Ibu Bisa Lho Mendeteksi Perkembangan Janin Sendiri Di Rumah

Perkembangan Janin
Ibu & Balita

Perkembangan janin bisa dideteksi oleh ibu sendiri tanpa harus datang ke dokter kandungan untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan USG meskipun memang konsultasi kehamilan dengan dokter kandungan itu sangat penting.

Namun, setidaknya ibu bisa melakukan deteksi sendiri agar ibu bisa melakukan antisipasi jika terjadi gangguan terhadap perkembangan bayi di dalam rahim.

Lalu, bagaimana ibu bisa melakukan deteksi sendiri terhadap perkembangan janin? Berikut beberapa hal yang harus ibu ketahui.

Tanda-Tanda Perkembangan Janin

Sebagai ibu hamil, ibu harus banyak mencari tahu informasi seputar kehamilan, terutama tentang tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Setidaknya agar ibu tahu apabila terjadi gejala yang menunjukkan adanya gangguan terhadap janin.

Ada banyak sekali tanda-tanda yang menunjukkan perkembangan janin. Salah satunya adalah morning sickness. Ada yang memiliki anggapan yang salah terhadap morning sickness ini. Bahkan ada yang mencoba untuk menghentikan mual dan muntah karena morning sickness ini. Tentu saja hal tersebut sangat wajar mengingat morning sickness sangat mengganggu kegiatan keseharian ibu hamil.

Akan tetapi, harus dipahami juga bahwa morning sickness merupakan salah satu tanda perkembangan janin baik. Hal ini karena morning sickness itu disebabkan faktor hormonal. Saat produksi hormon meningkat, maka pada saat itulah seorang ibu hamil akan merasakan morning sickness. Namun, saat produksi hormon meningkat, pada saat itulah janin berkembang. Karena janin memerlukan hormon untuk berkembang.

Jadi, apakah ibu harus sedih saat mengalami morning sickness? Seharusnya tidak karena itu tanda bahwa perkembangan janin baik.

Selain itu, tanda lainnya adalah munculnya gerakan tertentu yang dilakukan oleh janin. Gerakan tersebut biasanya berupa tendangan atau pukulan. Gerakan ini biasanya sudah bisa dilakukan saat janin sudah berusia 3 bulan.

Berapa usia kandungan ibu saat ini? Jika belum ada gerakan yang ibu rasakan, mungkin ada yang kurang baik di dalam proses perkembangan janin. Salah satu cara untuk mendeteksi keadaan janin adalah gerakan yang dilakukan janin saat usianya sudah mencapai 3 bulan.

Beberapa keluhan kesehatan yang ibu rasakan juga bisa dijadikan salah satu cara untuk mendeteksi janin. Contohnya saja sakit gigi atau merasa ngilu pada tulang tertentu. Jika ibu mengalami sakit gigi atau tulang ngilu, kalsium ibu diambil oleh janin. Hal ini disebabkan janin memerlukan lebih banyak kalsium. Sayangnya, jumlah kalsium dari minuman serta makanan yang ibu konsumsi setiap hari tidak mencukupi sehingga janin mengambil kalsium dari gigi dan juga tulang ibu.

Jika hal tersebut terjadi, ibu perlu memperbanyak asupan gizi berupa kalsium. Minum susu ibu hamil dan makan makanan yang mengandung lebih banyak kalsium harus lebih diperhatikan.

Memastikan Perkembangan Janin

Beberapa tanda-tanda tersebut di atas bisa ibu jadikan sebagai cara untuk mendeteksi perkembangan janin. Akan tetapi, untuk memastikan bahwa si kecil dalam kandungan benar-benar dalam keadaan sehat, maka ibu tetap perlu melakukan konsultasi dengan dokter kandungan.

Lakukan pemeriksaan USG satu bulan sekali untuk mengetahui perkembangan janin. Tanda yang telah dijelaskan sebelumnya hanya agar ibu bisa melakukan deteksi dini saja. Untuk memastikan kesehatan si kecil dalam rahim, ibu tetap harus melakukan pemeriksaan USG.

Menjaga kesehatan kehamilan itu tanggung jawab ibu. Apa yang ibu lakukan dan apa yang ibu konsumsi itu sangat menentukan perkembangan janin.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *