Diare Pada Anak Bisa Disebabkan Oleh Keracunan Makanan

diare pada anak
blogmedia.web.id

Meskipun ibu sudah sangat berhati-hati, bisa saja diare pada anak itu disebabkan oleh makanan yang ibu berikan. Istilah anak ibu mengalami keracunan makanan.

Tanpa ibu sadari, bisa saja ibu memberikan makanan yang ternyata mengandung racun. Ibu bisa saja yakin bawasannya semua makanan yang ibu berikan itu bersih dan higienis. Tapi,  bukan tidak mungkin jika ternyata ada bakteri yang masih menempel pada makanan tersebut.

Jenis Makanan Yang Bisa Membuat Anak Keracunan

Sebenarnya, keracunan makanan itu sering disebabkan oleh adanya bakteri atau virus yang menempel pada makanan tersebut. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Mungkin tempat yang ibu gunakan untuk menaruh makanan kurang bersih dan kurang higienis. Ada kemungkinan juga makanan yang ibu berikan kepada si kecil terkontaminasi bakteri yang ada di udara.

Sayangnya, ada beberapa jenis makanan yang dianggap bersih dan higienis tapi justru mengandung bakteri dan menyebabkan anak keracunan. Salah satu contohnya adalah makanan yang terbuat dari daging yang tidak begitu matang. Sate misalnya. Ini merupakan salah satu menu makanan terbuat dari daging, entah itu daging ayam atau kambing di mana proses memasaknya tidak 100% matang. Hal ini berakibat masih adanya bakteri yang menempel pada daging. Jika sate dimakan oleh si kecil, bukan tidak mungkin ia akan mengalami keracunan.

Jenis makanan lain yang biasanya membuat anak keracunan adalah makanan dalam kaleng. Ibu harus hati-hati jika selama ini membuatkan makanan dari kaleng. Bisa saja anak diare disebabkan makanan kaleng tersebut masih mengandung bakteri.

Makanan cepat saji seperti keju lembut serta roti isi juga bisa menjadi penyebab lainnya. Inilah mengapa dikatakan banyak orang tua yang tidak sadar bawasannya mereka memberikan makanan yang ternyata menjadi penyebab anak keracunan dan akhirnya mengalami diare.

Tentu ibu sudah mencoba melakukan hal yang terbaik. Namun, bagaimanapun juga usaha tetaplah usaha. Yang perlu ibu ketahui sekarang adalah tindakan apa yang harus segera ibu lakukan jika anak ibu mengalami keracunan makanan dan diare terus menerus.

Tindakan Penting Saat Anak Diare

Sebelumnya, harus dipahami dulu bawasannya keracunan makanan tidak hanya menyebabkan diare. Awalnya, keracunan makanan biasanya ditunjukkan dengan muntah-muntah dan badan menjadi lemas. Jika keracunan ini semakin parah, anak biasanya mengalami diare. Ini merupakan proses di mana bakteri atau virus yang menjadi penyebab keracunan dikeluarkan melalui feses.

Diare pada anak ini bisa berlangsung hingga berhari-hari. Dan apa yang terjadi? Badan si kecil akan lemas dan berat badannya turun. Biasanya hal ini juga dibarengi dengan mogok makan.

Untuk itu, ada tindakan yang harus segera ibu lakukan.

  • Memberikan Cairan

Jika anak ibu sudah berusia di atas 2 tahun, ibu bisa memberikan minuman yang bisa memberikan cairan. Minuman ini akan membuat tubuh si kecil tidak lagi lemas.

Sebenarnya, ibu bisa membuat elektrolit sendiri. Cukup siapkan satu gelas air putih lalu campurkan sedikit garam dan gula. Aduk dan berikan kepada si kecil.

  • Memberikan Makanan

Saat diare, biasanya anak susah sekali makan. Akan tetapi, ibu tidak boleh menyerah. Usahakan si kecil tetap mengkonsumsi makanan. Buatkan makanan yang paling ia sukai. Akan lebih baik jika ibu membuatkan sup yang terbuat dari berbagai jenis sayuran. Sup akan membuat tubuh si kecil terhindar dari dehidrasi. Selain itu, sayuran mengandung serat yang akan menghentikan diare yang dialami oleh si kecil.

Jika anak susah sekali makan, ibu tidak boleh paksa. Tidak masalah jika anak ibu hanya makan satu atau dua sendok. Yang harus ibu pastikan adalah si kecil tetap mendapatkan asupan gizi.

  • Memberikan Susu

Terkadang anak susah makan ketika ia mengalami diare. Untuk memastikan kebutuhan nutrisi hariannya terpenuhi, ibu bisa berikan susu pertumbuhan yang terbaik. Jadi, walaupun anak susah makan, ibu tidak perlu khawatir lagi karena kebutuhan nutrisinya sudah terpenuhi dengan mengkonsumsi tiga gelas setiap hari.

Kapan Anak Harus Dibawa Ke Dokter?

Perlukah ibu membawa ke dokter ketika anak diare? Sangat perlu sekali ketika diare dialami oleh si kecil hingga melebihi 3 hari. Namun, ketika masih dalam tahap yang wajar, ibu bisa mencoba memberikan pertolongan dengan menerapkan beberapa tips tersebut di atas.

Ibu juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter secara online terlebih dahulu. Sekarang ini sudah ada fasilitas konsultasi kesehatan anak secara online. Cukup kunjungi situs Friso Indonesia. Cari bagian Tanya Pakar. Di sana, ibu bisa konsultasikan kesehatan anak ibu. Pakar akan membalas pertanyaan yang ibu sampaikan segera.

Anak sangat rentan sekali dengan masalah kesehatan. Selain diare, ada juga masalah kesehatan yang juga mengancam sang buah hati. Apalagi jika anak ibu sudah mulai bermain dengan tanah. Ia sangat rentan sekali diserang bakteri atau virus tertentu.

Tentu ibu tidak bisa melarang anak untuk bermain. Yang harus ibu lakukan adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Dengan demikian, bakteri atau virus yang menyerang tubuh si kecil bisa langsung diatasi oleh tubuhnya sendiri.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh bisa dilakukan dengan cara memberikan makanan yang bergizi dan variatif, memilihkan susu balita yang terbaik, serta memberikan suplemen yang dibutuhkan oleh si kecil. Dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, ibu tidak perlu lagi khawatir dengan serangan bakteri atau virus yang menyebabkan penyakit, terutama yang menyebabkan diare pada anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *