Gara-Gara Udara Kotor, Ini yang Mungkin Terjadi Pada Perkembangan Janin

perkembangan janin
Ibu dan Balita

Semakin banyak mengetahui tentang perkembangan janin dan apa saja yang bisa mempengaruhinya, maka semakin berat beban menjadi seorang ibu hamil.

Mungkin dulu tidak. Karena pada waktu dulu lingkungan cenderung lebih bagus. Lihat saja sekarang ini polusi ada di mana saja. Bahkan di pedesaan yang masih banyak tumbuh-tumbuhan pun memiliki udara yang tidak sejernih seperti waktu dulu.

Karena ternyata udara kotor yang dihirup oleh seorang ibu hamil juga bisa berpengaruh buruk terhadap perkembangan anak di dalam kandungan.

Hasil Mengejutkan dari Penelitian JAMA Psychiatry

Mungkin sudah saatnya untuk menjaga lingkungan. Tidak hanya harus membuang sampah pada tempatnya, tapi sebisa mungkin mengurangi polusi udara dengan cara lebih jarang menggunakan kendaraan bermotor.

Udara yang buruk tidak hanya berpengaruh pada kesehatan seorang ibu hamil, tapi juga janin yang dikandung. Awalnya, para peneliti menjelaskan bagaimana pernasafan janin bisa terganggu ketika ibu hamil sering menghirup udara kotor.

Lebih dari itu, ternyata bayi yang lahir dari ibu yang selama kehamilan sering menghirup udara kotor memiliki masalah dengan kemampuan kognitifnya. Anak cenderung memiliki masalah dengan memory. Ia juga lebih egresif dengan ketermlambatan kemampuan kognitif yang cukup berat.

Kesimpulan ini didapatkan oleh peneliti JAMA Psychiatry. Penelitian tersebut melibatnya beberapa anak yang ketika masih ada di dalam kandungan ibu mereka tinggal di daerah perkotaan. Karena di daerah perkotaan cenderung memiliki masalah udara yang tidak bersih.

Ini hanya dikarenakan udara kotor akibat polusi yang diproduksi dari knalpot kendaraan bermotor saja. Lalu bagaimana dengan asap dari rokok?

Orang-orang Yahudi sadar betul bagaimana asap rokok bisa merusak generasi Yahudi selanjutnya. Itulah mengapa anti merokok jika disekitar mereka ada seorang ibu hamil.

Tanggapan Ibu?

Setidaknya ibu sekarang tahu bawasannya semakin berat tanggungjawab sebagai seorang ibu hamil. Karena tugasnya tidak hanya memastikan janin berkembang baik hingga proses persalinan nanti. Tapi perkembangan sarafnya juga optimal.

Dan ini yang sepertinya paling sulit. Jadi, seorang ibu hamil tidak hanya memikirkan apakah nutrisi sudah tercukupi atau tidak. Lebih dari itu, mereka harus memperhatikan lingkungan. Mereka harus tinggal di lingkungan dengan kualitas udara yang baik.

Untuk itulah setidaknya seorang ibu hamil bisa menghindari dari tempat dengan udara yang kurang sehat. Gunakan masker ketika ibu harus keluar rumah dengan udara perkotaan yang tidak sehat. Hindari bertemu di dalam satu ruangan dengan para perokok. Minta ijin untuk keluar dari ruangan saja jika mereka tetap merokok di dalam ruangan.

Karena waktu lebih banyak ibu habiskan di rumah, jika rumah ibu berada di perkotaan, setidaknya ibu bisa menciptakan udara yang sehat di dalam rumah. Perhatikan betul sirkulasi udara di rumah. Jika diperlukan, ibu bisa menggunakan AC yang sekaligus bisa membersihkan udara di dalam rumah.

Jika ibu ingin memastikan janin di dalam kandungan berkembang sangat baik dan nantinya menjadi anak yang cerdas, tidak hanya nutrisi yang harus ibu penuhi.

Memang masalah lingkungan bukan urusan ibu saja, tapi masyarakat secara keseluruhan. Akan tetapi, setidaknya ketika ibu hamil, ibu bisa membuat rumah menjadi lingkungan yang paling sehat.

Dengan membagikan informasi perkembangan janin yang ternyata bisa terganggu karena udara kotor, maka akan semakin banyak orang yang tersentuh dan akhirnya mau menjaga kualitas udara untuk kebaikan generasi penerus.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *