Ini yang Perlu Ibu Ajarkan Saat Tumbuh Kembang balita Mencapai Usia 2 Tahun

tumbuh kembang balita
Friso Indonesia

Tumbuh kembang balita akan baik atau buruk tergantung dari pola asuh yang ibu berikan. Oleh sebab itu, setiap ibu harus tahu apa saja yang harus dilakukan untuk memaksimalkan perkembangan sang buah hati.

Tentu saja perkembangan anak itu berdasarkan usianya. Saat usianya mencapai 1 tahun, si kecil harus sudah mulai bisa belajar jalan. Ketika usianya lebih dari 1 tahun namun belum mencapai 2 tahun, perkembangan balita sudah sedikit berbeda. Ia tidak hanya bisa berjalan dengan tegak, tapi sudah mulai berani berlarian. Rasa ingin tahu terhadap benda dan jenis makanan baru juga sangat tinggi.

Lalu, bagaimana dengan tumbuh kembang anak usia 2 tahun? Apa yang harus ia kuasai? Saat balita sudah memasuiki usia 2 tahun, seharusnya ibu sudah tidak perlu lagi membeli popok lagi. Sudah saatnya si kecil memakai celana biasa karena ia harus mulai tahu buang air kecil dan buang air besar di toilet.

Istilahnya adalah toilet training, yaitu mengajarkan kepada anak agar BAK dan BAB di toilet. Dalam hal ini, peran ibu sangat penting. Jangan sampai usia si kecil sudah mencapai 3 tahun tapi masih menggunakan popok dan tidak tahu bagaimana BAK dan BAB di toilet.

Kenapa Usia 2 Tahun?

Tentu ada alasan kenapa harus mulai memberikan toilet training saat tumbuh kembang balita mencapai 2 tahun. Pada usia ini, perkembangan fisik dan psikis sudah bisa dikatakan sempurna. Ia sudah bisa berdiri tegak dan juga sudah bisa jongkok. Kaki si kecil sudah mampu menopang tubuhnya yang mungil. Dan yang paling penting, ia sudah bisa menjaga keseimbangan tubuhnya dalam posisi berdiri, duduk, maupun jongkok.

Secara psikis, ia juga sudah bisa menangkap atau memahami instruksi sederhana. Coba ibu berikan instruksi kepada si kecil untuk mencopot pakaian, berdiri, makan, dan lain-lain. Jika si kecil sudah bisa merespon seperti yang ibu instruksikan, maka perkembangan anak sudah sangat baik sekali dan siap untuk diberikan toilet training.

Jadi, apakah ibu siap untuk memberikan pelajaran tentang penggunakan toilet atau toilet training kepada si kecil?

Cara Mengajarkan Toilet Training

Selanjutnya ibu harus mengetahui bagaimana cara mengajarkan toilet training. Pertama-tama, ibu bisa memberikan pemahaman apa kegunaan toilet. Bagaimana caranya? Tentu saja bukan penjelasan secara verbal saja, tapi juga penjelasan secara praktek. Usahakan ibu mengajak si kecil untuk BAK dan BAB di toilet. Jadi, ibu harus memperhatikan jadwal BAK dan BAB si kecil agar setiap kali ia ingin BAK atau BAB, ibu bisa mengajaknya ke toilet.

Selain itu, ibu juga mulai mengajarkan beberapa kata yang mudah untuk diucapkan si kecil untuk menunjukkan bahwa ia ingin BAK atau BAB seperti “pis” untuk BAK atau “pup” untuk BAB. Namun, yang paling penting dan harus ibu lakukan adalah selalu memberi pujian jika si kecil bisa memberitahukan kepada ibu kalau ia ingin BAK dan BAB.

Konsisten merupakan kesuksesan dari toilet training. Jadi, layaknya ibu tahu bagaimana tumbuh kembang balita, tentu ibu harus menerapkan konsistensi agar si kecil mau terus melakukan sesuatu hal sampai ia benar-benar bisa. Begitu pula saat ibu mengajarkan toilet training.

Jadi, apakah ibu siap untuk memberikan pelajaran tentang toilet training? Yang pasti, peran ibu sangat penting di setiap tahap tumbuh kembang balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *