Gangguan Pencernaan Pada Bayi Yang harus Bunda Perhatikan

Gangguan pencernaan
Source: Mama Natural

Gangguan pencernaan adalah salah satu hal yang biasa dialami bayi terutama di awal kehidupannya, dan dapat menimbulkan masalah medis lainnya bila tidak  segera ditangani dengan baik. Beberapa masalah pencernaan pada bayi bukan merupakan masalah serius dan dapat  disembuhkan tanpa bantuan tenaga medis. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi sistem pencernaan bayi, ada yang berhubungan dengan sang ibu dan  ada juga yang berkaitan dengan bayi itu sendiri.

Kebanyakan sakit pencernaan pada bayi tersebut dapat dicegah dan disembuhkan. Oleh sebab itu, sangat  penting sekali untuk orang tua agar tidak mengabaikannya dan mendapatkan informasi yang benar. Pada intinya, pencegahan terjadinya penyakit pada bayi dapat  dilakukan sendiri oleh orangtua, sedangkan untuk penyembuhan penyakit akan membutuhkan bantuan dari dokter.

Gangguan Pencernaan Pada Bayi ASI

Lambung dan pencernaan bayi dapat bermasalah karena ASI  yang kurang sehat. Hal ini biasa terjadi pada ibu yang baru sembuh dari sakit di mana hal ini akan berpengaruh pada produksi ASI-nya. Sebenarnya ada banyak penyebab gangguan sakit perut pada bayi yang lain, akan tetapi penyebab yang paling sering yaitu  proses penyusuan yang tidak tepat. Kekhawatiran berlebihan dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI  yang diproduksi sang ibu. Kualitas ASI yang rendah dan kuantitas ASI  yang tidak dapat meningkatkan gas dalam perut bayi, membuat bayi rewel dan menangis terus, dan kadang dapat mengakibatkan kejang-kejang pada si kecil.

Biasanya perasaan gelisah ini bersifat sementara dan bila  sudah diatasi, kualitas dan kuantitas ASI untuk bayi seharusnya kembali seperti sebelumnya. Disamping itu, gangguan mental atau stres yang datang dan terlalu berat kadang dapat menghentikan produksi ASI  secara permanen dan dalam hitungan sesaat. Diet yang kurang sehat atau sesuai juga akan mempengaruhi kualitas ASI, dan  bisa juga mengganggu pencernaan bayi. Sebab pernah ada kasus bayi yang masih menyusui mengalami diare yang cukup lama tanpa ada penyebab yang pasti. Setelah pemberian  ASI dihentikan untuk sementara waktu dan bayi hanya diberi minum air putih, diarenya akan berhenti.

Sang ibu memberikan ASI lagi setelah beberapa waktu sebab  beranggapan diare anaknya berkaitan dengan sesuatu yang dimakannya beberapa waktu lalu. Akan tetapi, bayinya kembali mengalami diare. Setelah diteliti kembali, ternyata ada makanan dalam diet ibu yang bisa menimbulkan alergi pada buah hati Anda. Setelah unsur alergenik tersebut dihilangkan sepenuhnya dari menu sehari-hari sang ibu, maka diare dapat berhenti dan pemberian ASI dapat dilanjutkan lagi.

Dengan cara yang sama, berbagai obat yang diminum ibu juga dapat  mempengaruhi lambung anak lewat ASI yang dikonsumsinya. Oleh sebab itu, ibu yang menyusui perlu  berhati-hati dan hanya mengonsumsi obat bila memang dibutuhkan. Lebih jelasnya saat kembalinya haid ibu sedikit banyak juga akan berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas ASI serta mungkin menimbulkan masalah pencernaan pada si kecil. Biasanya saat menjelang datangnya haid ibu, bayi menjadi lebih rewel dan sulit  tidur, sering gumoh, dan pupnya menjadi lebih banyak, encer dan berwarna sedikit hijau. Kondisi ini akan membaik setelah haid selesai.

Pada intinya, di beberapa bulan awal kembalinya haid bayi akan terkena dampaknya sebab datangnya haid tentu akan mempengaruhi ASI , baik kuantitas ataupun kualitas nutrisi. Namun biasanya dampak dari hal tersebur akan berkurang setelah 3 sampai  4  bulan. Meskipun kandungan nutrisi pada ASI sudah menurun, akan tetapi  masih berguna untuk imun tubuh bayi. Oleh sebab itu, ibu tidak harus berhenti menyusui hanya karena kembalinya haid, kecuali jika kesehatan bayi sangat terpengaruh. ASI juga dapat berkurang kualitas dan kuantitasnya  bila  ibu mengandung bayi lagi. Disamping  itu, tetap menyusui mungkin dapat  merusak kesehatan ibu. Dengan begitu, bila kondisi kesehatan ibu yang hamil tidak memungkinkan untuk melanjutkan pemberian ASI, maka sebaiknya dihentikan dan bayi mulai diberikan dengan makanan lain.

Masalah Pencernaan Yang Biasa Dialami Si Kecil

Biasanya bayi ASI sedikit banyak akan mengalami adanya gas dalam perut, muntah, dan pup encer.  Hal ini disebabkan oleh tidak adanya tenggat waktu yang cukup untuk pencernaan di antara waktu makan sehingga susu dari perut langsung masuk ke usus besar tanpa bisa  dicerna dulu dan akan menimbulkan efek samping yang berbahaya. Disamping memerlukan waktu untuk mencerna makanan, perut juga butuh waktu istirahat. Oleh sebab itu, ibu yang menyusui harus dapat mengatur jam makan buah hatinya. Perut bayi  ASI  termasuk sesudah disapih biasanya akan terpengaruh bila bayi sedang tumbuh gigi.

Namun hal ini justru baik sebab dapat mencegah terjadinya infeksi yang lebih serius. Bahkan, diare yang terjadi ketika  tumbuh gigi dapat dibiarkan, kecuali bila  diare bertambah parah maka bantuan medis lebih lanjut akan dibutuhkan. Tumbuh gigi juga sering  disertai dengan gusi yang sedikit bengkak. Besar kemungkinan terjadi gangguan pada perut dan pencernaan bayi pada masa-masa penyapihan, oleh sebab itu perlu ditangani dengan benar dan penuh pertimbangan. Pada intinya, ada beberapa hal yang menyebabkan gangguan pada pencernaan selama proses penyapihan ini, misalnya saja  penyapihan yang terlalu cepat  atau mendadak, atau pemberian makanan yang berlebihan dan kurang sesuai. Disamping itu, terlepas dari proses penyapihan, iritasi yang dialami oleh bayi yang sedang tumbuh gigi pada periode ini juga  bisa memicu diare.
Penggantian ASI  dengan makanan padat yang terlalu awal di mana sistem pencernaan bayi belum siap juga sering menjadi faktor penyebab gangguan pencernaan pada bayi. Bayi yang disapih terlalu cepat, misalnya bayi yang masih berusia 6 bulan ke bawah, besar kemungkinan akan menderita sakit perut dan pencernaan. Oleh sebab itu, bayi sebaiknya tidak disapih terlalu cepat kecuali bila keadaan tidak memungkinkan seperti ibu hamil lagi atau alasan lain yang tidak dapat dihindari lagi. Menyapih anak sekaligus dan langsung menggantikannya dengan makanan akan menimbulkan masalah dalam pencernaan yang bermacam-macam.

Bila anak-anak sudah balita dan mereka mengalami gangguan pencernaan, maka Anda bisa memberikan probiotik Lactobacillus Reuteri. Anak-anak sehat, ibu pun tenang.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *