Daftar Permainan Sederhana Untuk Latih Motorik Anak

stimulasi perkembangan motorik anak
www.friso.co.id

Orang tua boleh hanya melulu fokus untuk mencerdaskan otak. Mereka juga harus latih motorik anak. Dan ini tidak mudah lho. Dan ini penting untuk dilakukan karena hal ini juga bagian terpenting dalam perkembangan anak.

Dan orang tua harus tahu ada dua macam gerakan motorik pada anak yang harus terus dikembangkan. Yang pertama motorik halus dan motorik kasar. Mana yang harus diutamakan?

Untuk bayi usia di bawah 6 bulan, motorik halus lebih diutamakan. Pasalnya, otot besar belum bisa bekerja optimal pada waktu itu. Baru ketika usianya mencapai 1 tahun ke atas, gerakan motorik kasar dan halus harus dikembangkan secara bersamaan.

Bagaimana caranya? Tentu dengan melakukan kegiatan yang bersifat fisik. Dan ini artinya game online atau game gadget jelas bukan termasuk ke dalam kegiatan yang bisa digunakan untuk melatih gerak motorik anak. Lalu, kegiatan atau permainan seperti apa yang perlu dilakukan oleh anak?

  1. Lompat Tali

Ini merupakan kegiatan yang lazim dilakukan oleh anak-anak pada zaman dahulu. Lompat tali biasanya dilakukan di siang atau sore hari setelah pulang sekolah. Sayangnya, ini bukan lagi permainan yang menarik lagi bagi anak-anak pada zaman sekarang. Padahal, banyak sekali manfaatnya.

Lompat tali tidak hanya bisa digunakan untuk melatih motorik anak saja melainkan juga untuk mengoptimalkan perkembangan tulang. Lebih dari itu, lompat tali bisa membuat anak terbebas dari stres. Ternyata bergerak meloncat loncat bisa menghilangkan stres lho. Dan jika ini terjadi, kecerdasan anak bisa berkembang lebih maksimal lagi.

Untuk itu, penting sekali bagi ibu untuk mengenalkan kembali permainan tradisional ini lagi. Apalagi kini lompat tali tidak lagi dilakukan dengan karet yang disusun memanjang. Sekarang, sudah ada alat lompat tali yang lebih bagus dan lebih aman untuk digunakan oleh anak kecil. Permainan ini baik untuk gerak motorik kasar anak.

  1. Dampu

Permainan untuk menunjang perkembangan anak tidak harus mahal. Bahkan, ada permainan yang sama sekali tidak membutuhkan uang. Dampu contohnya. Ini disebut juga dengan sudamanda. Yang diperlukan hanya lahan kosong, bisa di atas lantai di dalam rumah atau di atas tanah liat. Kemudian, gunakan kapur untuk membuat bentuk dampu. Alat yang digunakan hanya pecahan genting atau pecahan plafon yang sudah tidak digunakan lagi. Ibu masih ingat kan bagaimana cara memainkan dampu ini?

Sayangnya, dampu ini baru bisa dimainkan oleh anak yang usianya di atas 3 tahun. Untuk balita di bawah 3 tahun, permainan ini cukup sulit bagi mereka. Akan tetapi, tidak salah untuk ibu coba, kan?

  1. Buat Pohon Silsilah

Ini berbeda dengan dua permainan sebelumnya. Permainan ini sangat bagus untuk melatih motorik halus anak. Mengapa? Karena yang digunakan adalah gerakan yang mengandalkan otot kecil saja, bukan otot besar.

Selain itu, ada keutamaan lainnya. Permainan ini membuat anak mengenal nama-nama anggota keluarga, mulai dari keluarga inti hingga keluarga dari kakek nenek. Ini cocok dimainkan balita sebelum masuk sekolah karena pada saat ia sudah sekolah nanti, ia sudah tahu mana anggota keluarga dan mana yang bukan. Dengan demikian, ketika ditanya oleh guru tentang anggota keluarga, anak ibu bisa dengan lancar menceritakannya.

  1. Mewarnai

Ini juga sama dengan membuat pohon silsilah, yaitu sebagai latihan gerakan motorik halus anak. Mewarnai ini cara yang paling sederhana untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus anak. Jadi, permainan semacam ini sudah bisa dilakukan oleh balita usia 2 tahun sekalipun.

  1. Bermain Lego

Bagi ibu yang ingin melihat anak kreatif, maka permainan seperti membuat sebuah karya dari lego ini perlu untuk dijadikan pertimbangan. Lego ini bukan sekedar permainan biasa. Game yang satu ini akan mengoptimalkan perkembangan motorik halus serta kecerdasan anak. Hal ini disebabkan anak tidak hanya bermain tapi berpikir untuk menciptakan sebuah karya melalui lego ini.

Lego ini bisa ibu berikan kepada balita usia sekitar 3 tahun ke atas. Di usia tersebut, anak sudah bisa melakukan imajinasi bentuk seperti apa yang ia ingin buat.

  1. Bermain Bola Tangkap

Anak ibu lebih suka bermain outdoor? Permainan bola tangkap ini bagus untuk dijadikan kegiatan di luar rumah. Yang ibu perlukan hanya bola saja. Kemudian, lempar bola dan mintalah anak untuk menangkap bola tersebut.

Kegiatan ini kurang menarik bagi balita yang usianya di atas 4 tahun. Akan tetapi, ini permainan yang menantang sekaligus menyenangkan untuk balita  usia di bawah 3 tahun.

  1. Bermain Origami

Permainan yang menumbuhkan kreativitas itu bagus. Origami salah satunya. Ini seperti lego di mana anak diminta untuk berpikir kreatif untuk menghasilkan sebuah karya.

Sayangnya, permainan ini butuh bimbingan. Dalam hal ini, ibu bisa menjadi pembimbing. Ibu pelajari dulu origami entah itu dari Youtube atau dari buku panduan. Kemudian, ibu bisa ajarkan kepada si kecil. Mulailah dengan membuat karya yang sederhana saja. Setidaknya, dengan kegiatan ini, ibu bisa melatih gerakan motorik anak, khususnya motorik halus.

Mana permainan yang sekiranya cocok untuk sang buah hati? Ibu harus sesuaikan permainan dengan usia sanga buah hati. Tidak semua permainan itu cocok dimainkan oleh anak lho. Jadi, pilihkan permainan yang tepat untuk tumbuh kembang anak, terutama untuk latih motorik anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *