Fungsi Penting Plasenta Selain Penyalur Nutrisi untuk Janin

Ibu dan balita
www.ibudanbalita.com

Kebanyakan orang memahami bawasannya plasenta itu berfungsi untuk menyaluarkan nutrisi untuk janin yang ada di dalam rahim. Padahal, fungsi penting plasenta bukan itu saja.

Dan jika ibu tahu peran plasenta lainnya, maka ibu akan semakin memahami betapa plasenta sangat menentukan perkembangan janin. Ibu juga akan mengerti betapa dokter kandungan sangat menyarankan agar menjaga kesehatan plasenta.

Lalu, apa fungsi plasenta selain sebagai penyalur nutrisi? Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Penyalur Oksigen

Apakah ibu pernah bertanya dari manakah oksigen didapatkan oleh janin di dalam rahim? Ternyata, oksigen disalurkan ke rahim melalui oksigen. Ibu bisa bayangkan sendiri bagaimana jika plasenta tidak bekerja dengan baik sehingga janin kekurangan oksigen. Bisa sangat berbahaya sekali bagi perkembangan janin, bukan?

Namun, selain untuk mendapatkan oksigen, bayi juga mengeluarkan karbondioksida melalui plasenta tersebut. Jadi, lebih tepatnya plasenta ini sebagai support sistem respirasi bayi di dalam kandungan.

Penyalur Antibodi

Apakah bayi di dalam rahim sudah membutuhkan antibody? Tentu saja membutuhkan. Dan karena antibodi itulah janin bisa bertahan dan akhirnya bisa dilahirkan dengan tanpa masalah kesehatan apapun.

Dalam hal ini, ibu harus tahu janin itu rentan sekali terhadap serangan virus dan bakteri. Dan tidak ada cara lain selain memperkuat antibodi bayi jika ingin bakteri serta virus berhasil di basmi dan akhirnya janin bisa berkembang secara optimal.

Dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, ibu bisa memastikan tubuh ibu menyalurkan antibodi ke rahim melalui plasenta. Ibu bisa mendapatkan daftar makanan yang bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh atau antibodi di www.ibudanbalita.com

Tempat Mengeluarkan Sisi Metabolisme Janin

Janin sebenarnya sudah memiliki organ tubuh seperti ginjal serta hati. Hanya saja, dua organ tubuh yang mendukung sistem eksresi belum bisa bekerja secara sempurna.

Dan peran dua organ tersebut untuk sementara digantikan oleh plasenta. Plasenta ini yang akan mengeluarkan semua hasil metabolisme termasuk juga racun.

Memproduksi Hormon

Siapa sangka jika ternyata plasenta juga berfungsi sebagai penghasil hormon. Ada beberapa hormon yang diproduksi oleh plasenta di mana hormon tersebut sangat diperlukan untuk ibu hamil seperti hormon progesterone serta estrogen.

Jadi, seberapa pentingkah plasenta bagi kesehatan dan perkembangan janin? Sangat penting.

Itulah mengapa jika plasenta mengalami masalah, maka harus segera mendapatkan treatment. Setidaknya ada empat masalah yang biasa terjadi pada plasenta.

Yang pertama adalah absurpis plasenta. Ini merupakan istilah medis yang menunjukkan keadaan di mana plasenta lepas dari dinding rahim, bisa sebagian bisa juga keseluruhan.

Yang kedua adalah plasenta previa. Ini kondisi di mana plasenta menutup rahim. Sebenarnya ini hal yang normal terjadi terutama di awal kehamilan. Hanya saja, masalah ini akan normal dengan sendirinya seiring dengan usia kehamilan.

Yang ketiga adalah retensio plasenta. Pernah dengar bayi sudah berhasil dilahirkan tapi plasenta belum keluar juga? Inilah yang disebuat dengan rentesio plasenta. Memang hal ini tidak akan berakibat buruk bagi bayi karena bayi sudah dilahirkan. Akan tetepi, kemungkinan akan terjadi pendarahan dan juga infeksi di mana hal tersebut bisa sangat tidak baik bagi kesehatan sang ibu.

Yang keempat adalah plasenta akreta. Ini kondisi di mana pembuluh darah plasenta berada terlalu dalam pada dinding rahim. Inilah yang biasanya menyebabkan pendarahan ketika kehamilan sudah mencapai usia trimester ketiga.

Untuk mencegah masalah tersebut, tidak ada cara lain ibu harus menjaga kesehatan kehamilan. Akan lebih baik juga jika ibu ikut serta diskusi forum ibu hamil di situs ibu dan balita agar ibu mendapatkan informasi lebih banyak dan terupdate.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *