Cemilan Buah untuk Makanan Bayi 9 Bulan

makanan pendamping asi
source: pinterest.com

Makanan bayi 9 bulan sebetulnya sangatlah luas, sehingga banyak orang tua memanfaatkan masa satu ini untuk bereksperimen dengan beragam bahan makanan. Kendati demikian, memperhatikan tingkat nutrisi makanan dan tekstur akan sangat menentukan kebahagiaan dan kemauan buah hati untuk makan.

Salah satu jenis makanan yang disukai bayi adalah cemilan. Dibanding mencari makanan instant tidak jelas, lebih baik cemilan bayi diisi dengan buah pilihan untuk si kecil. Beruntung sekali, topik kali ini memang berfokus pada buah yang tidak hanya nikmat, namun juga aman dikonsumsi untuk buah hati ayah budna. Penasaran? Langsung saja simak dari buah pertama yaitu:

Alpukat

Buah dengan rasa pahit manis ini bisa dihidangkan tanpa perlu diolah, konsistensi alpukat cukup empuk, tidak lengket, mudah ditelan, sehingga akan nyaman untuk bayi memakan daging alpukat secara langsung. Saat berpergian dengan bayi, alpukat menjadi solusi yang tepat, tidak cepat basi, dan tektur tidak gampang berubah.

Kreasi merupakan karateristik yang menguntungkan dan sukar dihilangkan. Jika ayah atau bunda memang ingin ber kreasi sendiri, alpukat bisa diolah menjadi tekstur halus layaknya bubur, mencampur alpukat dengan buah lain dan susu pun cukup oke untuk malaikat kecil orang tua. Beberapa resep bahkan memakai alpukat layaknya saus tomat, sebagai penambah rasa nikmat bahan makanan lain.

Rasa alpukat memang nikmat, kenapa jarang sekali dihidangkan untuk bayi?

Secara umum alpukat memang dikenal dengan kandungan lemak lebih tinggi dibanding jenis buah lain, bahkan fakta menyatakan lemak di dalam alpukat 20 kali lipat diatas rata rata. Tapi jangan salah sangka dulu, lemak dalam alpukat bukan sembarang lemak.

Alpukat mengandung lemak sehat yang justru diperlukan bagi tubuh bayi untuk perkembangan otak dan saraf. Salah satu lemak alpukat, yang dikenal dengan asam oleic dipercaya membantu menurunkan kolesterol. Selain lemak, alpukat ternyata sumber potassium yang bahkan mengalahkan pisang. Potassium alpukat lebih besar 60% dari pisang!

Apa fungsi potassium?

Potassium adalah zat pemegang peranan penting di regulasi tekanan darah, yang mana di kemudian hari membantu mencegah sakit hati, strok, dan hipertensi atau disebut pula tekanan darah tinggi. Bagi ayah bunda yang pendula penampilan anak secara fisik, kabar baik, warna hijau alpukat diperoleh dari zat lutein, suatu anti oksidan alami yang bisa mempercantik kulit dan menyehatkan mata.

Kiwi

Secara keseluruhan memang terdapat resiko tertentu pada bayi yang gemar mengkonsumsi kiwi. Kendati demikian, manfaat kiwi tetap menang bila dibandingkan dengan resikonya. Salah satu keuntungan yang paling terlihat tentu saja rasa kiwi yang cukup lezat dan banyak digemari banyak orang.

Rasa mungkin prioritas sekian pada saat ingin menghidangkan makanan atau bubur bayi. Salah satu manfaat yang tidak terlihat namun ada, merupakan kandungan kiwi itu sendiri. Vitamin C, potassium, Vitamin A, vitamin E, anti oksidan, serat dan folate banyak berkumpul di dalam buah kiwi.

Dunia medis kini hanya merekomendasikan kiwi untuk bayi berusia 8 bulan atau lebih. Hal ini dikarenakan meski kiwi mengandung manfaat berarti, resiko alergi dan pembengkakan pada bibir (iritasi kemerahan pada bagian bibir) terhadap bayi juga cukup tinggi karena tingkat asam kiwi.

Melon

Buah bulat manis satu ini cukup populer di banyak kalangan. Negara matahari terbit, bahkan gemar mematok melon dengan harga yang buat geleng-geleng kepala. Dari orang tua sepuh sampai bayi sekalipun cenderung menyukai buah melon. Selain kandungan air melon yang buat segar, buah melon bermanfaat banyak. Selama dipersiapkan dengan hati hati buah melon tidak akan menimbulkan malapetaka.

Kandungan pada melon adalah beta carotene yang mana akan dikonversi menjadi vitamin A ketika sudah di konsumsi oleh bayi. Dari sinilah melon membantu perkembangan mata, dan kekebalan tubuh terhadap kemungkinan terserang kanker. Selain itu melon juga kaya akan vitamin C, potassium, serat, folate, dan vitamin B6. Serupa dengan kiwi, ternyata melon juga mampu mencegah asma dan gangguan pernafasan di kemudian hari.

Pisang

Dari segi, tektur pisang dan alpukat memang imbang, sama sama empuk tidak lengket, dan mudah dicerna. Bunda pun tidak kesulitan untuk mengkreasikan pisang menjadi hidangan lain. Terlebih secara kehidupan rumah tangga, pisang dan alpukat bersaing ketat dari segi harga yang murah meriah.

Kebanyakan bayi suka pisang karena pemanis alami yang menggundang selera ketika kulitnya dibuka, efek tambahan energi untuk tumbuh dan berkembang membuat bayi merasa lebih segar ketika makan pisang.

Dari segi gizi, pisang juga tidak kalah unggul dari alpukat, memang dikatakan 60% potassium alpukat unggul dibanding pisang, tapi pisang mengandung jenis potassium lain yang tidak hanya berguna untuk tekanan darah namun juga otot. Selain itu pisang juga kaya vitamin A, B6, C, terdapat kalsium, magnesium, dan zat besi. Karenanya pisang sangat baik untuk tulang dan gigi.

Rekomendasi keempat buah diatas akan kembali pada keputusan ayah bunda. Tentunya, persoalan selera bayi jauh berbeda dengan masalah gizi. Orang tua pastinya jauh lebih paham dengan kondisi buah hati dibanding siapapun, termasuk apa pilihan terbaik untuk pertumbuhannya.

Sebetulnya ada bermacam-macam jenis buah lain yang layak masuk pertimbangan. Bahkan, dengan ilmu kuliner kini, pengolahan makanan sudah beragam. Mainkan imajinasi ibu dan ayah guna menghidangkan makanan bayi 9 bulan terbaik untuk si kecil.(HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *