Hal yang Harus Dilakukan Kala Menyusui Saat Hamil

gizi ibu menyusui
Source: Breastfeeding

Anak merupakan anugrah dari tuhan. Banyak pasangan terus mencoba berbagai cara supaya diberi rejeki kehadiran buah hati dalam rumah tangga. Tentu saja, ayah bunda yang cukup ‘subur’ haruslah bersyukur, meskipun kadang menyusui saat hamil menjadi kendala tersendiri.

Namanya hidup tidak ada yang sempurna. Baik dan buruk seolah hidup berdampingan penuh keharmonisan. Inilah kenapa, meski dikaruniai anak banyak sekalipun, tidak menghindarkan diri dari tantangan. Walaupun, pada akhir hari tantangan hamil dan menyusui akan sepadan dengan kebahagiaan yang kelak diperoleh saat si kecil lahir.

Tidak ada yang salah dengan memiliki banyak anak. Seperti pepatah jaman dulu, banyak anak banyak rejeki. Lari dari masalah bukanlah jawaban yang tepat. Dibanding mengeluh dan takut terhadap situasi di depan mata, alangkah baiknya mencari solusi menyusui sambil hamil. Saran berikut ini dapat menjadi fondasi inspirasi solusi:

  • Bicara dengan dokter

Sangat jarang ditemui masalah konkrit ketika menyangkut menyusui di kala hamil. Fenomena bunda menyusui sambil mengusap perut berisi janin sepertinya sudah sangat biasa. Namun, tetap saja resiko tidak dapat dihindari.

Minimalisir kemungkinan terburuk masih sangat mungkin dilakukan. Salah satunya dengan berkonsultasi rutin pada ahlinya. Akan jauh lebih baik lagi bila bunda sudah memiliki ‘orang kepercayaan’ yang mampu diajak diskusi mengenai kondisi kandungan sedini mungkin. Kalau perlu, periksakan pula kondisi anak dan ibu untuk menghindari kesalahan pengambilan keputusan.

  • Lawan mual muntah dengan makanan ringan

Mual dan muntah rasanya bukan berita baru lagi kalau sudah menyangkut kandungan. Bahkan, rasa tidak menyenangkan di area perut terbukti menjadi sinyal perkembangan janin ada dalam jalur yang tepat. Namun, dengan kehadiran dua buah hati, tentu tidak ingin memberatkan kasih pada salah satu saja.

Usahakan tidak menolak ajakan si kecil untuk bermain atau minum susu. Toh, anak akan menjadi seorang kakak dengan waktu bunda terbagi dua sampai dengan tiga. Lawan mual dan muntah dengan cara sepele seperti konsumsi makanan ringan.

Nyemil memang kegiatan yang dianggap membuang waktu. Padahal, justru kebiasaan inilah yang mempermudah kinerja pencernaan. Apalagi di saat mengandung dengan tuntutan merawat anak, mengurangi porsi dan menambah jam makan tidak hanya membantu sembuhkan mual muntah namun hemat waktu pula.

  • Siapkan strategi mengalihkan perhatian si kecil

Ada kalanya cobaan kehamilan jauh lebih berat dari yang terasa. Hal ini terbukti pada kehamilan yang makin bertambah usia. Bunda merasa sangat lelah, letih, dan lesu sehingga mau tidak mau mengambil jam istirahat. Dalam pandangan si kecil, bunda tidak mampu bermain bersama lagi.

Anak mungkin tidak pandai dalam memahami pidato presiden atau membaca buku ilmiah. Kendati demikian, bukan berarti si kecil tak memiliki fondasi kompromi sebagai seorang manusia. Beri pengertian dengan suara lembut dan susunan bahasa teratur untuk melunakkan hati si kecil.

  • Kenalkan rutinitas tidur yang baru

Kebiasaan bagai bunga mawar, indah namun beracun adalah seorang bunda membiarkan buah hatinya terlelap dalam dekapan di kala menyusui. Bagi anak pertama rasanya tidak masalah membiarkan perlakuan khusus berkeliaran. Sayangnya, untuk dua tanggung jawab, sangatlah sulit mempertahankan rutinitas satu ini.

  • Cari posisi yang nyaman

Semakin tua usia kehamilan, perut umumnya membesar dengan sangat wajar. Bayangkan saja, janin makin berat dan lebar sehingga butuh ruang yang lebih puas. Nah, umumnya, posisi menyusui tak lagi serupa dengan bunda berperut rata. Usahakan mencari solusi posisi yang aman dan nyaman untuk menyusui meski dengan perut menonjol.

  • Manfaatkan dahaga iseng si kecil

Kehamilan dan kelahiran di waktu berdekatan, membakar semangat kelenjar payudara. Jangan heran apabila air susu ibu mengalir deras keluar dengan sangat berbahaya karena tumpah kemana-mana. Belum lagi, kadang terdapat tumpukan air susu ibu sebabkan bayi kesulitan menghisap.

Anak kecil, apalagi menginjak usia setahun, akan menemukan sensasi nikmat makan iseng. Meski tak lapar sekalipun, si kecil bisa saja tak keberatan ditawari air susu ibu. Cobalah meminta si kecil menghispan kelebihan air susu ibu, apalagi kalau anak lebih dari satu, maka akan lebih mudah membagi. Ibu tidak repot, anak tersenyum kenyang.

  • Obrolan teman seperjuangan

Kehamilan berdekatan usia, entah terencana atau tidak, pasti terjadi. Nah, bagi bunda yang mendapat anugrah anak dan kehamilan, tentu berbeda pengalaman dengan mereka yang hamil dan tidak menyusui. Faktor psikologis dan fisik wajib mendukung satu sama lain. Pasalnya suami bukanlah pria super yang bisa mendukung kehamilan dari dalam, melainkan hanya dari luar.

Hanya mereka yang hamil dan menyusui bersamaan mampu pahami perasaan teman senasib. Kalau memang begini, usahakan mencari teman dengan kondisi yang semirip mungkin. Dengan demikian saran dan cerita yang dibagi akan jauh lebih nyambung dibanding mereka yang hanya teoritis.

  • Perhatikan kadar gizi ibunda

Memberi makan penduduk dunia dianggap sulit, padahal memastikan anak kenyang seraya mempertahankan kesehatan janin tak kalah berat. Ya, tantangan menyeimbangkan kadar gizi janin dan cadangan air susu ibu membutuhkan konsistensi asupan nutrisi dan gizi.

Waktu berlalu begitu cepat ketika bunda hanya memperoleh kesempatan sempit dalam mengurus kedua anak. Terlebih, adanya tantangan badan kurang nyaman makin mempersulit keadaan. Untung saja, produk susu ibu hamil akan sangat membantu keberlangsungan menyusui saat hamil dengan hambatan minim.(HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *