Info Kesehatan Ibu Hamil: 7 Hal Perusak Kandungan

info kesehatan ibu hamil
Source: The Nest

Info kesehatan ibu hamil tentu saja banyak dicari. Ingat, kesehatan bunda berbanding lurus dengan kondisi janin nantinya. Tindakan ceroboh tanpa dasar pengetahuan yang jelas akan hancurkan kerja keras untuk memperoleh kehadiran buah hati. Jangan sampai alasan ‘ikan teri’ macam “tidak tahu” keluar dengan mudahnya tanpa pertimbangan masak-masak.

Beberapa hal mungkin terdengar biasa dan menyenangkan di kala tidak hamil. Padahal kehadiran janin akan merubah faktor perusak kesehatan bunda. Kalau bisa, ayah bunda sebaiknya dilarang keras untuk menyamakan standar aman sewaktu bunda belum berbadan dua dengan kondisi bunda yang kini, yakni membawa anak hasil berbagi cinta.

Apa sajakah 10 hal perusak kandungan selain berat badan berlebih yang harus bunda tahu? Simak penjelasan larangan-larangan tersebut dibawah ini:

  1. Pestisida

Kalau manusia lemah melawan sianida, hewan lemah terhadap petisida. Ya, pengusir hama paling populer di Indonesia jatuh pada pestisida. Harganya yang murah, dengan efektifitas yang cukup tinggi membuat petisida sangat populer.

Pestisida memang terlihat membantu hidup manusia, padahal bagi bunda hamil tidak demikian. Sayuran atau buah yang mustinya membantu kehamilan malah jadi racun bagi janin. ‘Ramuan’ kimia yang cukup ampuh membasmi hama juga tergolong hebat dalam ‘menghabisi’ nyawa bayi, terlebih saat dihirup langsung oleh ibunda.

2. Bau cat
Romantis juga kalau suami dan istri mencoba kencan unik dengan cat rumah sendiri. Adegan-adegan film sendiri dengan jelas shoot film pembangun romansa dengan cara sederhana seperti dekorasi rumah bersama. Namanya cinta, sih, kegiatan macam apapun akan terasa sangat menyenangkan.

Single, sih oke saja kalau mau mencoba jenis kencan yang rada nyeleneh, lain cerita kalau double alias sudah berbadan dua. Aroma cat punya efek yang sama dengan bensin, yakni penyebaran racun lewat bau. Bila rumah sedang dalam kondisi dekorasi dari segi warna, usahakan bunda mundur dari barisan.

3. X-ray

Teknologi masa kini mempermudah pemeriksaan secara menyeluruh. Ilmu ‘batin’ seolah tidak diperlukan lagi karena dengan X-ray saja, langsung ketahuan dimana letak masalahnya. Tapi jangan salah, tiap hal yang pernah ada di muka bumi selalu punya sisi negatif dan positif, ying dan yang, hitam dan putih, tak terkecuali teknologi.

Cara kerja X-ray adalah pemakaian radiasi guna menangkap gambar dari dalam tubuh manusia. Efektif memang, tapi bisa berbahaya bagi janin. Seharusnya kandungan selalu dalam wilayah steril, dan radiasi bukan ‘teman’ baik ibu hamil. Bagaimana bunda membuat keputusan dalam menggunakan X-ray tentu kembali pada diri masing-masing. Mampukah manfaat X-ray mengalahkan resikonya?

4. Reptil
Jenis reptil sebetulnya ada beragam, ambil contoh saja, kadal, buaya, ular ataupun cicak. ‘Fans’ dan ‘haters’ reptil sudah pasti ada, kalau bunda termasuk hatersmaka seharusnya tidak ada masalah, lain cerita dengan perempuan yang suka pesona reptil. Tidak ada yang salah dengan menyukai reptil, hanya saja kehamilan seringkali tidak mendukung.

Reptil termasuk jenis hewan yang senang berdekatan dengan tanah. Inilah kenapa bakteri, dan kuman sangat mungkin menempel tanpa merasa bersalah. Salah satu musuh janin adalah bakteri salmonellosis. Kebanyakan bunda mungkin jarang mendengar karena memang reptil bukan peliharaan yang cukup umum, lain cerita di luar negeri.

Bakteri salmonellosis terbukti bersalah pada kelahiran bayi cacat, sampai dengan keguguran di tengah kehamilan tua. Nyaris sama dengan infeksi toksoplasma, bakteri salmonellosis ‘menyerang’ bunda terlebih dahulu baru mendekati calon buah hati. Tidak sampai disitu saja, salmonellosis juga tak takut menyerang anak berumur 5 tahun sekalipun, duh harus waspada.

5. Pasir kucing
Kucing telah bertahun-tahun disalahkan tiap ada kasus infeksi toksoplasma. Bila mengkaji kehidupan kucing lebih lanjut, hewan imut bintang internet ini ternyata punya pola yang sangat bersih. Lidah kucing telah terbukti alat pembersih alami mutakhir yang baru terpikirkan di era modern.

Dosa infeksi toksoplasma sebetulnya bukan seratus persen kucing, melainkan kotorannya. Ada alasan kuat mengapa kucing selalu mengubur kotorannya dalam-dalam. Bakteri, dan kuman termasuk virus toksoplasma mengidap tinja kucing, justru hewan paling tahi diri adalah si meong. Perempuan hamil lebih baik tahu diri dan menjauhi kucing.

6. Suplemen vitamin A
Vitamin A bikin sehat, hal ini tidak salah. Wortel, misalnya, selalu direkomendasikan untuk masuk dalam menu ibu hamil. Ya, tidak ada yang salah dengan vitamin A, hingga bunda terlalu ‘rakus’. Segala sesuatu yang berlebihan tidak pernah berakhir baik, pepatah tersebut ada benarnya.

Suplemen dalam bentuk apapun bertujuan menaikkan kadar vitamin secara instant. Masalahnya, masa hamil mendorong nafsu makan yang besar serta tuntutan makan sehat. Karenanya takaran yang tidak tepat dari minum vitamin A malah bisa berbalik menyerang harapan bunda untuk sehat janin dan tubuh.

7. Gigitan serangga

Namanya tinggal di wilayah tropis, keberadaan serangga tentu bukan hal aneh. Bahkan warga Indonesia mungkin bisa jadi kandidat kuat kalau ada kompetisi berburu serangga tingkat dunia. Mau bagaimana lagi, dari kecil, tubuh sudah terlatih membunuh serangga-serangga yang lewat sembarangan.

Ambil contoh, nyamuk. Kalau seandainya serangga diperlakukan layaknya buronan, mungkin nyamuk menempati daftar most wanted dibanding yang lain. Ya, nyamuk bersifat bebas, gesit, kecil, dan tidak jelas hidup dimana. Karenanya, nyamuk paling sering memegang ‘profesi’ distribusi penyakit-penyakit aneh. Sekedar info kesehatan ibu hamil saja, sediakan strategi melawan serangga apapun di segala kondisi ya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *