Hati-Hati Mengkonsumsi Telur Saat Hamil

menu sehat ibu hamil
www.ibudanbalita.com

Telur menjadi salah satu menu makanan bergizi bagi seorang ibu hamil. Kandungan proteinnya sangat diperlukan untuk perkembangan bayi, khususnya perkembanga otaknya.

Namun, siapa sangka jika telur juga bisa memberikan efek buruk bagi perkembangan bayi di dalam kandungan. Inilah yang menjadi alasan mengapa ibu harus hati-hati jika makan telur ketika sedang hamil.

Efek Buruk Yang Bisa Terjadi

Kebanyakan orang mengerti bawasannya kandungan protein di dalam telur itu sangat tinggi. Dan alasan inilah yang membuat mereka memahami telur itu termasuk makanan yang bergizi.

Akan tetapi, tidak banyak yang mengerti jika ada kandungan berbahaya di dalam telur, yaitu Salmonella. Ini sejenis bakteri yang berkembang di dalam telur. Dan bakteri inilah yang mengakibatkan efek buruk terhadap perkembangan janin.

Menurut para ahli kesehatan, salmonella ini bisa masuk ke usus dan juga aliran darah. Bahkan, bakteri ini bisa juga masuk ke plasenta. Dan ini yang sangat berbahaya. Salmonella bisa menyebabkan kematian pada bayi di dalam kandungan.

Efeknya tidak hanya pada bayi di dalam kandungan. Bakteri ini juga bisa menyebabkan hal buruk pada ibu hamil. Awalnya, seorang ibu hamil akan merasa mual yang luar biasa. Jika kondisi ini dibiarkan begitu saja, ibu hamil akan mengami demam disertai dengan diare.

Dari efek buruk tersebut, tentu saja siapapun harus berhati-hati jika mengkonsumsi telur saat hamil.

Menghindari Salmonella Pada Telur

Kebanyakan makanan dari hewan itu berisiko. Contohnya saja telur ada bakterinya. Begitu juga dengan daging sapi. Padahal, telur dan daging mengandung kandungan protein yang sangat tinggi.

Akan tetapi, bukan berarti bakteri tersebut tidak bisa dihindari. Cara yang paling tepat adalah dengan memasak telur benar-benar matang. Hindari mengkonsumsi telur setengah matang walaupun ada yang bilang telur setengah matang itu sangat baik. Yang perlu dikhawatirkan itu adalah bakterinya. Itulah mengapa sebaiknya ibu masak telur benar-benar matang, jangan memasang telur setengah matang.

Protein Selain Telur

Pada dasarnya, kandungan protein dalam telur yang ingin diambil oleh seorang ibu hamil. Protein dalam telur sangat tinggi dan sangat dibutuhkan untuk perkembangan janin di dalam kandungan. Sayangnya, ada risiko di mana ada bakteri Salmonella di dalam telur.

Jika alasannya ingin mendapatkan asupan gizi berupa protein, ada sumber protein lainnya yang lebih aman daripada telur. Salah satunya adalah kacang-kacangan. Ini merupakan sumber protein nabati yang sangat aman untuk dikonsumsi seorang ibu hamil.

Selain itu, mengkonsumsi susu ibu hamil juga sangat dianjurkan. Apalagi, susu diproduksi dan telah melewati proses yang sangat higienis sehingga hanya kandungan baik saja yang ada pada susu tersebut, terutama kandungan protein yang sesuai dengan kebutuhan harian ibu hamil.

Alasan lainnya kenapa ingin mengkonsumsi telur adalah adanya kandungan asam lemak omega 3. Dalam hal ini, kandungan tersebut bisa didapatkan dari ikan laut. Ibu hanya perlu memilih ikan laut yang masih berusia muda sepert ikan tuna dan ikan salmon.

Memilih ikan yang masih muda sangat penting karena ikan tersebut hanya memiliki merkuri yang rendah. Ketika ikan dimasak dengan matang, maka merkuri tersebut akan hilang.

Dan masih banyak sumber protein lain selain telur. Untuk lebih lengkapnya, silakan ibu kunjungi www.ibudanbalita.com agar mendapatkan informasi lebih detail tentang makanan yang baik untuk dikonsumsi oleh seorang ibu hamil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *