Ibu Yang Tidak Paham Tentang Psikologi Pun Bisa Mengasah Kreativitas Anak

mengasah kreativitas anak
www.friso.co.id

Siapa yang mampu mengembangkan kreativitas anak? mungkin ibu akan mengatakan para guru. Karena mereka tahu dan mempelajari teori psikologi anak. Atau ibu juga bisa mengatakan para psikolog yang tahu persis apa yang harus dilakukan untuk mengasah kreativitas anak.

Lalu, sekarang pertanyaanya adalah bagi orang tua yang tidak pernah belajar tentang psikologi anak, apakah mereka tidak bisa mengembangkan sisi kreatif anak? Apakah hanya mereka yang mengenyam pendidikan formal di bidang psikologi anak tahu bagaimana cara mengembangkan kreativitas pada anak?

Memang mereka yang secara akademis berkutat dengan ilmu psikologi lebih banyak tahu tentang hal ini. Akan tetapi, hal tersebut tidak lantas membuat orang yang awam tentang ilmu psikologi anak tidak bisa berperan untuk mengembangkan sisi kreativitas sang buah hati.

Tentu saja ibu dan juga orang tua lainnya yang tidak banyak tahu tentang ilmu psikologi tidak harus melahap semua teori psikologi. Ibu hanya perlu mengetahui tindakan praktik yang harus ibu lakukan untuk mengembangkan sisi kreatif anak. Apa yang harus ibu lakukan?

Belajar Masak

Cara paling mudah untuk mengasah kreativitas anak itu dengan cara belajar masak. Itu pun ada satu catatan. Anak ibu suka memasak. Biasanya, anak perempuan suka dengan kegiatan yang satu ini meskipun tidak menutup kemungkinan anak laki-laki pun bisa saja tertarik untuk kegiatan yang satu ini.

Belajar memasak merupakan kegiatan yang kreatif. Pasalnya, anak dituntut untuk meracik semua bahan makanan sehingga menjadi makanan. Mungkin saja masakan yang dibuat oleh sang buah hati tidak seenak makanan buatan ibu sendiri. Bukan itu intinya. Yang terpenting adalah bagaimana anak ibu bisa membuat sesuatu. Itu namanya kreatif.

Dalam hal ini, ibu sebaiknya mempersiapkan alat masak yang tidak terlalu tajam. Ada lho alat memasak yang terbuat dari bahan yang tidak berbahaya. Selain itu, ibu perlu memilihkan makanan yang mudah untuk dibuat. Ibu bisa dapatkan ide mengasah kreativitas balita seperti ini dari situs Friso Indonesia.

Otak Atik Barang Sendiri

Bagaimana jika anak ibu tidak suka memasak? Ini menjadi alternatif lain. Tidak hanya anak laki-laki, ternyata hobi mengotak-atik barang sendiri juga disukai oleh anak perempuan lho. Biasanya, mereka menirukan apa yang ibu atau suami ibu lakukan dalam memperbaiki suatu alat. Balita ibu mungkin ingin mengotak atik atau memperbaiki sepedanya sendiri. Biarkan hal tersebut ia lakukan.

Yang perlu ibu lakukan adalah mengawasinya saja. Jangan sampai anak ibu terluka dengan alat yang ia gunakan. Ibu bisa saja membelikan alat-alat yang tidak berbahaya. Hanya saja, terkadang anak tidak mau memakai alat mainan tersebut. Ia lebih suka menggunakan alat sungguhan seperti yang orang dewasa gunakan.

Bercerita Atau Monolog

Terlalu formal jika disebut monolog. Tapi coba ibu perhatikan bagaimana anak ibu bercerita sendiri di depan ibu. Bukankah itu juga disebut dengan monolog?

Terlihat aneh bagi orang dewasa seperti itu. Akan tetapi, kegiatan tersebut ternyata cara yang tepat untuk mengasah kreativitas anak lho. Ketika anak ibu bercerita sendiri, maka pada saat itu anak ibu sedang berimajinasi. Dan proses imajinasi inilah yang membuat daya kreativitas sang buah hati.

Bahkan, menurut ahli psikologi anak, ketika anak sedang bercerita hal-hal yang imajinatif, sebagai orang tua ibu seharusnya ikut ke dalam dunia yang dibuat oleh anak ibu tersebut. Ibu bisa menanggapi seolah-olah ibu mengerti betul apa yang diimajinasikan oleh anak ibu tersebut. Dengan demikian, anak akan lebih termotivasi untuk berimajinasi. Bisa dikatakan daya imajinasinya menjadi lebih liar dan itu bagus untuk kreativitasnya.

Yang pasti, ibu tidak boleh membuyarkan dunia imajinasinya. Ibu tidak boleh menganggap apa yang dilakukan oleh sang buah hati ibu itu hal yang aneh. Bahkan tidak boleh pula ibu mengentikan proses kreatif berimajinasi anak. Sebaliknya, ibu harus ikut terbawa ke dalam dunia imajinasi yang dibangun oleh sang buah hati.

Corat Coret

Paling sedih jika anak mencorat coret dinding rumah. Akan tetapi, bukan berarti ibu harus marah dan melarang si kecil melakukan hal tersebut ya bu. Corat coret menjadi bagian dari proses mengembangkan sisi kreatif anak. Corat coret berarti anak sedang mencoba mengaktualisasikan apa yang ada di pikirannya.

Yang perlu ibu lakukan adalah menyediakan media yang tepat untuk kegiatan corat coret anak. Ibu bisa pasang papan tulis di dinding bagian tertentu rumah ibu. Atau ibu bisa belikan buku gambar atau buku mewarnai.

Dalam hal ini, ibu harus sesuaikan dengan usia sang buah hati. Tidak masalah jika balita usia 1-3 tahun melakukan corat-coret. Akan tetapi, ketika usianya menginjak di atas 3 tahun, sebaiknya ibu arahkan ke hal yang lain seperti menggambar, mewarnai, menjiplak, dan lain sebagainya. Jadi, kegiatan yang ia lakukan harus disesuaikan dengan kemampuannya juga.

Terlepas dari apa saja yang ibu lakukan untuk mestimulus daya kreatif balita, ibu harus pastikan kebutuhan nutrisinya tercukupi. Daya kreatifnya tidak akan muncul jika perkembangan otaknya kurang baik. Itulah mengapa ibu harus memilihkan susu yang bisa memastikan perkembangan otak anak berjalan dengan baik. Susu Friso Gold 3 dan Friso Gold 4 menjadi pilihan susu yang terbaik untuk anak ibu. Tidak hanya nutrisinya yang lengkap, kualitas susunya juga terjaga. Dengan demikian, semua kebaikan dari susu yang satu ini bisa didapatkan oleh si kecil, terutama keutaman untuk mendorong sisi kreativitas anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *