar oleh pihak perusahaan, atau organisasi. Tujuan dari bertanya adalah mengetahui perkiraan situasi. Misalkan saja, pihak transportasi tidak menyediakan ruang menyusui, maka bunda bisa bersiap membawa penutup kain bila kurang nyaman dilihat orang. Intinya, bunda bisa menyesuaikan cara menyusui yang benar sesuai kondisi sekitar. (HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *