Cara Merawat Kulit Bayi Normal dan Sensitif

Cara Merawat Kulit Bayi
Johnson’s Baby Indonesia

Dalam cara merawat kulit bayi yang normal maupun sensitif, terdapat cara yang berbeda dalam perawatannya. Ini merupakan hal penting yang harus diketahui oleh para ibu karena jika salah merawatnya akan membuat si kecil merasa tidak nyaman dan timbul alergi pada kulit bayi.

Tekstur kulit bayi yang begitu halus, lembut dan kelihatan segar ternyata kadang keliru dipahami oleh para ibu sehingga melupakan perawatan pada kulit bayi. Anggapan ini salah, karena kulit bayi sangat mudah resiko terkena biang keringat, alergi, ruam dan iritasi. Sehingga, perlu diperhatikan kesehatan kulit bayi dan akan dibahas cara merawat kulit bayi dalam artikel ini.

Hal pertama dan utama dalam merawat kulit bayi adalah memandikannya. Dalam memandikan bayi, terdapat cara-cara yang benar agar badan bayi setelah mandi menjadi bersih dan segar. Cara yang benar dalam memandikan bayi telah kami bahas sebelumnya dan dapat Anda lihat di artikel ini. (Baca: Ibu, Seperti Inilah Cara Memandikan Bayi yang Benar)

Setelah memandikan bayi dan mengeringkannya, selanjutnya adalah memilih pakaian dan popok bayi. Dalam memilih pakaian dan popok untuk bayi, hendaklah memilih yang berbahan lembut dan tipis dari bahan katun atau campurannya. Untuk bayi, sebaiknya hindari pakaian berbahan nilon yang akan membuat bayi gerah dan mudah berkeringat, Selain memilih pakaian yang berbahan katun, hendaklah hindari memakaikan pakaian dan popok yang ketat karena dapat membuat kulit bayi terluka karena tergesek. Ketika bayi BAB atau pipis, hendaklah segera duganti karena jika terlalu lama akan menyebabkan terjadinya ruam popok. (Baca: Cara Ampuh Mengatasi Ruam Popok Bayi).

Dalam mencuci pakaian bayi baik untuk bayi yang berkulit normal ataupun sensitif tidak dianjurkan untuk menggunakan deterjen bubuk, sebaliknya, gunakan sabun cair dalam mencuci pakaian bayi. Hal ini terjadi karena deterjen bubuk mengandung bahan kimia yang umumnya lebih tajam. Dapat juga menggunakan sabun krim asalkan sabun tersebut dicampurkan dengan air dan menjadi cair. Penggunaan pewangi pakaian juga tidak dianjurkan untuk pakaian bayi karena khawatir aromanya akan terhirup dan masuk ke dalam tubuh bayi yang berbahaya karena mengandung bahan kimia.

Selanjutnya dalam cara merawat kulit bayi adalah melindungi bayi dari terpaan sinar matahari siang, Jika bayi dijemur pada pagi hari maka hal itu hendaknya dilakukan karena matahari pagi memiliki kandungan vitamin D yang bagus untuk pertumbuhan tulang. Untuk waktu berjemur, hendaklah dilakukan sebelum jam 9 pagi. Namun jika Anda berdomisili di daerah yang memiliki tingkat polusi yang tinggi, jemurlah dibawah jam 8. Hindari menjemur bayi pada siang hari karena sinar matahari langsung pada siang hari dapat menyebabkan penyakit kanker kuit. Jika harus membawa bayi keluar pada siang hari, maka gunakan pelindung seperti payung atau topi dan oleskan sunblock dengan konsultasi dokter jika perlu.

Terakhir, ciptakanlah lingkungan yang sehat bagi bayi. Bayi yang memiliki kulit normal maupun sensitif harus dijaga kebersihannya, terutama kamar bayi yang digunakan. Usahakan untuk sering mengganti sprei kasur bayi begitu pula bantal dan peralatan tidur lainnya jika terkena kotoran. Setelah membersihkan kamar bayi, kondisikan suhu kamar bayi yang sesuai dengan kondisi bayi sehingga bayi merasa nyaman. Jika tidak sesuai, maka kulit bayi akan bereaksi dengan muncul bintik warna merah. Namun, dalam mengkondisikan suhu kamar bayi, hindari terpaan air conditioner ataupun kipas secara langsung.

Ketika bayi tidur, pasti orangtua ingin bayi terhindar dari gigitan nyamuk, namun jangan gunakan obat nyamuk apapun kepada bayi dan gunakan kelambu saja untuk mencegah gigitan nyamuk pada bayi. Selanjutnya, cara merawat kulit bayi dari luka dan infeksi dapat dilakukan jika bayi memiliki kuku panjang, hendaklah dipotong secara rutin agar saat menggaruk tubuh, kulit bayi tidak tergores dan terhindar dari infeksi yang timbul akibat kotoran dalam kuku bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *