Ganti Nasi dengan Roti Gandum Sebagai Menu Sarapan Balita

Ibu dan balita
www.ibudanbalita.com

Ibu tidak boleh berpikir jika si kecil belum makan nasi berarti belum bisa dikatakan sudah makan. Orang dahulu memahami makan itu ya makan nasi. Kalau makan makanan yang lain seperti roti itu belum disebut dengan makan.

Cara pandang tersebut harus dihilangkan. Ibu harus mengerti kenapa nasi itu penting. Bukan nasinya tapi kandungan di dalam nasi, yaitu karbohidrat.

Artinya, balita harus mengkonsumsi menu makanan yang mengandung karbohidrat agar ia bisa memiliki tenaga dan aktif.

Akan tetapi, kandungan karbohidrat bukan hanya nasi, kan? Roti gandum pun mengandung karbohidrat. Bahkan, roti gandum lebih direkomendasikan sebagai menu sarapan balita daripada nasi. Ibu ingin tahu mengapa?

Beda Antara Nasi dan Roti Gandum

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, nasi itu sama dengan roti gandum. Sama-sama mengandung karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh. Karbohidrat inilah yang membuat balita bisa aktif setiap hari.

Hanya saja, ada satu perbedaan mendasar antara nasi dan roti. Kandungan karbohidrat memang sama, namun jenis karbohidratnya yang berbeda. Nasi mengandung karbohidrat sederhana. Sementara itu gandum mengandung karbohidrat kompleks.

Dua jenis karbohidrat ini sudah dijelaskan secara panjang lebar di situs Ibu dan Balita. Namun, secara sederhana, karbohidrat sederhana mudah dicerna sehingga balita ibu akan mudah merasa lapar. Berbeda jika ia mengkonsumsi roti gandum yang mengandung karbohidrat komplek. Karbohidrat jenis ini sulit dicerna sehingga balita lebih lama merasa kenyang. Ia akan memiliki tenaga yang cukup untuk beraktivitas dengan penuh semangat hingga siang hari.

Jadi, sudah jelas bukan kenapa sebaiknya balita ibu mengkonsumsi roti gandum sebagai menu sarapan setiap hari? Tujuannya agar balita tidak mudah lapar dan tetap memiliki tenaga hingga makan siang tiba.

Efek Samping Karbohidrat Kompleks

Meskipun ada manfaatnya, tentu ada efek negatif yang mungkin bisa terjadi jika ibu memberikan menu roti gandum untuk si kecil. Bisa saja sistem pencernaan tidak bisa mencerna sehingga si kecil mengalami sembelit atau susah buang air besar. Ini yang sangat dikhawatirkan.

Namun, untuk mencegah hal tersebut, ada beberapa hal yang perlu ibu perhatikan.

  1. Usia

Kapan balita sudah boleh mengkonsumsi roti gandum atau menu makanan lain yang mengandung karbohidrat kompleks? Sebenarnya tidak ada batasan. Asalkan balita sudah terbiasa mengkonsumsi menu makanan, maka ia sudah siap untuk mengkonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks. Balita usia 2 tahun ke atas umumnya sudah tidak masalah jika diberi menu makanan seperti roti gandum.

  1. Berikan Secukupnya

Tentu ada kalanya ibu memberikan menu makanan yang kandungan karbohidratnya sederhana. Dengan demikian, sistem pencernaan tidak terlalu di forsir.

  1. Asupan Nutrisi Lain

Bukan hanya karbohidrat saja yang menjadi sumber energi. Kandungan nutrisi lainnya juga tak kalah penting. Jadi, ibu harus lebih banyak mengetahui tentang menu makanan apa yang terbaik untuk balita. Dengan mencukupi kebutuhan nutrisi hariannya, maka balita ibu bisa aktif setiap hari.

Jangan lupa juga ibu harus memberikan susu balita terbaik. Susu Frisian Flag kini bisa ibu beli secara online. Dan program penukaran poin masih berlangsung hingga tahun depan. Jadi, selain ibu bisa memastikan si kecil mendapatkan nutrisi seimbang, ibu juga bisa mendapatkan manfaat lain seperti hadiah yang sudah disediakan.

Untuk mengetahui hadiah apa saja yang sudah disiapkan, ibu bisa cek langsung di website www.ibudanbalita.com

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *