Gangguan Tumbuh Kembang Anak Paling Dominan Dan Cara Mengatasinya

perkembangan bayi 10 bulan
ImageSource: ModernMom

Gangguan tumbuh kembang anak hampir sering terjadi. Penyebabnya juga bermacam-macam, contohnya adalah karena kekurangan asupan gizi. Kondisi seperti ini biasanya membuat orang tua cemas.

Wajar sekali orang tua cemas jika melihat perkembangan anak tidak normal. Namun kondisi seperti itu sangatlah lumrah. Artinya, hampir sebagian anak punya permasalahan kesehatan.

Hanya saja, masalah yang dihadapi berbeda-beda untuk setiap anak. Ada yang ringan, ada juga yang tergolong berat.

Meskipun ringan, orang tua tetap harus tanggap. Pasalnya, hal kecil bisa saja berubah menjadi masalah yang besar jika tidak segera ditangani. Inilah yang seharusnya dipahami oleh orang tua.

Di sini, kami akan tunjukkan pada Anda tentang kelainan tumbuh kembang anak yang mana sering terjadi. Tentu saja ulasan ini dibarengi dengan informasi tentang penyebab sekaligus solusinya. Jadi, mari simak bersama-sama informasinya di bawah ini!

Gangguan Kebahasaan

Dari sekian banyaknya kelainan yang dimiliki oleh anak di dunia, bahasa menjadi kelainan yang paling dominan.

Anak sulit berbicara, bahkan hanya sebatas mengucapkan kata-kata sederhana semisal ayah atau mama.

Normalnya, kesulitan anak dalam mengucapkan kata-kata sederhana ini dialami oleh anak lelaki. Sementara anak perempuan jarang yang mengalami kelainan tersebut.

Anda bisa menengoknya ketika anak masih berusia 1,5 tahun. Di usia tersebut, anak biasanya sudah bisa memanggil sapaan mama atau papa.

Ketika anak masih belum bisa, bisa jadi anak Anda sedang bermasalah dengan pengucapan. Artinya, ada gangguan pada pertumbuhan anak.

Kondisi ini akan terus berlanjut jika tidak segera ditangani. Contoh kelanjutan kelainan ini adalah anak akan sulit merangkai kata di usia 2 tahun yang notabenenya anak sebenarnya sudah bisa mengucapkan “mama, minum susu.”

Pertanyaannya sekarang adalah apa sih penyebab anak sulit berbicara?

  • Penyebab anak terlambat bicara

Penyebab anak terlambat bicara tentunya sangat banyak. Sebagai orang tua, Anda harus menyadarinya mulai sekarang.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya interaksi antara orang tua dan anak. Ini biasanya terjadi jika orang tua lebih sibuk di luar rumah (kerja) ketimbang sibuk bermain dan berinteraksi dengan anak.

Sementara yang kedua adalah terlalu banyak menyibukkan anak dengan menonton televisi.

Terkadang menonton tv menjadi cara ampuh yang ditempuh orang tua agar anaknya bisa diam. Dan memang anak akan diam di depan TV berlarut-larut.

Kebiasaan ini membuat anak menjadi lebih pasif. Anak bisa mencerna informasi, namun tidak bisa mengolahnya dengan baik yang mengakibatkan pada penurunan sistem otak anak.

  • Solusi mengatasi anak terlambat bicara

Jika dilihat dari penyebab utamanya, tentu solusi yang pas untuk meningkatkan kemampuan anak dalam berbicara adalah dengan membiasakan interaksi.

Orang tua bisa mengajak anak bermain, kemudian mengajaknya berinteraksi setiap saat. Misalnya dimulai dengan mengajari kata-kata paling sederhana.

Kemudian yang tak kalah penting, ajari anak kosakata paling sering digunakan. Tentu dilanjutkan dengan menyambung kosakata semisal “mama, minum” dan lain sebagainya.

Gangguan Hiperaktif

Memiliki anak yang aktif tentu menyenangkan. Namun jika terlalu aktif dalam bermain/beraktifitas tentu juga kurang baik.

Hiperaktif sendiri bisa dimasukkan dalam kategori gangguan perkembangan anak. Karena memang kondisi seperti ini biasanya membuat anak tidak mudah diatur, dan memiliki kecenderungan yang agresif.

Perlu dipahami jika anak hiperaktif seperti ini sebenarnya memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Hanya saja, anak sulit diatur dan cenderung ceroboh ketika beraktifitas.

  • Penyebab anak hiperaktif

Mengenai penyebabnya, banyak pakar

yang masih menduga. Artinya, belum jelas kenapa anak bisa begitu aktif dalam bertindak.

Namun diduga jika kondisi ini disebabkan oleh keturunan. Maksudnya, jika salah satu anggota keluarga punya riwayat seperti itu, maka anak yang dilahirkan juga punya peluang besar memiliki kondisi seperti itu juga.

Sementara penyebab lainnya adalah ibu menderita semacam alergi saat mengandung. Atau ibu menderita migraine dan lain sebagainya.

Kondisi yang dialami ibu kemudian turut mempengaruhi kondisi anak yang dilahirkan. Tentu dicontohkan dengan lahirnya anak yang sangat hiperaktif menjelang dewasa.

Untuk gejalanya sendiri, anak yang dilahirkan biasanya sering menangis keras. Kemudian anak biasanya sulit tidur.

Ketika anak Anda mengalami kondisi demikian, Anda seharusnya mulai memikirkan langkah apa yang tepat dilakukan ketika anak mulai tumbuh lebih besar.

  • Solusi mengatasi anak hiperaktif

Kelemahan anak yang hiperaktif adalah sulit untuk diam. Anak akan melakukan hal sekehendak hati.

Jika anak suka melakukan hal tersebut, maka anak akan langsung melakukannya. Dan Anda akan sulit untuk menghentikannya.

Menghentikannya tentu saja cara yang kurang tepat. Karena anak akan marah, bahkan bisa melukai dirinya sendiri.

Solusi yang pas jika memiliki anak yang hiperaktif adalah dengan mencurahkan semua perhatian pada anak. Kemudian memberikan kasih sayang yang cukup besar buatnya. Contohnya adalah dengan mengerti apa yang anak mau.

Catatan kecil buat Anda adalah memberikan pemahaman pada anak sekaligus mendisiplinkan anak tanpa menyinggung perasaannya.

Atau bisa juga dengan mengarahkan anak untuk menemukan hobi anak. Biarkan anak lebih fokus pada hobinya, kemudian selingi dengan aturan untuk mendisiplinkannya agar anak bisa terkontrol emosinya.

Dua hal di atas memang cukup sering terjadi. Anda tentu butuh penanganan yang berbeda jika kondisinya berbeda.

Ketika gangguan anak pada tumbuh kembangnya bisa dikenali dan ditangani, maka kendala tersebut bukanlah masalah yang serius kedepannya.

Kesimpulannya, gangguan tumbuh kembang anak ada untuk membuat Anda sadar jika anak adalah anugerah yang harus dijaga. Jadi, curahkahlah kasih sayang sepenuh hati untuknya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *