Hati Ayam Kaya Vitamin, Tapi Kenapa Tidak Boleh Diberikan untuk Balita

Friso
www.friso.co.id

Tahukah ibu, ada setidaknya 5 nutrisi di dalam hati ayam? Dan semua nutrisi tersebut sangat dibutuhkan untuk perkembangan balita.

Itulah kesimpulan dari penelitian yang dilakukan para ahli gizi. Memang hati ayam memiliki kandungan nutrisi yang sangat bagus untuk tumbuh kembang balita. Sayangnya, hati ayam bukanlah termasuk makanan yang disarankan untuk diberikan kepada balita.

Mengapa demikian?

5 Kandungan Pada Hati Ayam

Balita sangat membutuhkan vitamin. Ibu pasti tahu hal tersebut. Salah satu vitamin yang sangat dibutuhkan oleh balita adalah vitamin D. Vitamin yang satu ini memang bisa didapatkan dari sinar matahari pagi. Akan tetapi, vitamin ini juga bisa didapatkan dari hati sapi lho.

Vitamin D ini dibutuhkan untuk perkembangan tulang. Jika kebutuhan vitamin D ini tidak terpenuhi, maka balita tidak bisa tumbuh maksimal.

Selain vitamin D, hati ayam juga mengandung vitamin A. Menjaga kesehatan mata sangatlah penting. Balita yang sudah mengalami masalah dengan mata bukanlah masalah yang baru saja terjadi. Selain orang tua yang tidak memenuhi kebutuhan vitamin A untuk si kecil, gaya hidup yang salah juga menjadi penyebabnya seperti sering bermain gadget, smarphone, atau menonton TV sambil tidur.

Kandungan nutrisi ketiga yang ada pada hati ayam adalah zat besi. Jika ibu sering melihat si kecil lemah dan tidak bersemangat, ada kemungkinan ia kekurangan zat besi lho bu.

Dan nutrisi selanjutnya adalah vitamin E. Vitamin ini berperan aktif untuk menjaga kesehatan kulit si kecil. Dan yang terakhir adalah kandungan vitamin B12 yang penting sekali untuk menjaga kesehatan saraf.

Lalu, bagaimana mungkin hati ayam yang kaya akan kandungan nutrisi ini tidak boleh diberikan untuk si kecil? Berikut ini penjelasannya.

Sebaiknya Jangan Beri Si Kecil Hati Ayam

Apakah ibu tahu apa fungsi hati? Jika ibu lihat di buku biologi, hati adalah organ yang memiliki peran untuk menyaring racun. Jadi, ketika ayam mengkonsumsi makanan, racun akan disaring oleh hati.

Ibu bisa bayangkan bagaimana mungkin ibu bisa memberikan menu makanan berbahan bagian ayam yang berfungsi menyaring racun.

Tidak masalah jika ayam tersebut mengkonsumsi makanan yang bagus. Bagaimana jika tidak? Tentu saja akan semakin banyak racun yang ada pada hati ayam tersebut, bukan?

Alasan tersebutlah yang membuat banyak ahli gizi balita tidak menyarankan anak kecil mengkonsumsi hati ayam. Toh ada banyak pilihan menu makanan lain yang juga mengandung kelima nutrisi yang terkandung pada hati ayam seperti yang sudah dijelaskan di www.friso.co.id. Ibu bisa menemukan menu makanan yang tidak mengandung resiko buruk bagi kesehatan seperti hati ayam ini.

Di luar negari terutama di negara maju, jeroan termasuk hati itu dibuang, tidak dikonsumsi. Hal ini terkait dengan kandungan racun yang mungkin masih menempel pada organ tersebut meskipun sudah dimasak.

Tentu sangat masuk akal jika orang-orang yang tinggal di negara maju memiliki tubuh yang sehat dan kuat, bukan? Hal ini disebabkan mereka sangat peduli dengan menu makanan yang mereka konsumsi.

Bagaimana dengan ibu?

Memang sulit apalagi jika mengkonsumsi hati itu sudah menjadi hal yang lumrah. Apalagi ada yang bilang mengkonsumsi hati bisa membuat anak cerdas.

Tentu saja ibu tidak boleh mempercayai hal tersebut setelah mengetahui penjelasan apa bahaya memberikan menu makanan berupa hati ayam tersebut di atas.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *